Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 79.


__ADS_3

Pagi yang cerah Sean bangun dengan semangat 45 begitupun dengan Dea, mereka bersiap untuk berangkat ke kantor. Sean menyempatkan waktu menghubungi gadis pujaannya sebelum memulai aktivitas.



"Selamat pagi sayang.. " sapa Sean pada gadisnya yang sepertinya bangun tidur.


"Pagiii.. " jawab Dea sedikit mengantuk tapi memaksakan senyum.


"Kok belum siap-siap sih, gak ke kantor ya? " tanya Sean kecewa.


"Gak.. aku lagi malas" canda Dea membuat Sean mencebik kecewa.



"Kamu kok udah siap.. jam berapa ini? " tanya Dea.


"Iya aku ada meeting pagi, kasih booster dong" goda Sean.


"Booster apa maksudnya? " tanya Dea.


"Gak peka.. " kesel Sean.


"Nanti kalau udah sah aku kasih tiap pagi spesial buat kamu" janji Dea.


"Beneran ya, awas bohong" jelas Sean.


"Iya.. udah tutup ponselnya, aku mau mandi dulu" ucap Dea.


"Ita sayang.. assalamualaikum.. " Sean menutup ponselnya.


"Waalaikumsalam.. " jawab Dea tersenyum geli.

__ADS_1


"Duh berat bangun godaannya " keluh Sean dan beranjak berangkat ke kantor.


"Ken.. apa jadwal ku hari ini? " tanya Dean saat sudah memasuki mobilnya.


"Hari ini anda dan Nona Dea harus menghadiri peresmian hotel Bos" ucap Ken.


"Kau benar Ken, hampir saja aku lupa" ucap Sean.


"Akhirnya ada moment dimana aku bisa seharian bersamamu" batin Sean senang.


"Kenapa senyam-senyum Bos" ledek Ken.


"Gak ada.. ikut campur saja kamu" umpat Sean membuat Ken menahan tawanya.


Sesampainya di kantor Sean langsung naik menuju ruangannya tanpa mengindahkan orang sekelilingnya.


Hingga jam 8 malam Dea gak datang-datang membuat Sean semakin kesal. Sean berinisiatif menghubungi tapi sepertinya Dea tidak mengangkat ponselnya.


"Aku disini Bos.. " ucapan Dea yang tiba-tiba membuat Sean terlonjak kaget.


"Astaghfirullah.. kok kamu tiba-tiba disini sih sayang, bikin kaget aja" ucap Sean memegang dadanya.


"kamu kenapa? " tanya Dea.


"Gak apa-apa cuma kaget aja" jawab Sean.


"Ayo.. katanya mau meeting, jadi gak? " tanya Dea menginterupsi.


" Iya sayang.. gak sabaran banget" gemas Sean beranjak dari kursi kebesarannya hendak menggandeng tangan Dea tapi ditahan.


"Stop.. " pekik Dea.

__ADS_1


"Apasih.. cuma pegang doang masak gak boleh" kesal Sean.


"Ingat pesen Mama atau aku gak masuk kerja! " ancam Dea penuh penekanan.


"Iya.. iya.. ya Allah berat banget ujiannya" keluh Sean melenggang keluar membuat Dea tersenyum geli.


Mereka memasuki ruang rapat dengan profesional Sean sebagai CEO dan Dea sebagai sekretaris nya, tidak terlihat kalau diantara mereka sedang terjalin kedekatan satu sama lain.


"Sekian meeting hari ini, semoga kedepannya lebih baik.. Terima kasih semuanya" ucap Sean mengakhiri Meeting hari itu.


Setelah semua peserta rapat keluar Sean berniat mengajak Dea makan siang.


"Sayang.. " Sean tidak melanjutkan kata-katanya karena mendapat tatapan tajam dari Sekretaris nya.


"Tidak ada interaksi lain kecuali masalah pekerjaan" ucap Dea mengingatkan.


"Sayang.. aku hanya ingin mrngajakmu makan siang" lirih Sean.


"Tidak ada sayang.. sayang, dikantor kita hanya atasan dan bawahan"


"Iya.. aku nurut apa mau kamu, awas ya kalau udah sah" ancam Sean.


" Kamu mau apa kalau udah sah? " tanya Dea ingin tau.


"Terserah aku dong, kan udah sah" ucap Sean songong.


"Hah.. oke terserah kamu, aku ngikut" ucap Dea nyerah.


"Bagus.. begitu calon istri yang baik" puji Sean membuat Dea berdecak kesal tapi tidak bisa menghindar.


"Permisi Bos.. " pamit Dea hendak keluar.

__ADS_1


"Silahkan.. " jawab Sean mencoba bersikap datar.


__ADS_2