Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 75.


__ADS_3

"Gak.. cuma nanya" jawab Ray mengalihkan.


"Dia gadis yang sangat manis, gue yakin lo bakalan cocok sama dia" ucap Dea memprovokasi.


"Bisa gue pertimbangin nanti" seringai Ray membuat Dea mendengus.


"Terserah lo deh.. suka-suka" santai Dea.


"Mau pulang kemana lo? " canda Ray.


"Ya ke rumah lah Ray.. bercanda lo" kesel Dea.


"Ya kali aja mau pulang ke apartemen ayank" goda Dea.


"Apaan sih lo" ketus Dea menimpuk Ray dengan botol air mineral yang dibawa nya.


Beberapa menit kemudian terdengar deringan ponsel Dea memekakkan telinga membuat atensi keduanya terfokus kesana.


"Tuh kan.. baru aja diomongin" sindir Ray.


"Ish.. " ketus Dea melipir menjauh.


"Ya hallo.. "


"Udah pulang belum, aku nungguin di apartemen" ucap Sean datar.


"Ini lagi di jalan, udah deket rumah ini.. besok aja ya" mohon Dea.


"Gak.. sekarang" perintah Sean.


"Tapi..tut..tut" Sean memutus sepihak membuat Dea kesal.

__ADS_1


" Kenapa..? " tanya Ray.


"Anter gue ke apartemen" ucap Dea.


"Gue bilang juga apa" Ray menahan tawanya.


"Lo ngeledek gue ya" Dea bertambah kesal.


"Ini real De"


"Oke.. lo menang" ucap Dea mengakhiri obrolan.


Ray segera melajukan mobilnya ke apartemen Sean, 15 menit kemudian mereka telah sampai di depan lobby.


"Tanks ya Ray.. Hati-hati dijalan" ucap Dea keluar dari mobil Ray.


"Kamu gak apa-apa masuk sendiri, nanti pulangnya gimana? " tanya Ray khawatir.


"Ada apa.. " tanya Dea ngeri.


"Kenapa tidak menghubungiku, apa kau tau aku sangat khawatir kalau jam segini kau masih berkeliaran di luar" tegas Sean.


"Maaf.. " lirih Dea.


"Aku maafkan, karena aku tidak kuat jika di diemin sama kamu" sendu Sean penuh penekanan membuat Dea menarik senyum dari bibirnya.


"Tapi ada syaratnya.. " tegas Sean memudarkan senyuman di wajah Dea.


"Apa.. " perasaan Dea mulai tak enak.


"Malam ini kau tidur disini" perintah Sean.

__ADS_1


"Hah.. nanti kalau Mama mencariku gimana? " panik Dea.


"Aku sudah meminta ijin dari Mama mu tadi" santai Sean membuat Dea membelalakksn matanya.


"Ijin apa..? " tanya Dea kikuk.


"Kau sedang dinas keluar kota 3 hari denganku" jawab Sean membuat kaki Dea lemas seketika.


"Dasar gila.. " umpat Dea.


"Biar Mama tidak mencarimu 3 hari ini" santai Sean.


"Oke Tuan Muda kau menang, sekarang biarkan aku istirahat" mohon Dea.


"good Girl" seringai Sean sebelum pergi dari hadapan Dea.


Dea memasuki kamar yang biasa ia gunakan saat bermalam di apartemen Sean, ia berendam beberapa menit untuk merelaksasi otot-ototnya karena seharian ini sangat menguji adrenalin nya.


"Huffff.. akhirnya bisa istirahat juga" ucap Dea membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.


Sementara itu Sean yang sudah selesai membersihkan tubuhnya berniat ke kamar Dea untuk suatu misi, Sean mencoba membuka pintu Dea yang ternyata dikunci.


"Sialan.. kenapa pakek di kunci sih pintunya" kesal Sean hingga akhirnya Sean terpaksa mengetuk pintunya.


Tok


Tok


Beberapa kali ketukan tapi tiada jawaban membuat Sean semakin kesal, ia mondar mandir di depan kamar Dea dengan mengacak rambutnya gelisah hingga akhirnya Dea keluar dari kamar karena merasa haus.


"Lo.. kok belum tidur? " tanya Dea kaget mendapati Sean di depan kamarnya terlihat gelisah.

__ADS_1


__ADS_2