
Sean dan Dea pun urung masuk kedalam mobil dan melesat masuk ke dalam rumah tari.
"Ada apa" teriak Sean berlari mencari keberadaan Dea, dan ia menemukan Tari sedang memangku ibunya di atas lantai.
"Ibu jatuh dan pingsan" sendu Tari.
"MasyaAllah.. ayo kita bawa ke Rumah sakit Yang" teriak Dea panik.
"Iya sayang ayo" jawab Sean siaga.
Akhirnya mereka bertiga membawa Ibu Tari ke Rumah sakit terdekat.
"Ibu sakit apa? " tanya Dea pada Tari saat Ibunya masih dalam penanganan.
"Ibu kena gagal ginjal Kak" curhat Tari sambil tersedu.
"Astagfirullah..udah gak apa-apa semoga Ibu baik-baik saja, kita doakan saja" ucap Dea menenangkan.
"Sayang gimana? " tanya Sean yang baru saja mengurus administrasi nya.
"Masih ditangani Yang" jawab Dea memijat pelipisnya.
"Kamu gak apa-apa, gimana kalau kita sekalian periksa keadaan kamu mumpung masih disini" tawar Sean.
"Iya Yang.. sepertinya aku perlu diperiksa lemes banget, Tari aku tinggal dulu ya kalau ada apa-apa kamu hubungi aku aja ini kartu namaku" pamit Dea pada Tari.
"Iya Kak, makasih banyak sudah mau saya repotkan" ucap Tari merasa bersalah.
Sean dan Dea berjalan menuju ruang periksa dokter umum dan ukur mengantri, kebetulan siang itu tidak terlalu banyak pasien jadi tidak menunggu beberapa lama pun sudah dipanggil.
__ADS_1
"Ibu Dea" panggil suster yang berjaga siang itu.
"Iya Sus saya" jawab Dea maju menuju ruang periksa.
"Keluhannya apa Bu" tanya perawat itu ramah.
"Akhir-akhir ini saya mudah pusing, lemes dan gampang lelah" jawab Dea apa adanya.
"Baik..silahkan Bu langsung ke dokternya ya" ajak Perawat tersebut.
"Silahkan.. Bu Dea apa yang dirasakan? " tanya Dokter saat Dea sudah duduk di depannya.
"Pusing dan lemes Dok" jawab Dea.
"Silahkan berbaring biar saya periksa" Dea mengikuti interupsi Dokter untuk berbaring di brankar. Dokter menensi darahnya kemudian denyut nadinya.
"Kapan terakhir masa priode? " tanya Dokter itu lagi.
"Sepertinya Bu Dea sedang mengandung, saya sarankan untuk menemui Dokter obgyn, sering terjadi memang diawal kehamilan flek-flek seperti itu" jelas Dokter tersebut.
"Baik Dokter, terima kasih sebelumnya kami akan menemui Dokter obgyn " pamit Sean menjabat tangan Dokter umum tersebut.
"Sama-sama Pak, semoga mendapat kabar yang membahagiakan" doa dokter.
"Amin..terima kasih Dok" ucap Sean dan Dea bersamaan.
"Sayang aku bakalan seneng banget kalu kamu bener-bener mengandung anak aku" ucap Sean tersenyum senang.
"Semangat banget, nanti kalau enggak kamu bakalan kecewa lho" jawab Dea memperingatkan.
__ADS_1
"Kalau belum ya dicoba lagi dong Yang.. kita kan belum bulan madu " goda Sean memainkan alisnya.
"Tapi kalau iya kok cepet banget ya, kita baru melakukannya beberapa kali kan? " heran Dea.
"Berarti bibitku premium Yang" jawab Sean bangga.
"Ish kamu mah sukanya sombong, ayo cepetan kita temuin dokternya. " ajak Dea
Setelah sampai di ruangan Dokter Obgyn mereka mengetuk pintu kemudian masuk begitu mendapat jawaban dari dalam.
"Selamat sore Bu, tadi dokter Anwar sudah menghubungi saya dan menjelaskan semuanya, silahkan berbaring disini biar saya periksa" ucap Dokter cantik yang diketahui bernama Nadin itu. Dea mengangguk dan berbaring diatas brankar yang tersedia.
"Sepertinya Bu Dea benar-benar hamil, untuk lebih jelasnya biar kita USG ya Bu" ucap dokter itu menjelaskan.
Dokter Nadin menyipakan alat USG nya dan menaruh cairan gel diperut Dea kemudian mengoprasikan alatnya.
"Nah.. itu sudah terlihat ada titik kecil di rahim Bu Dea, saat ini janinnya berusia 12 minggu.. selamat ya Pak.. apa ada yang perlu ditanyakan? " tanya Dokter Nadine.
"Tapi dok saat ini saya sedang priode tapi keluarnya seperti flek-fkek gitu.
" Oh.. itu biasa terjadi di awal kehamilan, memang tidak semua ibu mengalami tapi itu tidak masalah Bu, nanti saya kasih obat dan vitamin ya" ucap Dokter itu kembali ke tempat duduk dan memberikan resepnya.
"Saya harap Bu Dea tidak melakukan aktivitas berat dahulu ya, mengingat kehamilan ibu sepertinya lemah, kalau saat ini masih bekerja saya sarankan untuk cuti sementara waktu" ucap dokter Nadin lagi memberi solusi.
"Baik Dok.. Terima kasih sebelumnya, kami permisi" pamit Sean dan menggandeng ustrinya keluar dari ruangan dokter.
"Yang.. pokoknya mulai besok kamu gak boleh kerja ya" pinta Sean.
"Tapi aku gak mau kamu deket-deket sama Viona" sungut Dea.
__ADS_1
"Iya sayang.. aku janji" jawab Sean.