
Dea menunggu beberapa menit sampai Sean mau beranjak, tapi sepertinya laki-laki itu udah kadung nyaman enggan beranjak.
"Yang.. ayo dong, udah kebas ini kaki Ku" lirih Dea membelai pipi suaminya.
"Iya aku bangun.. " ucap Sean terduduk dengan suara seraknya.
"Aku mandi dulu ya.. " pamit Dea beranjak tapi Sean menahannya.
"Bareng aja ya, biar cepet" ucap Sean mengerlingkan matanya.
"Gak.. nanti bakalan lama" Dea menolak dengan tatapan menghunus tapi Sean tak ambil pusing dia langsung menggendong istrinya itu masuk ke kamar mandi. Dan mandi yang harusnya 30 menit menjadi 60 menit barulah mereka keluar dari kamar mandi.
"Ya ampun mimpi apa semalam sampai pagi-pagi begini sudah digigit vampir kek gini" sungut Dea di depan kaca riasnya melihat maha karya suaminya yang berkerlipan di area lehernya.
"Kenapa sih.. kan Vampir nya tampan" goda Sean menghampiri istrinya dan mengecup pipinya singkat.
"Udah ayo sarapan.. " ajak Dea kemudian.
Pagi itu mereka sedang menyelesaikan sarapan saat tiba-tiba deringan ponsel mengagetkan mereka.
"Siapa Yang..? " tanya Dea penasaran.
"Dari Rumah sakit" jawab Sean serius.
__ADS_1
"Ya Hallo.. apa, baik kami akan segera kesana" jawab Sean sebelum menutup ponselnya.
Kenapa Yang..? " panik Dea.
"Ibunya Tari meninggal, kita harus segera kesana" ucap Sean.
"Yaudah ayo, dah selesai kan sarapannya? " tanya Dea beranjak.
Mereka berdua bergegas menuju Rumah sakit untuk memastikan keadaan, begitu sampai disana Sean dan Dea berlari menuju lokasi.
"Tari.. " teriak Dea saat menemukan Tari.
"Kak..Tari sudah tidak punya siapa-siapa lagi" tangis Tari pecah begitu bertemu dengan Dea.
"Tari untuk selanjutnya kamu akan tinggal disini buat bantuin aku ya" ucap Dea.
"Terima kasih Kak, Tari gak tau bagaimana Tari membalas kebaikan Kakak" sendu Tari.
"Sudahlah tidak usah sungkan, sekarang kamu istirahat dulu ..kamarmu di sebelah sana ya" ucap Dea.
"Makasih Kak, permisi" pamit Tari.
******
__ADS_1
Malam itu Dea dan Sean sudah berbaring di peraduan, mereka tidak melakukan aktivitas apapun selain tiduran dan mengobrol santai.
"Sayang mulai besok aku ingin mengajukan cuti ya? " tanya Dea pada suaminya.
"Itu lebih baik sayang, oh ya bagaimana kabar sahabat-sahabatmu itu.. sudah lama aku tidak pernah bertemu dengan mereka" tanya Sean pada istrinya.
"Leo akan segera menikah bulan depan" jelas Dea.
"Bagus kalau begitu, bagaimana dengan Ray? "
"Dia masih menunggu pujaan hatinya yang jauh disana" kekeh Dea.
"Kalau Mario sepertinya masih belum berniat untuk mengakhiri masa lajangnya" tandas Dea menerawang merasa kangen dengan sahabat-sahabatnya itu.
"Udah gak usah sedih gitu, kapan-kapan kita bisa jalan bareng nanti " bujuk Sean menghibur.
*****
Waktu terus berlalu dan kini kandungan Dea sudah berusia tujuh bulan dan Tari masih setia membantunya sampai detik ini, hingga suatu saat Tari sedang berbelanja di sebuah minimarket dan tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang wanita.
"Maafkan aku.. ini barang belanjaanmu" ucap wanita itu sambil memberikan kantong belanjaan Tari yang terjatuh.
"Terima kasih.. " jawab Tari.
__ADS_1
"Hai.. aku Viona, kamu Tari kan? "tanya Viona membuat Tari kaget dan bingung kenapa wanita dihadapannya bisa mengenalnya.