Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 87.


__ADS_3

2 bulan berlalu setelah pernikahan Dea dan Sean, dan Dea kini sudah bekerja lagi.


"Apa kamu tidak bisa diam di rumah saja melayani ku? " tanya Sean saat sudah berada di mobil.


"Aku bosen dirumah gak ngapa-ngapain" jawab Dea cemberut.


"Oke kamu menang, tapi janji gak boleh capek" ucap Sean meng ultimatum.


"Siap Bos.. " jawab Dea semangat.


Setengah jam perjalanan Dea asyik mendengarkan musik sedangkan Sean fokus dengan kemudi nya dengan satu tangan menggenggam tangan istrinya.


"Sayang nanti aku ada meeting keluar kantor, kamu mau ikut? " tanya Sean menoleh pada istrinya.


"Sayang.. " ujar Sean lagi sedikit menarik tangan istrinya.


"Iya apa.. " kaget Dea saking fokusnya mendengarkan musik jadi mengabaikan suaminya dan ia pun melepaskan headset nya.


"Gak dengerin.. " cebik Sean.


"Maaf sayang.. " rayu Dea membelai pipi suaminya.


"Aku ada meeting diluar setelah ini, kamu mau ikut apa gak? " ulangnya.


"Gak ah.. nanti lama lagi, kamu sama Ken aja" jawabnya.

__ADS_1


"Nanti aku meeting nya sama perempuan kamu ngambek" peringat Sean membuat Dea menyorot tajam.


"Canda.. serem amat natap nya.


" Kamu gak bisa dipercaya ih.. nanti malah nemuin viona lagi" kesal Dea.


"Mana ada begitu, yang ada dia yang selalu nyamperin aku" goda Sean.


"Tuh kan.. mangkanya aku mau kerja aja, aku gak percaya sama kamu" Dea sedikit marah.


"Sayang.. dia model diperusahaan aku, jadi wajar dong kalau dia suka berkeliaran disini" jelas Sean.


"Apa gak bisa ya kalau ganti model gitu" tawar Dea.


"Ok.. tapi janji sama aku kamu gak bakalan nanggepin dia, karena dia selalu merusuh kalau deket sama kamu" khawatir Dea.


"Iya sayang.. " jawab Sean santai terus melajukan mobilnya hingga sampai di perusahaan.


"Pagi Bos.. " sapa satpam saat membukaan mobilnya, tanpa menjawab Sean hanya mengangguk dan berjalan membukakan pintu untuk istrinya.


"Pagi Bu Bos" sapa satpam itu lagi dan Dea menjawab dengan senyuman manisnya.


"Ayo sayang" ajak Sean menggandeng istrinya.


Setelah menyerahkan kunci pada satpam untuk memarkirkan mobilnya Sean dan Dea masuk ke dalam kantornya dengan bergandeng tangan dan kejadian itupun sontak mencuri atensi para karyawan sehingga menimbulkan bisikan-bisikan lambe turah yang kepo.

__ADS_1


"Wah Bos sekarang lebih beraura ya" ucap Cindy si sekretaris.


"Iya dong Cin kan udah nemu pawangnya" jawab yang lain.


"Bu Dea juga lebih berkharisma sekarang, benar- benar jodoh sejati" celetuk karyawan pria yang kebetulan berada di sekitar.


Semua karyawan yang terlewati mereka tampak senyum-senyum ikut baper melihat kemesraan Bosnya hingga masuk ke lift khusus.


"Apa kamu merasakan tatapan yang aneh dari karyawan mu" tanya Dea begitu berada di dalam lift.


"Kenapa.. aku tidak merasakan hal lain saat berada di dekatmu" ucap Sean bucin.


"Ish.. " cebik Dea dan berjalan keluar begitu lift terbuka.


"Selamat pagi Bos" sapa Ken begitu melihat Bosnya keluar dari Lift diikuti istri cantiknya.


"Pagi Nona, apa anda juga mulai bekerja mulai hari ini? " tanya Ken.


"Pagi Pak Ken, aku akan mulai bekerja mulai hari ini" jawab Dea.


"Bos.. kita akan berangkat 30 menit lagi dan ya Viona akan ikut bersama kita nanti" ucap Ken menjelaskan membuat Sean dan Nadia menoleh.


"Kenapa dia harus ikut? " kepo Nadia dengan sorotan tajamnya membuat 2 laki-laki di depannya merinding.


"Mati aku, kenapa Ken harus bilang" Sean memijat pelipisnya dengan was was.

__ADS_1


__ADS_2