Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 35.


__ADS_3

"I.. iya.. " jawab Dea bingung mau jawab apa.


Sean mengangguk" Baiklah silahkan.. dan aku harap kau kembali tepat waktu" ucap Sean meng ultimatum sebelum pergi.


"Baik Pak" jawab Dea kemudian.


Dan setelah Bosnya pergi Rey benar-benar tidak bisa menahan tawanya.


"Lo lihat De.. sepertinya dia sangat cemburu padaku" Rey terkekeh geli.


"Mana ada, dia memang lempeng orangnya" santai Dea.


"Kali ini tatapannya Beda De.. "


"Ih.. itu hanya perasaan lo aja kali"


"Ok.. kita taruhan ya.. nanti sepulang dari sini gue yakin dia bakalan nanya ke lo! "


"Kalau gak gimana? " tantang Dea balik.


"Ya berarti tebakan gue salah dan lo yang menang" jawab Rey.


Setelah Dea menyetujui Rey segera mengajak Dea jalan-jalan sebentar alih-alih untuk alasan yang tadi pamit mau ke toko perhiasan. 1 jam kemudian Rey mengantar Dea ke kantornya karena Dea sudah di wanti-wanti oleh Bosnya agar kembali tepat waktu.


"Makasih Rey.. Hati-hati dijalan ya.. " ucap Dea setelah keluar dari mobil Rey.


"Oke gak masalah.. jangan lupa lekas hubungin gue? " pesan Rey diangguk i Dea.

__ADS_1


Dea berjalan masuk ke gedung tempat kerjanya saat tiba-tiba ponselnya berdering.


"Iya Pak.. " jawab Dea saat menerima telpon dari Bosnya.


"Ini sudah masuk lift Pak, saya segera keruangan Bapak" ucap Dea lagi dan menutup ponselnya.


"Punya Bos ribet banget jadi orang" gerutu Dea sambil keluar lift dan berjalan ke ruangan Bosnya.


Tok


Tok


"Masuk" terdengar suara dari dalam.


"Permisi.. Bapak memanggil saya"


"Kenapa kau bisa sampai terlambat kembali? " tanya Sean datar.


"Saya tidak mau ini terulang lagi, pokok nya jangan sampai kamu tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan kamu dengan alasan pacaran.


" Apa..? Dea kaget Bos nya akan membahas itu dan kini fix Dea kalah taruhan dengan sahabatnya. Dea juga tidak habis pikir kenapa Bos nya itu repot-repot mengurusi masalah pribadinya.


"Aku rasa tidak ada pembahasan lagi dan kau boleh keluar" ucap Sean dingin.


"Baik Pak saya permisi" pamit Dea tanpa mau memperpanjang kata karena pasti akan terjadi perdebatan sengit yang tidak penting.


"Tunggu " teriak Sean saat Dea akan membuka pintu.

__ADS_1


"Iya Pak" Dea berbalik.


"Nanti malam kau temani aku ke pesta "


"Pesta.. pesta apa Pak? " tanya Dea, karena ia takut salah kostum nantinya dan pasti akan sangat malu.


"Pesta pembukaan hotel" jelas Sean.


"Tapi kenapa tidak mengajak pacar Bapak saja" usul Dea.


"Apa aku memberimu penawaran? ini adalah perintah jadi kau tidak bisa menolak.


" Dan jangan khawatir aku yang akan mempersiapkan semuanya termasuk pakaian yang akan kamu kenakan nanti, dan ya satu lagi aku ingin disana nanti kau mau berpura-pura menjadi pasanganku" jelas Adit semakin membuat Dea kesal.


"Maksud Bapak kita pacaran gitu? "


"Iya, dan aku harap kamu belajar mengubah panggilan kamu padaku selayaknya seorang kekasih pada umumnya" pinta Sean semakin ngelunjak.


"Kenapa harus begitu? "


"Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada seseorang" ucap Sean penuh amarah.


"Mantan Bapak ya? " tanya Dea mengejek membuat Sean menyorot tajam.


"Saya tidak mau jadi pacar pura-pura Bapak.. permisi"


"Tidak ada penolakan, aku adalah Bos mu jadi kau tidak bisa menolak perintah ku.

__ADS_1


" Tapi..


"Silahkan keluar.. nanti jam 7 malam aku akan menjemputmu" ucap Sean


__ADS_2