
"Ok.. " Dea mencoba mempercayai Mario.
"Terus sekarang ngapain kamu tiba-tiba pulang? " ketus Dea.
"Gue kangen.. " Mario menatap intens pada Dea.
"Kangen siapa? " sahut Dea.
"Udah ah.. gimana kerjaan kamu, betah gak? " tanya Mario.
"Masih beberapa hari tapi aku males banget sama Bosnya" sungut Dea.
"Kenapa..? " tanya Mario kepo
"Dia suka modus, nyebelin dan sombong" kesel Dea. Mario memperhatikan Dea dengan serius saat bercerita.
"Ati-ati De.. jangan-jangan nanti kamu jatuh cinta lagi" Mario terkekeh.
"Ih najis.. udah ah g usah ngomongin dia, gimana wisuda kamu kemarin.. kamu bener-bener jahat Yo" Dea berkaca-kaca
"Wisuda aku juga lancar, jahat apa sih De.. "
"Kamu ninggalin aku gitu aja, gimana kalau seandainya aku gak lulus" lirih Dea
"Buktinya kamu lulus dengan nilai terbaik kan.. udah kerja di perusahaan besar lagi" goda Mario.
"Apalagi Bos nya ganteng, kamu bakalan lupa sama aku"tambah Mario lagi.
" Apasih kamu.. mana ada begitu, aku gak bakalan lupa sama kamu, bahkan di setiap momen yang aku alami aku selalu mikirin kamu" curhatnya.
__ADS_1
"Masak sih.. Jangan-jangan kamu jatuh cinta lagi sama aku" ledek Mario lagi.
"Aah.. jangan godain terus" Dea tambah mewek berhambur ke pelukan Mario dan Mario membalas mendekap nya dengan gurauan-gurauan kecil, itupun tak lepas dari tatapan laki-laki yang sedari tadi memperhatikan interaksi mereka berdua. Sosok laki-laki tadi meraih benda pipihnya untuk menghubungi seseorang.
"Bagaimana Ken? "
"Sudah diketahui Bos, pria yang bersama Nona Dea adalah Mario Adi Wijaya anak salah seorang pengusaha terkenal, saat ini dia tinggal di Amerika dan dia adalah sahabat dekat dari Nona Dea" jelas singkat Ken.
"Sahabat..! "
"Benar Bos"
"Ya sudah.. " Sean mematikan ponselnya, "sahabat kenapa mereka bisa se romantis itu" ada sedikit rasa kesal di hati Sean sebelum akhirnya di beranjak pergi.
Di sisi lain Dea dan Mario sudah menyelesaikn pertemuan mereka.
"Iya.. malam ini aku tidur disini tapi besok aku bakalan balik ke Amerika. " sedih Mario
"Kok cepet banget" sendu Dea
"Kapan-kapan aku bakalan kunjungin kamu lagi, aku bakalan dateng kalau kamu nikah nanti" canda Mario sebelum akhirnya memeluk erat Dea ada rasa tidak rela disana.
"Janji ya jangan tutup akses aku lagi" pinta Dea dalam dekapan Mario.
"Iya janji, kamu bisa hubungin aku kapan aja dan aku bakalan jadi teman curhat terbaik buat kamu" bisik Mario.
" Aku gak rela jauh dari kamu Yo" Dea enggan melepas dekapannya.
"Hei.. gimana kalau seandainya cowok kamu lihat kita kayak gini, dia bakalan cemburu dan bunuh aku" tawa Mario.
__ADS_1
"Apa sih.. gak ada cowok" kesal Dea.
"Ok.. jaga diri kamu baik-baik ya, Jangan lupa hubungin aku kalau ada apa-apa, " Dea mengangguk dan Mario pamit undur diri dan terpaksa Dea melepaskan dekapannya.
"Aku bakalan kangen sama kamu" teriak Dea dalam hati.
Setelah kepergian Mario Dea kembali ke kamarnya tapi tidak menemukan Bos nya dimana-mana.
"Kemana dia? " cari Dea clingak clinguk.
"Kamu mencariku" ucap Sean dari balik pintu mengagetkan Dea yang menyentuh dadanya.
"Ih.. bikin kaget orang aja" kesal Dea dan masuk ke kamar mandi membuat Sean tertawa lirih dalam hati.
" gadis yang unik" setelah itu Sean mengambil bantal dan tidur di sofa. Setelah beberapa menit Dea keluar dari kamar mandi, ia mengambil ponselnya di nakas dan melihat ada beberapa pesan yang masuk sambil berjalan menuju sofa, saking asyiknya berbalas pesan ia langsung duduk tanpa melihat kalau Sean sudah merebahkan dirinya di sana sehingga ia tak sengaja terduduk di pusat inti Sean.
"Aaww.." teriak Sean terlonjak kaget
"Hah.. maaf Pak saya tidak melihat anda tadi" sesal Kiran terduduk di lantai dengan wajah takutnya.
"Dasar ceroboh" Sean menatap tajam Dea.
"Maaf, bukankah saya yang akan tidur disini kenapa malah Bapak yang disini. "
" Memang nya kenapa? "Sean juga terduduk
"Biarkan saya disini dan silahkan Bapak tidur diranjang" pinta Dea sambil beralih mengambil tempat di sofa"
"Apa kau ingin tidur bersamaku" goda Sean sambil mendekatkan dirinya.
__ADS_1