Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 45.


__ADS_3

Sore itu jam pulang kantor Dea masih menunggu hujan reda, ia berdiri di pintu masuk perusahaannya bersama karyawan yang lainnya.


Tiba-tiba deringan ponsel mengagetkan nya.


"Hallo.. "


"Aku tunggu di parkiran.. sekarang" ucap Sean mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban Dea.


"Ish.. kebiasaan banget berlaku seenaknya" kesal Dea dan terpaksa berjalan menuju parkiran perusahaan mencari keberadaan mobil Bosnya itu, Setelah menemukannya ia masuk begitu saja dengan muka juteknya.


"Kok gitu muka nya, gak seneng ya jalan sama orang ganteng? " ejek Sean.


"Udah jalan aja.. bawel banget sih" kesal Dea memasang sabuk pengamannya.


"Mau langsung pulang apa makan dulu" tawar Sean.


"Pulang" ketus Dea.


"Galak banget, jadi gemes deh" goda Sean lagi.


"Pak.. " panggil Dea penuh penekanan.


"Apa sayang.. " jawab Sean merdu.

__ADS_1


"Ih.. gak jelas"Dea semakin sewot.


"Jelasin dong.. "canda Sean.


"Ya ampun.. oke aku mau pulang" Dea memijat pelipisnya yang berkedut.


"Kita kan memang perjalanan pulang ini, gimana sih" goda Sean terus.


"Pak Sean yang terhormat tolong jangan bercanda, kalau gak saya turun disini! " ancam Dea.


"Jangan dong bahaya.. oke aku bakalan fokus" Sean mengalah.


"Semakin kau jutek semakin aku semangat buat dapetin kamu" batin Sean.


" Manis banget kalau sedang tidur gini, terlihat kalem" lirih Sean memandang lekat wajah skretaris nya itu. Sean sengaja tidak membangunkan Dea karena ingin lebih lama memandang gadis yang beberapa hari ini mengusik hatinya. Sepersekian detik akhirnya Dea mulai membuka matanya dan alangkah kagetnya dia saat melihat wajah Sean begitu dengannya.


"Apaan sih.. mau mesum ya? " sentak Dea mendorong tubuh Sean.


"Emang boleh ya.. " ijin Sean.


"Sembarangan aja kamu.. kita bukan Muhrim jadi tolong jaga jarak" jelas Dea.


"Kalau gitu menikahlah denganku..? " tanya Sean serius dengan tatapan tajamnya membuat Dea terpaku.

__ADS_1


"Apa.. kamu bercanda ya, tidak semudah itu untuk menikah,Terima kasih tumpangannya..permisi" panit Dea beranjak tapi sekali lagi Sean menahannya.


"Aku serius.. " lirih nya.


"Gak.. aku gak mau, kau mempunyai banyak wanita diluar sana dan mereka akan membunuhku nanti" Dea bergidik.


"Gak.. mana ada, aku gak mencintai wanita manapun selain Mama dan Adik aku, baru otw mencintai seorang gadis tapi dijutekin melulu" ucap Sean cemberut.


"Kau lupa ya kejadian dipesta itu, bukankah dia bsalah satu wanita koleksi mu, hingga kau tidak tau tempat saat bermesraan dengannya" jelas Dea merasa jijik.


"Ya Allah jahat banget kata-katanya, aku gak pernah ada koleksi wanita lo.. kamu bisa tanya Ken kalau gak percaya, dia selalu bersama ku sejak kecil" Sean mencoba menjelaskan.


"Gak perlu, aku gak mau tau tentang kehidupan pribadimu selain masalah pekerjaan" Dea beranjak keluar dan menutup pintu mobilnya dengan keras.


"Susah sekali mendapatkan hatinya, baru kali ini seorang Sean harus ngemis-ngemis cinta kayak gini, dia memang berbeda" lirih Sean dan melajukan mobilnya pulang.


******


Pagi harinya Sean sudah menghubungi kalau akan menjemputnya karena jam 8 pagi akan ada meeting diluar kantor .


"Kok mendadak sih" kesal Dea saat sudah berada di dalam mobil Sean.


"Sebagai sekretaris ku kau harus selalu siap kapanpun itu, hari ini aku akan ada pertemuan dengan perusahaan iklan untuk membahas kerja sama" tegas Sean.

__ADS_1


"Iya.. baiklah, kau selalu benar Pak Sean" cibir Dea dengan bibir mengerucut membuat Sean sedikit gemas ingin menggigitnya.


__ADS_2