Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 86.


__ADS_3

"Sayang sudah belum..? " tanya Sean bersiap.


"Iya sudah kok, langsung balik ke rumah apa kemana dulu? " tanya Dea kemudian.


"Udah ikut aja nanti juga bakalan tau, aku ada kejutan buat kamu" jawab Sean mengerling.


"Apasih.. pakek kejutan, kayak ABG aja" ledek Dea.


"Udah deh kamu ngikut aja yah" ucap Sean meyakinkan.


Di tengah jalan Sean menghubungi Ken untuk keperluan pekerjaan.


"Apa semua sudah kau siapkan Ken? " tanya Sean malalui ponselnya.


"Siap Bos.. " jawab Ken singkat.


"Bagus" ucap Sean senang.


"Kita mau kemana sih, kok arahnya aku gak kenal? " heran Dea.


"Udah kamu nurut aja sayang" jawab Sean mengerling.


"Ish kamu gak asyik deh, main rahasia-rahasia an segala" cemberut Dea.


"Gak usah gitu juga bibirnya, jadi pingin cium akunya" goda Sean membuat Dea terdiam.

__ADS_1


Setelah 1 jam perjalanan akhirnya mereka telah sampai di sebuah rumah mewah yang terletak di kawasan elite, sedari memasuki gerbang tadi Dea begitu terpesona melihat rumah tersebut, ini seperti rumah impiannya, sebuah air mancur minimalis di depan rumah dengan nuansa hijau dan bunga-bunga bermekaran disampingnya.


"Wah.. indah banget, rumah siapa ini Yang" tanya Dea takjub.


"Ayo kita masuk.. " ajak Sean menggandeng tangan Dea.


"Assalamu'alaikum..selamat datang di rumah kita" ucap Sean begitu pelayan membukakan pintunya membuat Dea terharu.


"Selamat datang sayang.. " sapa Mama yang tiba-tiba sudah ada disitu.


"Mama.. " teriak Dea berhambur ke pelukan Mamanya.


"Selamat menempuh hidup baru sayang, dan ya tadi Mario kerumah nitipin ini buat kamu" ucap Mama menyerah kan box kecil untuk Dea.


"Nanti saja kamu buka dikamar, dia cuma nitip salam karena harus kembali malam ini" ucap Mama lagi.


"Kok dia gak hubungin Dea Ma.. jahat banget" kesal Dea.


"Dia hanya tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan dengan suamimu" tegas Mama.


Malam itu setelah orang tua mereka pulang Sean berniat untuk berbicara dengan Dea soal bulan madu mereka, tapi ternyata Dea sudah terlelap lebih dulu mungkin karena kelelahan.


"Sayang.. udah tidur ya..? " tanya Sean mendekati istrinya yang ternyata sudah terlelap.


"Sepertinya kamu sangat lelah.. semoga mimpi indah sayang" ucap Sean mengecup kening Dea singkat, Saat hendak beranjak tanpa sengaja Sean melihat sebuah kotak hitam diatas nakas membuat jiwa ke kepoan nya meronta.

__ADS_1


"Apa ini..? " tanyanya dalam hati kemudian membukanya.



Terlihat sebuah liontin kecil berinisial D disitu dengan notes kecil di dalamnya.


"Semoga selalu bahagia meskipun bukan bersama ku"


Sebuah kata-kata singkat tapi begitu bermakna tertulis di atas notes tersebut.


"Apa ini dari Mario? " lirih Sean dan menutup kotak itu kembali kemudian merebahkan dirinya disamping Dea dan menariknya dalam pelukan.


****


Sementara itu Mario yang saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke Amerika begitu senang mendengar kabar kalau perusahaan nya sudah memenangkan tender besar.


"Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk hidup berjauhan De.. semoga saja kau selalu mengingatku di manapun kamu berada" batin Mario melihat foto Dea yang masih tersimpan rapih di dalam ponselnya hingga tanpa sengaja seorang gadis duduk di pangkuannya.


"Oh.. maafkan aku, aku kira ini tempat duduk ku" ucap gadis itu beranjak dan ternyata kursinya berada di depan Mario.


"Hai.. aku Syela" sapa gadis itu mengulurkna tangannya sebagai perkenalan.


"Mario" jawab Mario singkat tanpa membalas uluran tangan Syela.


"Ish.. pria yang sombong" batin Syela mengutuk.

__ADS_1


__ADS_2