
"Astaghfirullah.. ngagetin deh" kesal Dea.
"Seneng banget pagi-pagi udah lihat ayank" goda Sean sambil duduk bersandar di meja kerja Dea.
"Ayank-ayank.. udah sana ke ruangan kamu, aku gak mau nanti ada yang lihat kita" ancem Dea.
"Dih ngancem.. emang kenapa kalau ada yang lihat? " tantang Sean.
"Ih nyebelin.. kalau kamu gak mau keluar aku yang bakalan keluar ya" ketus Dea hendak beranjak.
"Eh.. judes amat Buk, oke aku ngalah, selamat pagi calon istri.. " seringai Sean sebelum keluar.
"Gak jelas" celetuk Dea memijat pelipisnya sebelum akhirnya ponselnya berdering.
"Hallo Iya Le.. gimana kabar kamu? " tanya Dea mendapatkan Leo menghubunginya.
"Aku baik De.. gimana denganmu? " jawab Leo dari sebrang.
"Baik.. ckk kapan kamu pulang, aku kangen pingin main bareng lagi" cebik Dea merengut.
"Aku baru aja mendarat di Indonesia, ini baru keluar dari bandara" jawab Leo.
"Benarkah..apa Ray sudah tau? " antusias Dea.
"Aku baru akan berkunjung ke kantornya siang nanti" ucap Leo.
"Baiklah.. hati-hati di jalan Le, kita akan segera bertemu nanti.. dah" pamit Dea menutup ponselnya.
Hari itu Dea begitu bersemangat mengerjakan semua tugasnya, hingga tidak terasa jam makan siang telah tiba dan Dea masih belum menyadarinya sampai deringan ponsel mengagetkan nya.
"Keruangan aku, kalau gak aku yang bakal susulin kamu" ancam Sean dari balik ponselnya dan mematikan sepihak tanpa menunggu jawaban Dea.
"Ih.. maksa, untung aku lagi seneng hari ini" celetuk Dea beranjak menuju ruangan Sean. ia masuk begitu saja setelah mengetuk pintu tanpa menunggu jawaban Sean.
"Ada apa..? " tanya Dea duduk di sofa dengan senyum merekah.
"Bahagia banget kayaknya, ada apa? " tanya Sean kepo.
"Bahagia dong, kan mau kumpul sama sahabat-sahabat aku" info Dea membuat Sean memicingkan matanya.
__ADS_1
"Mampus.. gue lupa dia gak suka aku bicarain orang lain di depan dia" batin Dea melihat wajah Sean berubah datar.
"Oh gitu.. ikut seneng deh kalau gitu" seloroh Sean beranjak menuju meja kerjanya tapi Dea menarik tangannya.
"Maaf.. " mohon Dea.
"Maaf buat apa" sungut Sean.
"Oke.. katakan ada apa kau memintaku ke ruangan mu? " tanya Dea takut.
"Tadinya aku mau ditemenin makan siang sama kamu, tapi sepertinya kamu malah asyik sendiri" kesal Sean.
"Asyik ngapain, dari tadi aku kerja kok.. nih buktinya" ucap Dea memberikan sebuah berkas pada Sean.
"Apa itu..? " tanya Sean menelisik.
"Berkas kerja sama kita" jawab Dea.
"Pinter banget dah selesai" puji Sean.
"Hari ini aku lagi seneng makanya cepat kelar" jawab Dea bersemangat membuat wajah Sean kembali teduh.
"Jadi hal-hal yang berhubungan dengan sahabat-sahabat mu begitu menjadi penyemangat di dalam segala urusanmu ya.. " celetuk Sean sedikit kesal.
"Tidak seperti itu juga, sebenarnya bersamamu juga aku lebih bersemangat kok" ucap Dea serius.
"Itu harus.. mulai sekarang kau harus bisa jaga hati buat aku" tegas Sean.
"Tolong jangan terlalu posesif padaku, aku tidak nyaman" keluh Dea.
"Aku hanya sedikit cemburu saja" lirih Sean.
"Aku mengerti, mau makan siang apa.. udah pesen belum? " tanya Dea mengalihkan pembicaraan.
"Udah.. sebentar lagi Ken datang membawa makan siang kita" jawab Sean merebah menggunakan paha Dea sebagai bantalan sambil menunggu kedatangan Ken.
"Kerjaan kamu dah selesai? " telisik Dea melihat Sean memejamkan matanya.
"Ini saatnya istirahat, jadi jangan bahas pekerjaan.. oke! " mohon Sean.
__ADS_1
"Iya.. " jawab Dea menahan tawanya.
Sean sudah sedikit terpejam saat ketukan pintu mulai terdengar.
"Boleh saya masuk Bos? " teriak Ken dari luar.
"Masuk " jawab Dea mewakili karena Sean masih dalam keadaan mata terpejam.
"Maaf, ini makanannya Nona" ucap Ken kikuk melihat Bosnya tidur dipangkuan Dea.
"Terima kasih Pak Ken, apa anda sudah makan siang? " tanya Dea.
"Sudah Nona, saya permisi dulu.. selamat makan" pamit Ken dan Dea mengangguk dengan senyum manisnya.
"Apa kamu ingin tidur? " tanya Dea membangunkan Bosnya.
"Sebentar lagi" jawab Sean beralih memeluk perut Dea posesif menenggelamkan wajahnya disana dengan mata yang memerah.
"Sebaiknya kamu makan dulu setelah itu istirahat lagi, kelihatannya tubuhmu sedang tidak baik-baik saja" tegas Dea.
"Aku tidak apa-apa sayang, hanya sedikit mengantuk saja" jawab Sean beranjak duduk.
"Semalam dari mana, kenapa sampai bisa mengantuk.. ini seperti bukan dirimu" tanya Dea sambil menyiapkan makan siang mereka.
"Tidak kemana-mana kok, hanya mikirin kamu sampai gak enak tidur" curhat Sean.
"Ih lebay.. udah ayo makan" ajak Dea.
Dea sudah memulai makan siangnya berbeda dengan Sean yang hanya memandangi nya saja dengan senyum kecilnya.
"Kenapa tidak makan? " tanya Dea.
"Dengan melihatmu makan lahap seperti itu membuatku kenyang" canda Sean.
"Kau tidak boleh seperti ini ayo buka mulutmu, biar aku yang menyuapi mu" ucap Dea mengarahkan suapan pertama ke hadapan Sean.
"Dengan senang hati sayang" Sean mulai membuka mulutnya, mereka menyelesaikan makan siang dengan cepat.
"Sekarang jam 1 siang, masih ada waktu 1 jam sebelum meeting.. istiratlah dulu diruanganmu nanti aku akan membangunkanmu" bujuk Dea melihat Sean memijat pelipisnya.
__ADS_1
"Iya.. jangan tinggalkan ruangan ini, aku mau tidur begini saja" lirih Sean merebahkan kepalanya di paha Dea lagi, Dea membelai kepala Sean dengan lembut sembari mempelajari berkas untuk meeting sampai lelakinya itu tertidur.
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan hubungan ini, kamu terlalu posesif tapi aku juga tidak bisa mengabaikanmu" dengus Dea.