Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 19.


__ADS_3

"Apa..dibagian apa yang sedang kosong? " Sean terlonjak kaget


"Kau lupa ya..bukankah kau yang menyuruhku mencari pengganti Sila karena dia akan cuti menikah! " sepertinya gadis itu yang akan jadi sekretarismu nanti" Ken terkekeh menahan tawanya.


"Oh No.. aku akan selalu sial kalau setiap hari bertemu dengannya Ken" ucap Sean menggerutu.


"Kita lihat saja hasil interview nya nanti ya Bos, mari kita berangkat sekarang" ajak Ken.


Hari ini mereka berdua akan meeting bersama salah satu kliennya di sebuah Resto yang tidak jauh dari perusahaan.


"Ken apa Tuan Surya sudah dilokasi? "


"Sepertinya sudah Bos"


"Baiklah, aku tidak suka terlalu lama menunggu" ucap Sean datar. 10 menit kemudian mereka sudah sampai di lokasi dan bertemu dengan kliennya.


"Selamat pagi Tuan Sean senang bisa bekerja sama dengan anda" sapa Tuan Surya saat bertemu dengan Sean.


"Terima kasih Tuan Surya silahkan di mulai meeting nya" ucap Sean datar.


Meeting berjalan selama dua jam dan akhir nya selesai, Sean dan Ken pun bermitan.


"Baiklah Tuan Surya kami permisi dulu" pamit Ken mewakili Bosnya.


"Silahkan Tuan Ken semoga kerja sama kita kedepannya berjalan dengan lancar" jawab Tuan Surya.


Setelah berpamitan Sean dan Ken masuk ke dalam mobil, Saat akan melajukan mobilnya tiba-tiba ponsel Ken berdering.


"Ya ada apa! " jawab Ken


"Baiklah kami akan segera kembali"


"Bos.. sepertinya kau harus terbiasa bertemu dengan gadis itu setiap hari mulai sekarang" goda Ken.


"Apa maksudmu Ken? "


"Gadis itu lulus interview" jawab Ken dan melajukan mobilnya.


"Oh tidak.. " Sean memijit pelipisnya yang tidak sakit.


"Kau ini kenapa.. dia cantik dan sepertinya cerdas kok" cetus Ken.


"Apa kau tau apa yang terjadi saat aku bertemu dengannya? "


"Sepertinya kalian berjodoh Bos"

__ADS_1


"Apa kau ingin ku pecat Ken!" geram Sean



"Semoga dia tidak bikin ulah, kita lihat saja apa kau betah bekerja denganku" batin Sean menyeringai.


"Jangan terlalu benci Bos, aku takut nanti kau malah jatuh cinta padanya" tawa Ken menggelegar.


"Sialan kau" kesal Sean


"Kalau kau tidak mau buat aku saja, kelihatannya aku tertarik dengannya"


"Terserah kau"Sean sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


Setelah beberapa menit mereka pun sudah tiba di kantor.


" Bos aku akan cek ke bagian HRD sebentar kau masuklah ke ruanganmu" ucap Ken sebelum pergi dan Sean pun mengangguk.


Sesampainya di ruang HRD Ken menemui Bu Sandra sebagai kepala HRD.


"Selamat siang Bu Sandra, bagaimana Interview nya tadi? " tanya Ken.


"Setelah Interview dari 5 kandidat kami pihak HRD memilih Dea sebagai sekretaris Bos yang baru Pak" jelas Bu Sandra.


"Apa menurutmu dia cocok di posisi itu? "


"Baiklah bisa aku bertemu dengannya? "


"Silahkan Pak, dia sudah menunggu" Bu Sandra mengantar Ken bertemu dengan Dea


"Ini ruangannya Pak dan ini CV nya, saya permisi" Bu Sandra mengundurkan diri dan Ken masuk ke dalam ruangan.


"Ehmm.. selamat siang" salam Ken


"Selamat siang Pak" jawab Dea berdiri


"Bagaimana interview mu Nona? " tanya Ken kemudian.


"Saya sudah di Terima Pak, saya berjanji akan bekerja sepenuh hati" janji Dea


"Baiklah siapa namamu? "


"Selin Dea Aprilia" Dea memperkenalkan diri.


"Selin Dea Aprilia.. biasa dipanggil Dea " ucap Ken sambil membaca CV Dea.

__ADS_1


"Baiklah Dea selamat bergabung, mulai besok kau akan bekerja sebagai sekretaris Presdir"


"Terima kasih Pak" senyum Dea mengembang.


"Ayo aku antar kau ke ruangan Presdir" ajak Ken keluar diikuti oleh Dea.


tok


tok


"Masuk" terdengar suara dari dalam dan Ken masuk bersama Dea.


"Permisi Bos ini Calon sekretaris Bos yang baru" ucap Ken memperkenalkan dea pada Bosnya.


"Baiklah perkenalkan dirimu"


"Saya Selin Dea Aprilia senang bisa bekerja disini" ucap Dea memperkenalkan diri.


Sean yang sedari tadi membelakangi nya mulai membalikkan badannya hingga membuat Dea terlonjak kaget.


"Kau.. Tuan Ken apa dia Bos yang anda maksud? " tanya Dea


"Benar Nona, perkenalkan dia Sean Alexander Mahendra CEO di perusahaan ini" jelas Ken


"Oh no.. maaf Tuan kalau begitu saya mengundurkan diri" mohon Dea membuat Sean terlonjak.


"Apa.. bagaimana gadis sepertinya menolak menjadi sekretaris ku" batin Sean geram.


"Bagaimana kau bisa menolak menjadi sekretaris ku setelah kau mengalahkan 4 orang yang lain saat interview tadi" kesal Sean


"Maaf Tuan Sean tapi saya tidak berminat menjadi sekretaris Anda! " ketus Dea


"Apa.. Ken"


Ken tau apa yang harus ia lakukan" Maaf Nona tapi anda sudah menanda tangani kontrak selama setahun jadi anda tidak bisa mengundurkan diri" jelas Ken membuat mata Dea membola.


"Kalian sudah menjebak ku" sungut Dea


"Ini sudah peraturan perusahaan Nona dan ini berlaku juga bagi semua karyawan, jadi mulai besok anda sudah bisa mulai bekerja" ucap Ken lagi. Dea menatap tajam dan pergi meninggalkan mereka berdua dengan membanting pintu.


Brakk


"Gadis yang unik kan, baru kali ini ada gadis yang menolak pesona Sean alexander" ejek Ken pada Sean dan berlari keluar ruangan.


"Brengsek kau" umpat Sean sambil melempar bolpoin pada Ken.

__ADS_1


"Gadis pemberani, kita lihat sampai kapan kau bisa menolak seorang Sean" ucap Sean menyeringai.


__ADS_2