
Pagi itu Dea bangun dengan rasa malas karena harus kembali bekerja,ia turun menuju meja makan dengan muka masam membuat Mama dan Papanya berfikir macam-macam.
"Ada apa De.. kenapa muka kamu kusut begitu? " cibir Mama.
"Hari ini kamu masuk kerja? " Papa menambahkan membuat Dea mengangguk malas.
"Lho kok gak semangat gitu sih.. bukannya Bos kamu ganteng ya? " ejek Mama menahan tawanya.
"Mama ih.. apaan sih" cebik Dea sambil mencoba memulai sarapannya.
Saat sedang asyik sarapan, terdengar suara klakson mobil dari depan membuat semua orang menghentikan acara sarapan mereka.
"Siapa pagi-pagi begini" tanya Papa
"Itu pasti Rey Pa, hari ini dia menjemput Dea untuk berangkat bersama" jelas Dea hendak beranjak.
"Ajak masuk aja sekalian sarapan De.. " perintah Mama.
"Iya Ma.. " jawab Dea sambil menuju pintu.
"Masuk dulu Rey, dipanggil Mama" ucap Dea pada Rey.
"Papa Mama Ada? " tanya Rey.
"Iya.. mereka kangen sama lo" Dea menarik tangan Rey masuk menuju meja makan.
"Pagi Pa.. Ma.. " sapa Rey setelah sampai di meja makan, Semua sahabat Dea selalu memanggil orang tua Dea dengan sebutan Pama Mama saking akrabnya.
"Pagi Rey.. " jawab Papa Mama bersama an.
__ADS_1
"Rey gue ke atas dulu ambil tas ya" pamit Dea membuat Rey menggangguk.
"Sarapan dulu Rey" ajak Mama.
"Kebetulan Sudah tadi" jawab Rey.
"Bagaimana kabar Mario Dan Leo, kalian Sudah lama tidak pernah kesini" tanya Papa.
"Mereka melanjutkan study nya ke luar negeri Pa" jelas Rey.
"Oh begitu" Papa mengangguk tanda mengerti.
"Ayo kita berangkat Rey" ajak Dea yang Sudah menuruni tangga.
"Dea berangkat dulu ya Ma.. Pa" pamit Dea pada orang tua nya disusul oleh Rey.
"Rey juga pamit Pa.. Ma"
"Iya.. Assalamualaikum"
"Kenapa kamu berangkat sepagi ini De" tanya Rey saat di dalam mobil.
"Gak apa-apa Rey" santai Dea.
"Apa Bos mu itu mulai bertingkah? "
"Tidak, jangan khawatir fokuslah ke depan. "
Setengah jam kemudian mereka telah sampai di depan gedung perusahan dimana Dea bekerja.
__ADS_1
" Terima kasih Rey, hati-hati di jalan" person Dea sebelum turun dari mobil Dan melambaikan tangannya. Dea memasuki gedung tersebut setelah sebelum nya menyapa satpam dan Resepsionis. Saat akan memasuki lift tiba-tiba seseorang mengangetkannya.
"Ikut aku.. " tarik Sean pada Dea mengajaknya menaiki lift khusus.
"Ken.. kau cari lift yang lain" perintah Sean membuat Ken berdecak kesal.
"Siap Bos.. " jawab Ken terpaksa.
Di dalam lift Sean tidak melepaskan genggaman tangannya pada Dea.
"Lepaskan.. " ketus Dea menarik tangannya dari dari genggaman Sean.
"Gak.. " kekeh Sean.
"Dasar arogan" gerutu Dea.
"Apa katamu..kenapa kau selalu menolakku? " tanya Sean sedikit memgintimidasi.
"Itu bukan urusanmu" Dea semakin kesal dengan tingkah Bos nya itu.
"Dasar gadis aneh" celetuk Sean membuat Dea menyorot tajam ke arahnya.
"Aku tau aku sangat Tampan tapi kau tidak perlu melihatku seperti itu" goda Sean dengan kerlingan matanya membuat Dea jengah.
"Dasar tidak waras" kesal Dea.
"Aku memang sudah tidak waras" lirih Sean mendekat pada Dea membuat gadis itu mundur beberapa langkah dan terpojok, Sean mengungkungnya dengan kedua tangannya dan menatap lekat wajah Dea dengan Intens.
"Ya ampun jantung gue" bisik Dea dalam hati saat tiba-tiba Sean mendekatkan wajahnya.
__ADS_1
"Cup..