Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 49.


__ADS_3

"De.. bangun" ucap Rey membangunkan Dea dengan lembut.


"Udah sampai ya, kok kesini..? " tanya Dea sanbil mengerjapkan matanya.


"Kita makan dulu ya sebelum pulang, sekalian mampir buat sholat magrib" Dea mengangguk dan mereka pun turun untuk menunaikan kewajibannya.


Saat sedang makan Dea tak sengaja melihat seseorang di meja yang tidak terlalu jauh darinya.


"Ih.. dasar playboy" kutuk Dea.


"Lho kenapa gak di makan De..? " tanya Rey bingung melihat muka kesal sahabatnya.


"Dah kenyang! " ucap Dea ketus.


"Makan apa? " heran Rey.


"Makan hati.. " ucap Dea kesal langsung beranjak pergi.


"Lho.. aneh banget tuh anak.. " Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengejar Dea.


"De.. tunggu dong.. kenapa sih! "


"Gak apa-apa, gue capek mau cepat pulang"


Rey tidak banyak tanya lagi, karena ia tau makhluk hawa pas dalam mode seperti ini pasti bawaannya emosi melulu kalau diajak ngomong alias gak nyambung.


"Oke.. gue langsung balik ya De.. cepat istirahat dan jangan begadang" pesan Rey saat tiba di rumah Dea.


"Iya.. bawel banget kayak mak- mak komplek lo" ketus Dea keluar dari mobil Rey.


Gue balik ya, dah.. " pamit Rey melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Makasih ya.. Hati-hati dijalan" Dea membalas lambaian tangan Rey dan masuk ke rumah.


"Sudah pulang Non? " tanya Bibik.


"Iya Bik" jawab Dea ramah.


"Mau makan malam gak Non, biar Bibik siapain? "


"Gak usah Bik, udah makan tadi di jalan.. mau istirahat aja capek, Dea naik dulu ya Bik" pamit Dea.


"Iya Non.. silahkan"


Setelah bebersih Dea segera berbaring sambil mengecek ponselnya.


"Kalau lagi sama cewek cantik aja lupa sama gue tuh orang " kesal Dea membanting ponselnya dan mencoba menutup matanya.


Sementara itu Sean sedang berada di pusat perbelanjaan menunggu seseorang yang sedang berbelanja.


"Udah Kak.. ayo kita pulang! " ajak seorang gadis cantik.


"Dasar manja? " ledek Sean.


"Biarin.. aku kangen sama kakak" manja gadis yang tidak lain adalah adiknya itu.


"Baiklah katakan bagaimana kabar Mama? "


"Dia baik, bahkan sangat baik kalau sedang berkumpul dengan teman- teman sosialita nya" ucap Selena penuh ejek.


"Dan bagaimana dengan kuliahmu? "


"Lancar Kak, Kakak gak mau mengunjungi Mama? "

__ADS_1


"Nanti kalau ada waktu Kakak akan kesana" jawab Sean menarik tangan Selena menuju mobilnya.


"Hari ini aku mau tidur di rumah Kakak sebelum kembali besok pagi" pinta Selena.


"Iya baiklah" jawab Sean melajukan mobil ke rumahnya.


******


"Paginya Dea berangkat lebih awal dengan motornya, ia sengaja sarapan di kantor.


" Eh Mbak Dea, tumben mbk sarapan di kantor" sapa Lilis mendekati Dea yang sedang asyik menyantap sarapannya di pantry.


"Iya Lis.. sengaja berangkat lebih awal karena takut kena macet" jawab Dea sambil tersenyum.


"Oh gitu.. mau dibikinkan teh hangat gak Mbk? sekalian mau bikinkan minuman buat Pak Bos dengan tamunya" ucap Lilis memberi penawaran.


"Bos udah dateng Lis.. tumben pagi banget" heran Dea.


"Iya Mbk.. tadi Bos datang bersama dengan seorang gadis cantik, kayaknya bule gitu Mbak" jelas Lilis membuat Dea menatap tajam.


"Mbak Dea kenapa kaget gitu? " tanya Lilis.


"Gak apa-apa Lis, kaget aja Bos bisa dateng sepagi ini" bohong Dea.


"Oke.. aku ikuti permainan kamu" tantang Dea dalam hati.


"Dea.. dipanggil Bos tuh" teriak Rio teman se kantornya.


"Benarkah? "


"Baiklah.. Terima kasih infonya" ucap Dea beranjak menuju ruangan Bosnya.

__ADS_1


Tok


Tok


__ADS_2