Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 60.


__ADS_3

Dea dan Sean mengikuti Mama menuju kamar Mario di lantai atas.


"Kalian masuk saja ya, Mama tinggal ke belakang sebentar" pamit Mama.


"Iya Ma.. Terima kasih" jawab Dea sambil membuka pintu kamar.


"Assalamu'alaikum.. " sapa Dea saat memasuki kamar sahabatnya diikuti Sean dari belakang membuat kedua laki-laki yang sedang mengobrol ringan itu menoleh ke arahnya.


"Waalaikumsalam.. " jawab keduanya.


"Yo gimana kabar kamu? " tanya Dea mendekati sahabatnya.


"Lebih baik.. kamu sama siapa? " tanya Sean melirik laki-laki yang bersama Dea.


"Dia Bos aku" jawab Dea bingung seraya melirik Sean sehingga menimbulkan kecurigaan di hati Mario.


"Hai.. perkenalkan saya Sean Bos nya Dea" sapa Sean memperkenalkan diri pada kedua sahabat Dea. Saat dengan asyik mengobrol mereka dikagetkan dengan kedatangan Mama Mario.


"Kalian sudah makan belum? " tanya Mama.


"Belum Ma.. " jawab Rey meringis.


"Ya udah ayo ke bawah kita sarapan bareng2, biar Mama siapkan dulu ya" ucap Mama tersenyum.


"Biar Dea bantu Ma.. " ucap Dea mengikuti Mama.


"Rey juga ya Ma" Rey juga mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Tinggal Sean dan Mario yang masih berada di kamar, mereka merasa canggung satu sama lain hingga Mario membuka percakapan.


"Apa benar kamu hanya Bos nya? " tanyavSean menghunus membuat Sean menatapnya tajam.


"Sepertinya ada yang kalian sembunyikan dariku" ucap Mario lagi.


"Kami adalah pasangan kekasih" jujur Sean.


"Apa kau yakin bisa membahagiakan nya? " tanya Mario lagi.


"Aku mencintainya" tegas Sean.


"Kuharap kau tidak mengecewakanku.. karena aku tau siapa dirimu" ucap Mario meyakinkan.


"Aku akan segera meresmikan hubungan kami berdua" yakin Sean.


"Aku berjanji akan selalu bertanggung jawab atas keselamatannya" yakin Sean.


"Kupegang janjimu, kalau sampai suatu saat nanti kau menghianatinya, aku akan membawanya pergi dan tidak akan membiarkan nya bertemu lagi denganmu " ancam Mario.


"Itu tidak akan pernah terjadi" ucap Sean tersenyum semirk.


"kalian sedang membicarakan apa? " tanya Dea tiba-tiba datang mengakhiri pembicaraan mereka.


"Tidak ada, kami hanya membicarakan tentang pekerjaan" jawab Mario, Tapi Dea merasa ada yang mereka sembunyikan.


"Apa kalian yakin? " tanya Dea belum mempercayai mereka.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita makan dulu" ajak Dea.


"Silahkan kalian turun, nanti Bibik akan mengantar makananku kesini" jawab Mario.


"Baiklah saya permisi dulu dan sepertinya nanti kami akan langsung pulang " pamit Sean menggandeng tangan Dea.


Dea mengikuti Sean turun kebawah dengan perasaan curiganya.


"Apa kau yakin tidak merahasiakan sesuatu padaku? " tanya Dea mencoba menghentikan langkah Sean.


"Tidak ada, ayo buruan dan setelah itu kita pulang " ucap Sean dan segera berkumpul menuju meja makan. Mereka menyelesaikan makan malam dengan obrolan ringan membahas tentang masa kecil mereka.


"Baiklah Tante, karena ini sudah malam kami permisi dulu" pamit Sean.


"Baiklah, Terima kasih atas kedatangan kalian, aku senang banget bisa mengenalmu Nak Sean" ucap Mama.


"Sama-sama Tante, saya permisi.. Assalamualaikum.. " pamit Sean mengakhiri dan pergi meninggalkan rumah Mario.


Di dalam mobil Sean diam saja fokus ke depan tanpa mengeluarkan kata apapun.


"Apa yang terjadi, kenapa dia tidak cerewet seperti biasanya" tanya Dea dalam hati.


"Mau pulang kemana? " tanya Sean membuyarkan lamunan Dea.


"Boleh aku pulang ke rumahku" jawab Dea membuat Sean mengangguk.


"Kenapa sih dia.. " kesal Dea

__ADS_1


__ADS_2