Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 26


__ADS_3

"Ya Ken..! "jawab Sean, melihat Sean sedang sibuk dengan ponselnya, Dea menggunakan kesempatan ini agar terlepas dari Bosnya, ia berlari ke kamar mandi.


"Ma'af Bos, saya hanya pesan satu kamar" ucap Ken menahan tawanya.


"Apa kau sengaja melakukannya? " gemas Sean.


"Apa anda suka Bos" Ken terkekeh.


"Tidak buruk" Sean menutup telponnya lalu mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang akhir-akhir ini membuatnya gemas.


"Sepertinya dia sedang ada di kamar mandi" batin Sean.


Setelah beberapa saat Dea keluar dari kamar mandi, ia menemukan Sean sedang berada di balkon kamarnya sedang menatap bintang dilangit. Dea berganti baju dan mengambil bantal untuk tidur di sofa, ia sudah akan memejamkan matanya saat tiba-tiba ponselnya berdering, dengan malas ia meraihnya dan menajamkan matanya saat melihat nama yang tertera disitu.


"Mario" batinnya


"Hallo, Mario apa itu kamu.. kenapa kamu tiba-tiba pergi, kenapa kamu seolah-olah menghindariku dan juga kenapa kamu memblokir semua akses ku padamu.. kenapa..? " ketus Dea meluapkan amarahnya yang sudah lama terpendam dengan kesal.


"Dan satu lagi apa kepergianmu ini karena aku? " tambah Dea lagi.


"De.. " suara Mario tercekat tapi ia tidak menyadari bahwa suara itulah yang dirindukan gadis di sebrang sana yang masih selalu merindukannya.


"Katakan..! " sentak Dea


"De.. kamu dimana? " tanya Mario sendu


"Aku di Jogja" Jawab Dea


"Benarkah..di hotel mana? "serius Mario

__ADS_1


"Di salah satu Hotel dekat pusat perbelanjaan. . dan aku rasa ini salah satu hotel keluargamu" jawab Dea lagi.


"Aku juga sedang disini" lirih Mario.


"Apa.. dimana.. aku ingin bertemu denganmu! "


"Kemarilah aku menunggumu di Resto dekat loby" ucap Mario


"Baiklah, tunggu aku " jawab Dea lalu ia bersiap mengambil tas slempangnya dan berpapasan dengan Sean yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Mau kemana, ini sudah malam" sentak Sean.


"Maaf Pak, saya akan bertemu dengan teman di Resto sebentar, dia sudah menunggu" ijin Dea.


"Teman, siapa? " tanya Sean kepo.


"Teman dekat Pak, permisi" Dea berlalu pergi.


" Aku merasa jadi penguntit sekarang" keluhnya


"Kau benar-benar sudah jadi gila karena gadis itu Sean" lirihnya tersenyum.


Di Resto Dea sudah mulai berkaca-kaca saat melihat Mario sedang duduk menantinya, saat Mario sudah menyadarinya Dea pun berlari dan berhampur ke pelukan Mario, ia pun tidak bisa menahan gejolak di hatinya karena sudah lama memendam perasaan rindu pada sahabatnya itu, Mario juga mulai berkaca-kaca.


"Aku kangen sama kamu" bisik Dea dalam dekapan Mario.


"Diamlah, jangan cerewet" ucap Mario.


"Kau masih Mario yang ku kenal kan? " tanya Dea pada sahabatnya.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat"


Dea melepaskan dekapannya dan duduk di samping Mario.Pemandangan itu tak luput dari pantauan seseorang yang duduk tak jauh dari mereka.


"Apa mereka pacaran? " tanya Sean dalam hati dan ia memotret mereka berdua.


"Ken.. selidiki laki-laki yang bersama Dea, aku sudah mengirimkan fotonya padamu" ucap Sean pada asistennya, ia begitu penasaran dengan sosok yang sedang bersama Sekretaris nya itu.


Sementara di meja yang lain Dea mulai bertanya tentang yang ia dengar dari Nadin.


"Sekarang kamu jelasin sama aku! " pinta Dea pada Mario.


"Jelasin apa sih De"


"Apa benar kamu pergi ke luar Negeri karena aku? "


"Siapa yang bilang begitu"


"Nadin.. "


"Dia mengada-ngada De.. gak ada begitu" jelas Mario.


"Terus.. yang ada gimana? " kesal Dea.


"Yang ada aku juga kangen sama kamu, aku ingin kamu bahagia De.. jadi siapa laki-laki yang sedang dekat dengan kamu? " tanya Mario menggoda untuk mengalihkan pembicaraan.


"Gak ada kok.. "


"Tp kata Rey.. "

__ADS_1


"Dia bohong" Dea memutus perkataan Mario.


"Ok.. "


__ADS_2