
"Tolong maafkan aku.. " sendu Sean.
"Jangan ngelunjak deh" ketus Dea menarik tangannya dari genggaman Sean.
"gemes banget kalau jutek gitu" goda Sean
"ih.. katakan apa mau mu setelah itu pergilah, aku sudah menelpon asisten Ken untuk menjemputmu" ucap Dea semakin jutek.
"Aku ingin kau kembali bekerja besok" pinta Sean.
"Gak.. aku gak mau" tegas Dea.
"Kalau begitu aku gak mau pulang" kekeh Sean.
"Dasar Keras kepala.. nanti orang tua aku dateng gimana? " panik Dea.
"Bagus, biar aku ngomong ke mereka nanti" santai Sean membuat mata Dea membola.
"Apa maksudmu.. tolong Pak, jangan merepotkan ku" mohon Dea sendu.
"Aku tidak merepotkanmu kok.. aku hanya ingin kau kembali bekerja sebagai sekretaris ku lagi mulai besok" ucap Sean penuh penekanan.
"Gak.. aku gak mau melihat kelakuan mesummu itu setiap hari" sindir Dea.
"Kelakuan mesum apa.. kapan? " selidik Sean.
"Kau tidak perlu mengelak karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri tadi" kesal Dea membuat Sean tersenyum tipis.
"Kenapa kau senyum-senyum begitu" sungut Dea.
__ADS_1
"Gak apa-apa seneng aja di cemburuin" goda Sean.
"Ih siapa yang cemburu.. " Dea mengalihkan pandangannya kikuk.
"Jadi kau tidak cemburu.. kalau begitu kenapa marah-marah padaku? " Sean membenarkan posisi duduknya dan semakin menggodanya.
"Tau ah.. bikin kesel aja, terserah kamu deh mau apa" Dea beranjak meninggalkan Sean menuju pintu tapi dengan gesit Sean menarik tangannya hingga Dea terjerembab ke dalam pelukannya. Hening sejenak saling tatap hingga terdengar ketukan di pintu kamar Dea membuat keduanya tersontak kaget.
"De.. kamu udah tidur ya, ini Mama Nak" panggil Mama dari luar.
"Belum Ma, bentar Dea masih ganti baju" teriak Dea masih dalam dekapan Sean.
"Lepasin, nanti Mama curiga " mohon Dea.
"Janji dulu besok kembali kerja! " tantang Sean.
"Gak.. ngadi-ngadi kamu, mau ambil kesempatan ya" jawab Dea memberontak.
"Iya Ma.. bentar"
"Lepasin Pak.. saya mohon"
"Janji dulu baru aku pergi" Sean tersenyum semirk merasa Dea tidak akan menolak.
"Ayo cepet jawab.. keburu Mama tau nih" Sean terus mendesak.
"Iya.. iya, besok aku balik kerja lagi" celetuk Dea tidak ada pilihanu lain.
"Good girl.. " ucap Sean mencuri kecupan singkat di pipi Dea dan pergi melompat lewat jendela membuat Dea berdiri mematung karena syok.
__ADS_1
"De... kamu dengar Mama gak sih, kok gak dibuka pintunya" kesal Mama.
"Eh.. iya Ma" jawab Dea tersadar dari rasa syok nya membuka pintu untuk Mama nya.
"Maaf Ma" lirih Dea saat melihat sorot tajam dari Mama nya.
"Kamu ini.. tadi kata Bibik ada laki-laki yang nungguin kamu di depan sampai kehujanan, benar itu? " tanya Mama.
"Iya Ma.. " jawab Dea takut.
"Siapa dia, kata Bibik dia belum pernah kesini.. berarti bukan Mario, Rey atau Leo kan, Mama tau semua sahabat laki-laki kamu" selidik Mama.
"Dia.. dia Bos aku dikantor Ma" jelas Dea takut.
"Apa.. kamu bikin salah apa sehingga Bosmu ngejar sampai rumah gini, sekarang dia dimana? " tanya Mama clingak clinguk mengintip kamar Dea.
"Gak ada Ma .. dia udah pulang, apa an sih Mama"
"Awas saja lalu kamu bikin ulah ya.. " ancam Mama.
"Iya Mama sayang.. "
"Ya udah kamu Istirahat, Mama pergi dulu"
"Iya Ma " jawab Dea lalu menutup pintu kamarnya.
Begitu masuk kamar ia mendapatkan Vc dari Bos gilanya itu.
"Apasih nih orang.. gak jelas banget " ucap Dea menatap layar ponselnya enggan mengangkat hingga akhirnya Sean mengirimkan pesan singkat.
__ADS_1
"Jangan lupa besok datang lebih pagi" pesan Sean membuat Dea kesal.