
"Aku harap kamu gak ngecewain aku" sendu Dea lagi.
"Iya.. kita pamit ke Tari dulu ya.. setelah itu pulang" ajak Sean berjalan menuju ruang rawat Ibu Tari.
Tok..
Tok..
"Assalamualaikum.. " sapa Dea saat Tari mempersilahkan masuk dan ternyata Ibu Tari sudah siuman.
"Selamat sore Bu, bagaimana keadaan Ibu? " tanya Dea mendekat.
"Alhamdulillah Ibu baik-baik saja, terima kasih atas pertolongan kalian berdua semoga Allah yang membalas dengan kebaikan pula" doa Ibu Tari.
"Aminnn.. doa yang terbaik juga buat Ibu dan keluarga" jawab Dea.
"Nak.. boleh Ibu minta tolong pada kalian? " mohon Ibu Tari.
"Minta tolong apa Bu, kami akan bantu selagi kami bisa" jawab Sean diangguk i oleh Dea.
"Umur Ibu sudah tidak lama lagi, tolong jaga Tari untuk Ibu.. berilah dia pekerjaan agar tidak terlunta-lunta dijalan" pinta Ibu.
"Ibu jangan berkata seperti itu, Ibu akan baik-baik saja, masalah Tari biar dia bekerja dengan kami Bu, kebetulan kami belum mempunyai asisten rumah tangga.
__ADS_1
" Alhamdulillah.. Terima kasih Nak, kalian memang orang-orang baik" ucap Ibu terharu.
"Sama-sama Bu" ucap Dea tersenyum ramah.
"Kami permisi dulu ya Bu, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi kami" pamit Sean pada Ibu Tari.
"Iya Nak, Hati-hati dijalan ya" jawab Ibu.
"Tari kami balik dulu ya.. jaga Ibumu baik-baik" pesan Dea sebelum keluar dari ruang rawat itu.
"Iya Kak, sekali lagi Terima kasih" jawab Tari.
Sean dan Dea melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah mereka, di jalan Dea masih kepikiran tentang kehidupan Tari selama ini yang terlihat begitu berat bekerja menjadi tulang punggung keluarga.
"Terserah padamu sayang.. tohsekarang kamu juga lagi mengandung, jadi biar ada yang bantuin kamu di rumah" jawab Sean melirik sejenak pada istrinya. Dea tersenyum senang mendapat jawaban itu dari suaminya.
Sampai di rumah mereka berdua membersihkan diri dahulu kemudian melaksanakan kewajiban mereka, Sean juga telah memesan nasi padang secara online untuk makan malam mereka.
"Sayang ayo kita makan dulu setelah itu istirahat, pasti kamu sangat lelah kan hari ini? " ajak Sean saat istrinya keluar dari kamar.
"Iya.. ini hari termelelahakan sepanjang menjadi istrimu" sungut Dea.
"Apa kamu bahagia selama menikah denganku, maaf ya belum bisa membuatmu bahagia, aku masih mencoba untuk bisa memahami dan mengerti keinginanmu" jelas Sean.
__ADS_1
"Iya maafkan aku juga yang akan terlalu egois tidak bisa memahami dirimu" jawab Dea masuk kedalam pelukan suaminya.
"Baiklah, tidak usah mellow ayo kita makan dulu, aku suapin ya" tawar Sean.
"Gak usah, manisnya suamiku..aku makan sendiri aja" ucap Dea tersenyum haru mendapat perhatian dari suaminya.
Mereka berdua menyelesaikan makan malam dan setelah itu istirahat tanpa ada drama apapun, Sean mengerti saat istrinya sangat lelah sehingga ia membiarkannya tidur tanpa mengganggu nya terlebih dahulu.
Kumandang subuh berkumandang, Dea terbangun lebih dulu menatap suaminya dengan sayang. memainkan jemarinya diatas wajah rupawan itu sehingga suaminya terbangun.
"Selamat pagi.. " ucap Dea memberikan kecupan singkat pada suaminya.
"Pagi sayang, jam berapa ini? " tanya Sean memicingkan matanya.
"Jam 4 pagi, ayo bangun Yang..kita sholat dulu" ajak Dea beranjak duduk.
"Sebentar lagi ya, beri waktu 10 menit" jawab Sean sambil sedikit merusuh dipangkuan Dea, menggunakan paha istrinya sebagai bantal dan memeluknya posesif.
"Yang.. jangan merusuh pagi-pagi" ucap Dea berusaha meloloskan dirinya.
"Sebentar aja.. janji gak minta lebih" jawab Sean masih memejamkan matanya.
"Hufff.. "
__ADS_1