
"Taruhan apa? " tanya Dea dengan bingung.
"Kita taruhan, kalau dia beneran suka sama lo.. lo harus traktir gue selama seminggu begitu pula sebaliknya.. gimana.. deal..? " tantang Rey.
"Gimana cara kita buktikan itu? "
"Kita bikin dia cemburu" seringai Rey.
"Ih.. gak ada cara lain apa, mana mungkin dia cemburu sama gue" ucap Dea bermonolog.
"Maka dari itu perlu kita buktikan De, gimana kalau mulai sekarang kita pura-pura pacaran buat pancing reaksi dia, setuju gak lo? " tanya Rey.
"Ok deh.. deal" jawab Dea terpaksa.
"Sepertinya akan seru nih" Rey tertawa geli.
"Ih apa an sih lo"
"Langkah pertama lo harus ganti nama kontak gue di ponsel lo dengan nama My love" serius Rey.
"Apa.. gak ah..gila ya lo" tolak Dea.
"Kita mesti harus totalitas dong De, iya gak? " goda Rey menaik turunkan alisnya.
"serah lo deh" jawab Dea kemudian menyerahkan ponselnya.
"Ingat ya De kita perankan misi kita ini dengan baik " pesan Rey.
"Iya" jawab Dea singkat.
"Kelihatannya Bos lo itu suka sama lo cuma dia gengsi aja"
__ADS_1
"Kok lo bisa berasumsi kayak gitu sih? "
"Karena melihat tatapannya ke lo" tegas Rey.
"Sok tau lo" umpat Dea.
"Ok mulai besok gue anter jemput lo ya"
" Iya.. gimana kalau seandainya dia gak bereaksi apa? "
"Ya berarti gue yang traktir lo" tegas Rey.
"Bener ya.. gue yakin gue yang bakalan menang" sorak Dea membuat Rey tertawa dalam hati.
"Gue pastikan lo yang bakalan traktir gue De" batin Rey bersorak riang.
****
"Lo siap kan Dea? "
"Siap apa? " jawab Dea sok lupa.
"Buat jalanin misi kita yang kemarin" tegas Rey mengingatkan.
"Buang-buang waktu saja sih lo" gemas Dea.
"Siap-siap aja lo bakalan traktir gue De" tawa Rey menggelegar.
"Kita mulai dari mana? " tanya Dea
"Nanti siang gue bakalan jemput lo buat makan siang "
__ADS_1
"Tapi nanti gue ada meeting bareng Bos gue" ucap Dea menginfo.
"Bagus dong.. meeting dimana.. entar gue samperin" santai Rey sambil menyetir.
"Kok bagus"
"Iya lah.. ini kesempatan yang sangat bagus, nanti lo bakalan tau apa yang akan gue lakuin" santai Rey mengakhiri obrolannya setelah sampai di kantor Dea, dari spion Rey melihat sosok yang sangat ia kenali sedang memperhatikan interaksi mereka.
"Makasih ya Rey, gue masuk dulu " pamit Dea pada sahabatnya dan beranjak keluar dari mobil.
"Tunggu De" cegah Rey membuka pintu dan menghampiri Dea.
"Ada apa R.. " Rey menghentikan kata-kata Dea karena ia tiba-tiba mencium pipi Dea dan mengacak rambutnya lalu memeluknya erat, terlihat sangat romantis dari jauh.
"Rey apa an sih.. mau modus ya lo, ini gak ada di skenario kita" umpat Dea kesal.
" Bos lo sedang memperhatikan kita De.. ma'afin gue kalau kita mulai akting dari sekarang biar totalitas kita terlihat nyata"bisik Rey sambil memeluk erat Dea.
"Apa.. dimana dia? " tanya Dea mengedarkan pandangannya.
"Dia tepat dibelakang lo" bisik Rey lagi.
"Benarkah? "
"Iya.. mari kita jalankan misi kita mulai sekarang, dan asal lo tau dia terlihat geram" Rey terkekeh menahan tawa sambil melepas pelukannya.
"Ok.. nanti siang aku jemput ya sayang" Akting Rey sok romantis.
"Kok gue jadi risih ya Rey"
"Udah lo peranin aja peran lo dengan baik" Rey masuk ke dalam mobil dan Dea melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Sialan.. " umpat Sean yang sedang memperhatikan mereka dari jauh.