Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 14.


__ADS_3

Setelah hari itu minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan bahkan tahun pun telah berganti kini Dea berusaha membiasakan dirinya tanpa kehadiran Mario.Dan pada saat ini Dea sedang mengikuti pameran seni di sebuah pusat perbelanjaan.Siang itu Dea dan temannya baru saja tiba di tempat pameranpameran, ia terburu-buru berjalan menuju lift sambil menerima telpon dari Rey.


"Ya Rey ini aku baru saja sampai" ucap Deasambil terus berjalan memasuki lif,dan pada saat bersamaan ada dua orang pria datang dari arah berlawanan hendak memasuki lift juga.


Brakkk..


Tabrakan pun terjadi tak terelakkan sehingga ponsel dan map-map yang dibawa Dea berjatuhan.


"Kalau jalan hati-hati dong.. lihat nih ponsel aku jadi pecah kayak gini" kesal Dea sambil berjongkok mengambil ponsel dan map-map nya dibantu pria yang satunya lagi.


"Anda tidak apa-apa Nona, ini barang- barang anda" ucap pria tersebut memberikan barang- barang Dea yang jatuh berserakan di depan lift. Dea menatap kesal pada orang yang menabraknya.


"Lalu bagaimana dengan ponselku? " ketus Dea sambil menarik kasar map dari tangan pria yang telah membantunya.


"Ken berikan saja kartu namaku, kita buru-buru, nanti saja kita ganti" ucap Orang yang menabrak Dea tadi dengan memakai kacamata hitamnya dan masuk ke dalam lift.


"Maaf Nona ini kartu nama Bos.. nanti anda bisa menghubunginya.. permisi" pamit Ken mengikuti Bosnya masuk ke dalam lift.


Dea terlihat semakin kesal dengan pria yang menabraknya.


"Sombong sekali dia, mentang-mentang orang kaya" sungut Dea


"Udah ayo De buruan anak-anak udah nungguin kita diatas" ajak teman Dea dan mereka pun bergegas naik karena sebentar lagi acara akan dimulai, Disini Dea dan kawan-kawannya akan mengikuti pameran lukisan karya dari fakultasnya.

__ADS_1


"whii Rame banget De.. " teriak teman Dea saat memasuki Atrium mall tersebut tapi Dea malah clingak clinguk tidak memperhatikan ucapan temannya.


"Lo cari siapa De" tanyan temannya mengikuti arah pandang Dea.


"Cari Rey sama Leo, katanya dia bakalan dateng kesini" jawab Dea tak fokus.


"Udah ayo gabung sama temen2 disana nanti Rey pasti bakalan nyamperin lo" ajak teman Dea dan Dea mengangguk mengikuti.


Acara pun dimulai, seleksi dami seleksi pun dilalui dan tibalah penentuan juara,Pembawa acara mulai mengumumkan pemenangnya.


"Dan pemenangnya adalah... Fakultas seni Armadajaya" teriak pembawa acara diikuti oleh tepuk tangan riuh para penonton yang hadir disana.


"Yeee... " teriak senang Dea dan kawan-kawannya.


Dan disinikah sekarang Dea mewakili fakultas nya untuk menerima hadiah, dan alangkah terkejutnya dia saat tau siapa laki-laki yang naik keatas panggung.


"Kau.. " ucap Dea saat mereka bertatap muka. Sean hanya menatap datar pada Dea membuat Dea semakin kesal.


"Dasar cowok sombong" umpat Dea dalam hati


Sorot mata mereka bertemu dan Dea berusaha untuk memutus pandangannya dan menerima hadiah dari tangan Sean setelah itu ia pun turun dari panggung.


Acara diakhiri dengan jamuan bersama para peserta, Dea dan teman-temannya pun ikut andil di dalamnya.

__ADS_1


"May gue ke toilet bentar ya" pamit Dea pada temannya.


"Ok, perlu dianter gak" goda Maya.


"Apaan sih lo" Dea beranjak menuju toilet, karena terburu-buru Dea jadi menabrak Sean yang sedang menerima telpon.


"Ok Ken,ayo kita pulang.. siapkan Mobilnya" ucap Sean dalam telpon.


Brakkk...


Tabrakan pun terjadi untuk yang kedua kali, Dan kali ini ponsel Sean yang jatuh dan pecah.


"Hai.. " sontak Sean melihat yang ia tabrak


"Kau... " teriak mereka bersama.


"Kenapa aku selalu sial saat bertemu denganmu" kesal Dea dan berlalu pergi meninggalkan Sean


"Eh.. enak saja kamu mau pergi begitu saja setelah menghancurkan ponselku" ungkap Sean menarik tangan Dea


"Bukankah kita sudah impas tuan, ponselku juga hancur karenamu kan" tantang Dea.


"Enak saja kau.. ponselku tidak sebanding dengan ponsel butut mu itu" ejek Sean.

__ADS_1


" Apa maksudmu bicara seperti itu? "bentak Dea


__ADS_2