
Setelah 30 menit perjalanan mereka telah sampai di sebuah cafe tempat meeting itu diagendakan. Hari ini Sean menyetir sendiri mobilnya.
"Ayo jangan lemot" ajak Sean beranjak keluar.
"Iya Pak"jawab Dea sambil merengut
" Ih.. baru aja keluar sudah ngeselin" umpat Dea dalam hati. Mereka pun masuk menuju tempat yang sudah disiapkan.
"Selamat Siang Tuan Sean" sambut Tuan bagas
"Siang Tuan Bagas" jawab Sean
"Ini sekretaris saya Nadin" ucap Tuan Bagas memperkenalkan sekretaris nya.
Sean mengangguk dan memperkenalkan Dea" dia Dea sekretaris saya" jawab Sean singkat.
"Selamat siang Tuan Sean, Hai Dea apa kabar? " ucap Nadin dengan senyum sekiranya ke arah Dea dan Sean menyadari itu.
"Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya? " tanya Tuan Bagas.
"Kami adalah teman se kampus" jawab Dea
"Oh bagus dong, semoga kerja sama kita semakin lancar kedepannya" ucap Tuan Bagas sumringah.
"Ehm.. silahkan di mulai Tuan" sahut Sean mengalihkan pembicaraan.
Meeting berjalan selama satu jam dan makan siang pun telah selesai.
"Maaf Pak, saya permisi ke toilet sebentar" pamit Dea pada Sean dan Sean pun mengangguk. Setelah kepergian Dea Nadin pun meminta ijin pula ke toilet.
"Saya ijin ke Toilet juga Pak" ucap Nadin
"Silahkan" jawab Tuan Bagas.
__ADS_1
Nadin menunggu Dea di depan kamar mandi dan setelah melihat Dea ia mulai menyapanya.
"Hai Dea, beruntung sekali kamu bekerja di perusahaan sebesar itu, main pelet lo ya? "cibir Nadin
" Sorry gue gak seperti lo" jawab Dea kesal
"Bagaimana kabar Mario sekarang, gue kangen sama dia" tanya Nadin lagi
"Gue gak tau" jawab Dea singkat sambil beranjak pergi tapi Nadin menarik tangannya kasar.
"Lepas, "teriak Dea
" Apa kau tau kenapa dia sampai pergi" Nadin tersenyum jahat
"Dia ikut nyokap bokapnya" jelas nya
Tidak, lo salah De, dia pergi karena lo" sentak Dea
"Lo memang gak ada salah sama dia, tapi dia pergi karena dia gak mau gue nyakitin lo, dan apa lo tau dia juga ngorbanin perasaan dia buat jadian sama gue karena gak mau lihat gue nyakitin lo, dan karena itu gue benci banget sama lo. " jelas Nadin
"Gak, lo bohong.. gak mungkin Mario kayak gitu" Dea sudah mulai berkaca-kaca.
"Terserah klau lo gak percaya lo bisa tanyakan ini ke Rey, dia pasti tau semuanya" ucap Nadin sebelum beranjak pergi.
Setelah kepergian Nadin Dea menangis sejadi- jadinya mengambil benda pipihnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo, Rey gue mau bicara sama lo, nanti malem lo dateng ke rumah gue, " lirih Dea menahan air mata saat Rey sudah mengangkat telpon darinya.
"Ada apa De.. lo nangis.. lo gak apa-apa kan? " tanya Rey dari sebrang sebelum Dea menutup telponnya.
Setelah menutup telponnya Dea kembali ke meja tapi disana Dea hanya menemukan Bosnya.
"Apa kau sudah selesai, lama sekali" umpat Bosnya dan beranjak meninggalkan meja.
__ADS_1
"Maaf Pak" jawab Dea singkat mengikuti Bosnya.
Di mobil Dea hanya terdiam mengingat semua perkataan Nadin.
"Apa benar semua yang dikatakan Nadin sama gue Yo" batin Dea berontak sambil menahan air matanya agar tidak keluar tanpa Dea tau Sean sudah melirik ke arahnya sedari tadi.
"Ada apa dengannya, kenapa setelah dari toilet tadi dia jadi pendiam dan murung seperti ini" batin Sean.
Sesampainya di kantor Sean menyuruhnua masuk lebih dulu karena dia ada janji dengan Ken setelah ini.
"Kau masuklah terlebih dahulu, aku akan keluar lagi dengan Ken" perintah Sean.
"Baik Pak" jawab Dea dan keluar dari mobil dengan berlari menahan air matanya masuk ke perusahaan dan tanpa sengaja menabrak Ken yang hendak keluar.
"Akh.. maaf Pak " lirih Dea dan terburu pergi sebelum Ken menjawabnya.
"Ada apa dengannya, sepertinya dia menangis " batin Ken dan berjalan menghampiri Sean.
"Bos ada apa dengan Dea tadi" tanya Ken setelah masuk ke dalam Mobil, kali ini Ken yang akan menyetir mobilnya.
"Aku tidak tau Ken" jawab Sean acuh
"Sepertinya dia menangis Bos" ucap Ken lagi
"Dia jadi pendiam sejak bertemu dengan Sekretaris Tuan Bagas" jawab Sean
"Apa mereka saling mengenal sebelumnya? " tanya Ken lagi.
"Sepertinya mereka adalah teman kampus"
"Ooh.. mungkin masalah wanita Bos" ucap Ken tertawa geli.
"Sudahlah ayo jalan Ken"
__ADS_1