
Sore itu sepulang kerja Dea sengaja menunggu Ken karena ia berniat meminta tolong menghubungi Sean dari ponsel Ken. Setengah jam menunggu akhirnya Dea melihat Ken keluar dari lift.
"Pak Ken.. " teriak Dea membuat Ken menghentikan langkahnya.
"Iya Nona.. bisa saya bantu? " tanya Ken kemudian.
"Boleh aku berbicara dengan Bos melalui ponselmu" pinta Dea membuat Sean mengerutkan keningnya.
"Kenapa tidak dengan ponsel Anda sendiri? " tanya Ken.
"Dia tidak mau mengangkat telpon dariku" lirih Dea membuat Ken iba.
"Maafkan aku Bos, sepertinya kalian hanya salah paham disini.. maka ijinkan aku menghubungimu untuk Nona" batin Sean kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Sean.
"Ya Ken.. apa ada masalah disana..? " tanya Sean dari sebrang. Hening sejenak, Dea terdiam saking senangnya mendengar suara Sean, sosok yang baru ia sadari kalau tanpanya hatinya terasa hampa.
"Ken.. apa kau masih disana? " tanya Sean lagi membuat Dea semakin berkaca-kaca dan mematikan ponselnya.
"Kenapa anda diam saja Nona, Bos sedang di luar negeri sekarang" ucap Ken memberitahu Dea.
"Bisa aku bicara padamu Pak? " tanya Dea kemudian.
"Mari ikut saya" jawab Ken mengajak Dea memasuki mobilnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi padanya? " tanya Dea membuka pembicaraan saat mobil mulai melaju.
__ADS_1
"Kenapa anda menanyakannya padaku Nona, sebaiknya anda tanya langsung saja pada Bos" jawab Ken kemudian.
"Bagaimana aku bisa tanya kalau dia tidak mau menerima telpon dariku" keluh Dea.
"Sebenarnya Bos sedang cemburu saja Nona, dia sakit saat melihat anda lebih memprioritaskan orang lain daripada dia" Ken mencoba menjelaskan perlahan.
"Aku tidak pernah berniat seperti itu Pak.. " sendu Dea.
"Jujur sebenarnya Nona khawatir tidak dengan Bos saat dia sakit kemarin? "
"Aku sangat menghawatirkan nya Pak.. bahkan saat seminggu ini dia sama sekali tidak menghubungiku membuat hidupku terasa hampa" keluh nya.
"Bos hanya pergi untuk sementara Nona, dua hari lagi dia akan kembali karena akan ada pameran disini" jelas Ken.
"Apa aku boleh menyusulnya saja Pak.. " tanya Dea serius.
"Baiklah aku akan coba menghubunginya kembali nanti"
Setelah selesai berbicara Ken pun mengantarkan Dea pulang.
"Terima kasih Pak.. tolong sampaikan padanya kalau aku sangat merindukannya" sendu Dea berkaca-kaca.
"Baiklah Nona, saya permisi" pamit Ken kemudian pergi.
Dijalan tiba-tiba Sean menghubungi Ken untuk menanyakan kenapa dia menghubunginya tadi.
__ADS_1
"Ya hallo Bos.. "
"Ken kenapa tadi kau menelponku? " tanya Sean penasaran.
"Itu bukan saya Bos, tapi Nona" jelas Ken.
"Apa yang dia katakan? "
"Nona sangat merindukan anda Bos, Nona merasa hampa hidup tanpa anda" ucap Ken membuat Sean mengulum senyum nya disebrang sana.
"Apa dia mengkhawatirkanku? " tanya Sean antusias.
"Benar Bos, dia ingin menyusul anda karena sudah tidak tahan menahan rindu" ucap Sean menahan tawanya.
"Aku ingin dia yang mencariku Ken" ucap Sean.
"Dia sudah mencari anda Bos, kapan anda akan pulang? " tanya Ken.
"Aku akan segera pulang Ken, jangan katakan apapun padanya.. aku ingin memberinya kejutan" imbuh Sean.
"Siap Bos.. " Sean menutup ponselnya.
*****
Sementara Dea yang semalaman tidak bisa tidur karena menahan rindu pagi itu mendadak mual dan pusing.
__ADS_1
"Ya Allah ada apa ini.." keluhnya sambil mengeluarkan semua isi perutnya di kamar mandi.
"Sepertinya aku masuk angin.. pusing banget kepala aku.. " lirih Dea berjalan menuju ranjangnya. Dan terpaksa dia tidak masuk kerja hari itu.