Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 55.


__ADS_3

"Awas ya kamu.. " gemas Sean sambil menggelitik perut Dea.


"Stop Pak.. oke aku nyerah" ucap Dea menahan tawanya, tapi tiba-tiba "Cup" Sean mengecup bibirnya.


"Itu hukuman buat kamu karena kamu gak nurut sama aku" ancam Sean.


"Ih.. gak penting deh.. aku kan masih penyesuaian jadi kadang masih lupa" sendu Dea.


"Itu peringatan pertama buat kamu, apa kau sudah mengerti? " tatap Sean menghunus.


"Siap Bos, oke sekarang aku pulang dulu ya" pamit Dea pada Bosnya, tapi ternyata Sean pura-pura tertidur.


"Ih drama lagi dia" batin Dea hendak beranjak namun tiba-tiba terdengar suara petir dan turun hujan yang sangat deras.


"Sepertinya alam sedang berpihak padaku" batin Sean terkekeh geli.


"Kok tiba-tiba hujan sih" dengus Dea mengintip ke jendela namun tiba-tiba suara petir mengangetkannya.


"Aahhh.. " teriak Dea melompat keatas kasur dan tanpa sengaja memeluk Sean, Sedangkan Sean tertawa dalam hatinya.


"Kamu mau godain aku ya.. pakek peluk-peluk" goda Sean sambil mata terus terpejam.


"Ih siapa yang mau godain kamu, aku beneran kaget tadi" jawab Dea beralibi.


"Benarkah.. tapi aku seneng kok hujan-hujan gini dipeluk pacar" goda Sean mengerlingkan matanya.


"Apasih.. " elak Dea menimpukkan bantal ke muka Sean.

__ADS_1


"Kok ditimpuk pakek bantal sih, pakek cinta dong" rayu Sean membuat Dea semakin jengah dan bangkit ke luar kamar.


"Eh mau kemana? " teriak Sean melihat punggung Dea hilang dibalik pintu.


"Nyebelin banget sih tuh orang" decak Dea.


"Tapi ngangenin kan? " sahut Sean yang tiba-tiba mengikutinya dari belakang.


"Kamu ngikutin aku, udah tidur aja lagi..aku cuma mau nonton TV siapa tau bentar lagi ujan reda" kesal Dea.


"Siapa yang ngikutin kamu, aku cuma mau ambil minum kok" jawab Sean santai menuju dapur, Sedangkan Dea asyik menonton TV sambil nyemil.


"Udah tidur sini aja aku gak bakal ngapa-ngapain kamu kok, disitu ada kamar tamu kamu bisa tidur disitu" ucap Sean duduk disamping Dea sambil membawa minuman dinginnya.


"Tapi.. "


"Kamu serius? "


"Serius lah.. sekarang ceritain gimana kisah persahabatan kalian di mulai? " tanya Sean menggali masa kecil Dea.


"Kita berteman sejak kecil, kita sudah seperti saudara" jawab Dea.


"Aku mengerti kalian begitu dekat bahkan terkadang membuat aku cemburu" cebik Sean.


"Tapi mereka ada sebelum aku bertemu denganmu"


"Iya sayang.. do'ain aja agar aku bisa menerima keromantisan kalian ya" bujuk Sean membuat Dea terkekeh.

__ADS_1


"Sebenarnya aku belum terlalu mengenalmu, terkadang kamu bisa begitu manis, terkadang begitu nyebelin bahkan terkadang bisa tiba-tiba manja " batin Dea menatap Sean sendu.


"Aku tau kalau aku sangat tampan, kau tidak perlu memandangku seperti itu" goda Sean.


"Selalu saja sombong" cebik Dea.


"Aku tau kau begitu digilai wanita-wanita cantik diluar sana, karena itu aku sedikit tidak percaya padamu" lirih Dea membuat Sean menatapnya tajam.


"jadi kau masih tidak percaya padaku? " kesal Sean dan beranjak meninggalkan Dea lalu keluar dari rumah padahal saat itu hujan masih sangat deras dan petir menyambar-nyambar.


"Hei kamu mau kemana.. ini masih hujan" teriak Dea tapi Sean tidak mendengarkannya, ia benar-benar pergi.


"Ya ampun dibalik wajah tegasnya dia juga sangat sensitif" ucap Dea memijat pelipisnya.


"Sean mengendarai mobilnya menuju club yang biasa ia datangi dengan sahabat-sahabatnya saat ia dalam keadaan kesal.


" Hai bro tumben seorang Sean sempat kesini" ejek Alex yang di angguk ini oleh Kenan, mereka bersahabat sejak kuliah dan sering meluangkan waktu bersama saat senggang.


"Gue lagi kesel" umpat Sean yang ditertawakan oleh sahabat-sahabatnya.


"Kesel sama siapa? " tanya Kenan.


"Ada seorang gadis yang nolak gue" kesal Sean.


"Haaa.. ha.. " Alex dan Kenan tertawa mengejek.


"Jadi gadis seperti apa yang sanggup menolakmu tuan Sean yang tampan paripurna" Tanya Alex penasaran sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Sialan lo.. "


__ADS_2