
"Maafkan aku.. " lirih Sean
Mario pulang setelah bertemu dengan Sean, ia akan segera kembali ke Amerika karena ayahnya sudah memanggilnya untuk segera pulang. Sedangkan Sean masih menunggu Kiran sadar, ia masih merasa bersalah karena tak seharusnya membawa Dea ke dalam hidupnya.
"Aku mohon sadarlah dan maafkan aku"Mario duduk di samping Dea yang masih belum sadarkan diri. Beberapa jam menunggu akhirnya Dea mulai membuka matanya, ia melihat disampingnya ada seseorang yang sedang menunggunya.
" Apa aku tidak salah lihat, untuk apa Bos ada disini" batin Dea
Sean yang merasa ada pergerakan mulai mengerjapkan matanya.
" Kau sudah sadar.. apa yang kau rasakan? " tanya Sean khawatir membuat Dea bingung.
"kenapa anda jadi se khawatir ini Pak.. kita hanya pacar pura-pura kan? " telisik Dea.
"Jangan berkata begitu, aku benar-tidak menyangka akan terjadi hal buruk sepertimu.
"Anda tidak usah merasa bersalah, bukankah seorang karyawan harus menurut apa kata Bonya? " tanya Kiran dengan ketus.
"Tamara adalah salah satu dari sekian wanita yang mengejar-ngejar ku, dia bukan pacar apalagi tunangan ku.. aku harap kau tidak salah faham" Sean menjelaskan.
__ADS_1
"Saya tidak ingin mendengarkan penjelasan anda karena itu tidak penting, dan ya saya ingin resign dari perusahaan anda" tegas Dea.
Kenapa harus resign, tolong jangan begitu.. beri saya kesempatan untuk memperbaiki ini" mohon Sean.
"Saya tidak mau membayakan nyawa saya karena masih bekerja dengan anda"
"TApi saya tidak mau kehilangan karyawan sepertimu, saya berjanji tidak akan melibatkan dalam urusan pribadi saya lagi"
"ijinkan saya ambil cuti beberapa hari saja untuk memikirkan ini, setelah itu akan saya putuskan"
"Baiklah kalau itu maumu, tapi tolong pertimbangkan lagi, bersiaplah aku akan mengantarmu pulang " ucap Adit dan di angguk ini oleh Dea.
"Tolong kembalilah bekerja setelah kau benar-benar sudah sembuh, aku membutuhkan orang sepertimu"
" Beri aku waktu satu minggu" pinta Kiran sebelum beranjak dari keluar dari mobil Sean. Setelah mengantarkan Dea Sean pulang ke apartemennya, ia berendam untuk menghilangkan kepenatan nya.
Sementara itu Mario sudah ada di Bandara bersama Rey, ia akan kembali Ke Amerika.
Rey tolong jaga Dea, aku merasa Bos nya itu menyukainya.. tapi sayangnya banyak wanita2 di luar sana yang akan mengancam keberadaannya jika bersama Sean"ucap Mario pada Rey.
__ADS_1
"Aku tau itu" jangan takut aku akan selalu menjaganya" Rey menenangkan sahabatnya itu.
"Baiklah aku berangkat, hubungi aku kalau ada apa-apa" Mario pamit dan memeluk sahabatnya.
*****
Dikantor setelah beberapa hari Dea cuti, Sean menjadi uring-uringan bahkan karyawan- karyawan tak luput dari amukannya, salah sedikit saja Sean akan langsung memecatnya, seperti pagi itu Sean mendadak memecat tiga orang karyawannya karena telat datang pada meeting bulanan mereka.
"Ada apa denganmu Bos, kenapa beberapa hari ini kau jadi tidak fokus dan pemarah? " tanya Roy saat itu.
"Aku tidak mau membahas ini Roy, keluarlah.. aku ingin sendiri" pinta Adit datar.
"Baiklah, permisi" pamit Roy.
Sepergian Roy Sean mengambil benda pipihnya dan mencoba menghubungi Dea tapi sepertinya gadis itu telah memblokir nomer Sean.
"****..ada apa denganku sebenarnya,kenapa aku selalu memikirkannya" kesal Sean.
"Baiklah gadis, aku akan membawamu kembali dengan caraku " Sean merencanakan sesuatu, ia bingung dengan perasaannya sendiri kenapa menjadi uring-uringan hanya karena memikirkan seorang gadis.
__ADS_1