Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 18.


__ADS_3

Pagi itu Dea bangun lebih pagi untuk interview.


"Tumben pegi sekali sayang" ucap mama menyapa Dea


"Iya Ma hari ini ada interview di perusahan tempat Dea bekerja nanti. " jawab Kiran bersemangat.


"Berangkat sama siapa? " tanya Mana


"Nanti Rey kesini jemput Dea kok Ma"


"Kamu ini selalu ngerepotin dia"


"Dia satu-satunya sahabat aku yang tersisa Ma"


"Iya.. iya Mama mengerti, ya udah sarapan dulu sebelum berangkat" pesan mama sebelum beranjak.


"Mama mau kemana? "


"Mama ada janji sama teman Mama, semoga sukses interview nya ya sayang, Mama pergi dulu" pamit Mama sambil mengecup kening Dea.


"Makasih Ma, hati-hati di jalan ya Ma"


Setelah kepergia Mama Dea menghabiskan sarapannya dan bersiap-siap.


Saat sedang bersiap Dea menerima notifikasi dari ponselnya.


"De gue udah di depan" notif dari Rey.


"Oke tunggu sebentar"


Dea beranjak turun dan keluar dari rumahnya menghampiri Rey yang sudah menunggunya.


"Hai Rey, gimana penampilan gue? " tanya Dea saat sudah masuk ke mobil Rey. Hari ini Dea memakai atasan kemeja putih dan Rok hitam sebatas lutut dengan rambut dikuncir kuda membuatnya semakin memukau.



"Udah cantik kok"jawab Rey seraya melajukan mobilnya.

__ADS_1


" Kamu jadi kuliah lagi Rey? " tanya Dea


"Sepertinya begitu De, kenapa? "


"Kok balik tanya sih" kesel Dea


"Pingin tau aja kenapa"


"gak apa-apa tanya aja"


Rey terkekeh, Andai kamu tau alasan Mario ninggalin kita apa kamu masih bisa memahaminya nanti De? aku hanya takut kau mendengarnya dari orang lain nanti" Rey bertanya dalam hati.


"Rey kok kamu malah ngelamun sih, fokus dong" cebik Dea.


"Ini fokus De.. tuh dah mau sampai" ucap Rey sambil menunjuk gedung di depannya.


"Itu gedungnya, lo gak salah Rey? "


"Iya itu, lo gak percaya, buktikan aja di dalam" gurau Dea.


"Ih malah bercanda, ya udah gue turun.. makasih ya, bye" pamit Dea


"Nanti gue naik taxi aja Rey"


"Ok deh.. hati-hati gue pergi dulu ya" pamit Rey kemudian melajukan mobilnya.


Setelah kepergian Rey Dea memasuki gedung yang menjulang tinggi itu seorang diri.


"Selamat pagi bisa kami bantu"sapa salah satu resepsionis menyambutnya.


"Pagi mbak, saya mau interview" jawab Dea singkat.


"Baik dengan Mbak siapa,Silahkan tunggu sebentar saya hubungi pihak HRD dulu ya" ucap resepsionis itu.


"siap mbak, saya Dea" setelah beberapa saat menunggu akhirnya Dea dipanggil juga.


"Mbak Dea silahkan naik ke lantai 3 terus belok ke kiri disitu adalah ruang HRD, Mbak sudah ditunggu disana" ucap resepsionis itu memberi info.

__ADS_1


"Terima kasih mbak, permisi" pamit Dea


"Iya sama2 mbk"


Saat Dea hendak masuk ke dalam lift Dea bertabrakan dengan seseorang yang keluar dari lift.


"Brakk.. "


"Maafkan sa.. " Dea tidak melanjutkan kata-kata nya saat melihat orang yang ia tabrak. terlihat dua orang laki-laki tampan yang sudah tidak asing lagi di matanya.


"Kau.. " ucap mereka bersama dengan wajah kesal.



"Kenapa kau selalu ada dimana-mana?aku selalu saja sial saat bertemu denganmu" dengus Dea sambil mengambil barang-barangnya yang berceceran.


"Sedang apa dia disini? " batin Sean terlonjak melihat wanita yang selalu merusak harinya itu berada di kantornya,dan terus pergi begitu saja.


"Anda tidak apa-apa Nona" sahut Ken tersenyum membantunya.


"Tidak apa-apa, katakan pada temanmu itu apa dia tidak bisa sedikit tersenyum dengan orang? " kesal Dea.


"Maafkan dia Nona, saya akan memberitahu nya nanti, dan ngomong-ngomong sedang apa anda disini? " tanya Ken


"Saya mau interview hari ini Tuan" jawab Dea


"Begitu, semoga interview Nona dilancarkan dan saya permisi dulu Nona, sampai bertemu lagi" pamit Ken dan beranjak menyusul bos nya.


"Terima kasih Tuan " jawab Dea


Ken menyusul Bos nya yang sudah berada di mobil.


"Lama sekali kau Ken? " ucap Sean


"Maaf Bos" jawab Ken singkat


"Ada keperluan gadis itu di kantorku? " tanya Sean lagi dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Dia mau interview Bos"jawab Ken asal


" Apa..? "


__ADS_2