Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 62.


__ADS_3

Pagi menjelang siang setelah sarapan Sean didampingi oleh Dea menghadiri Meeting di sebuah hotel ternama di kotanya.


"Ayo sayang.. kita masuk" ajak Sean membuat mata Dea membola.


"Jangan memanggil seperti itu saat kita sedang kerja" pinta Dea.


"Kenapa sih.. toh ini di luar kantor" sanggah Sean.


"Tolong profesional lah" mohon Dea.


"Baik nyonya anda menang" jawab Sean membuang nafasnya kasar.


Sesampainya di dalam, Sean sudah ditunggu oleh ketiga relasi bisnisnya.


"Silahkan Tuan Sean, apa ini adalah sekretaris anda? " tanya Tuan Adam salah satu relasinya.


"Iya benar, saya Dea sekretaris Tuan Sean" jawab Dea memutus suara Sean yang hendak menjawab.


"Cantik sekali.. salam kenal Nona Dea" sapa salah satu relasinya.


"Terima kasih Tuan.. " ucap Dea tersenyum.


"Ehmmm.. " dehem Sean memudarkan senyuman Dea.


"Mohon tunggu sebentar, asisten saya masih di toilet" ucap Tuan Adam.


"Mohon maaf lama menunggu" ucap seseorang yang tiba-tiba datang membuat semua mata tertuju padanya.


"Rico..? "


"Dea.. ? "

__ADS_1


"Kalian sudah saling mengenal? " tanya Tuan Adam.


"Kami teman lama Bos.. " jawab Rico yang kini sudah berubah lebih dewasa dalam bersikap.


"Bagaimana kabarmu.. Dea" tanya Rico terharu bisa bertemu kembali dengan sosok wanita yang mengisi relung hatinya sampai saat ini.


"Ini bagus sekali, semoga kerja sama kita semakin lancar nantinya karena asisten kita adalah teman lama" tawa renyah Tuan Adam.


"Baiklah silahkan duduk, mari kita mulai meeting ini" ucap salah satu relasi Sean.


Rico menatap dengan intens saat Dea memberikan presentasinya, ia sangat terpesona melihat wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu kini berdiri di depannya dengan penampilan yang berbeda.


"Aku merindukanmu Dea.. " lirih Rico dalam hati terus menatap pujaan hatinya membuat Sean mengepalkan tangannya dibawah meja. Sean merasa pernah terjadi sesuatu antara Dea dan asisten Tuan Adam, sampai meeting itu selesai dan para relasinya sudah mulai berpamitan.


"Emmm Dea boleh aku bicara sebentar, Tuan Sean ijinkan saya bicara dengan sekretaris anda 5 menit saja" mohon Rico tiba-tiba.


"Silahkan.. " jawab Sean terpaksa mengijinkan.


"Ada apa? " tanya Dea.


"De.. aku sudah mencarimu ke mana-mana, aku merindukanmu" Rico mencoba meraih tangan Dea tapi di tepisnya.


"Rico tolong jaga sikap kamu, ini tempat umum" risih Dea melirik ke arah Sean yang juga sedang melirik nya dengan tatapan menghunus.


"Aku masih mencintaimu De.. " lirih Rico.


"Aku tidak bisa Co.. kita udahan dah lama kan" jawab Dea memohon.


"Tapi kita masih bisa berteman kan? " pinta Rico membuat Dea mengangguk.


"Baiklah berikan nomor ponselmu, sepertinya Bos mu sudah tidak sabar menunggu" canda Rico dan dengan terpaksa Dea pun memberikannya.

__ADS_1


"Aku permisi dulu, sampai ketemu lagi" pamit Dea berjalan menuju tempat dimana Bosnya sedang menunggunya.


Sean berjalan lebih dulu tanpa kata diikuti oleh Dea dibelakangnya, di dalam mobil Sean merasa kesal karena Dea mengabaikannya dan tidak berusaha menjelaskan tentang Rico.


"Kamu kenapa..? " tanya Dea melihat Sean diam saja sedari tadi.


"Kamu marah ya.. "


"Kamu kesel sama aku.. "


"Atau kamu cemburu..? " tanya Dea beruntun mencoba menahan tawanya sehingga membuat Sean menatapnya tajam.


"Apa ini lucu untukmu..? "Sean semakin kesal.


" Rico adalah.. " ucap Dea mencoba menjelaskan.


"Dia mantan pacar aku.. " ucapan Dea membuat Sean tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Apa..? "


"Sayang.. Hati-hati dong.. kamu mau kita mati apa? " kesal Dea.


"Pantesan dia perhatian banget sama kamu, ternyata kalian tadi sedang nostalgia ya.. " Sean membanting tangannya di bundaran setirnya.


"Sayang jangan cemburu begitu.. aku sudah menolaknya tadi saat dia tiba-tiba ingin balikan sama aku" goda Dea.


"Jangan macam-macam ya kamu" Sean semakin ngambek, Hening sejenak tanpa kata..


"Cup" Dea mencuri kecupan kecil di pipi Sean membuat si Empunya kaget.


"Hatiku sudah terpaut di satu hati.. aku tidak akan macam-macam tapi satu macam saja, Ilove you..!" sendu Dea meraih tangan Sean yang mulai berkaca-kaca takut kehilangan.

__ADS_1


__ADS_2