
Hari berganti hari Sean lewati dengan berat karena frekuensi bertemu dengan pujaan hatinya berkurang, hari-harinya ia sibukkan dengan menandai tanggal.
"Duh lama banget ya Allah berilah kesabaran padaku" lirih Sean yang sedang berada di ruang kerjanya. Hari ini adalah H-3 sebelum pernikahannya di adakan dan mereka sudah dilarang bertemu satu sama lain apalagi menghubungi melalui ponsel.
Sementara itu Dea sedang menghabiskan waktu masa lajangnya bersama sahabat-sahabatnya.
"Ray Mario datang gak? " tanya Dea.
"Dia masih belum bisa pulang De.. semoga aja nanti di hari H dia bisa meluangkan waktunya" jawab Ray.
" Dia sudah berjanji padaku, awas aja kalau sampai dia gak dateng" ucap Dea.
"Hai semua.. " sapa Leo yang baru saja datang.
"Hai.. " jawab Dea senang.
Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama, mata Dea sedikit berembun karena Mario tidak ada di tengah-tengah mereka.
"Kok sedih sih.. seharusnya lo seneng dong" ledek Leo pada Dea.
"Gue kangen sama Mario" sendu Dea.
"Gimana kalau kita vidio call aja " usul Ray.
"Boleh.. ayo buruan lo yang hubungin dia" semangat Dea. Kemudian Ray segera menghubungi Mario.
__ADS_1
Tut.. tut" hingga beberapa kali panggilan tapi Mario tidak juga mengangkatnya.
"Kayaknya dia sibuk.. " ucap Ray kecewa.
"Udah gak apa-apa lain kali aja kita hubungi lagi, mungkin bener kata Ray dia lagi sibuk" ucap Leo menimpali.
"Iya mungkin kalian benar" lirih Dea
***
Malam ini Sean sedang berbicara dengan Mamanya tentang persiapan pernikahannya.
"Apa semua persiapannya telah siap sayang.. " tanya Mama.
" Kok lemes.. kenapa" tanya Mama.
"Sean kangen Ma.. apa boleh Sean menghubunginya " tanya Sean.
"Sebaiknya jangan Nak.. bersabarlah kurang 2 bulan lagi" ledek Mama menahan tawa.
"Iya baiklah Ma.. tega banget sih"keluh Sean mebuat Mama menahan tawanya.
" Ya udah kamu istirahat aja sekarang, besok kerja kan.." perintah Mama.
Akhirnya Sean mencoba tidur dengan keadaan hati yang galau.
__ADS_1
"Sayang kamu lagi apa sekarang.. kangen gak sama aku" sendu Sean menatap langit-langit kamarnya. Akhirnya malam itu Sean tertidur dengan membawa foto Dea bersamanya.
"Sayang.. kamu udah siap belum? " tanya Mama pada putra kesayangannya.
"Siap Ma.. " jawab Sean.
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi Sean dimana pada hari ini pernikahan nya dengan wanita pujaannya akan segera diselenggarakan. acara sakral itu akan dilangsungkan di rumah orang tua Dea sesuai permintaan sang mempelai wanita, Sean terlihat sangat tampan.
Sean masuk ke kediaman Dea dengan senyum tiada henti, hatinya berbunga-bunga karena akhirnya penantian panjangnya berlabuh pada sosok yang ia harapkan.
"Cantik banget anak Mama" puji Mama pada Dea.
"Makasih Ma.. Dea deg degan banget" gugup Dea.
"Itu wajar sayang.. setelah ini kamu akan menjadi seorang istri, berjanjilah pada Mama kamu akan menjadi istri yang baik untuk suamimu, berbaktilah padanya karena setelah ini kamu adalah tanggung jawabnya, bukan tanggung jawab Mama lagi" pesan Mama dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Ma.. Dea janji Dea akan menjadi istri yang baik" janji Dea pada Mama nya.
Setelah drama tangis yang mengharu biru akhirnya Dea turun ke bawah menuju tempat akad nikah yang sudah di siapkan. Sean terlihat menatapnya tanpa berkedip membuat sang pujaan hati tersenyum malu-malu. Setelah mempelai duduk sang penghulu memulai akad nya.
"Bisa dimulai sekarang? " tanya penghulu.
__ADS_1