Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 102.


__ADS_3

Sean kembali ke mobilnya dengan muka lesu karena ternyata istrinya itu masih benar-benar masih marah padanya.


"Gimana Bos..? " tanya Ken.


"Dia masih marah Ken, sebaiknya kita menemui Mario saja" usul Sean.


"Usul yang bagus Bos, besok aku akan membuat janji dengannya" jawab Ken kemudian melanjukan mobilnya.


"Iya.. sekarang kita kembali ke hotel dulu" perintah Sean memejamkan matanya.


Sampai di hotel Sean benar-benar tidak menyangka kedatangannya ke Negara ini akan bertemu dengan istri yang dicari nya selama ini, Sean menerawang menatap langit-langit membayangkan penampilan istrinya saat ini sangat berbeda, ia terlihat lebih elegant dan terawat, mungkin itu karena dia bertemu orang yang tepat.


"kamu gak bisa menyembunyikan anakku, secepat nya aku akan menemukannya" janji Sean dalam hati hingga suara deringan ponsel mengagetkan nya.


"Iya Ken.. katakan" jawab Sean.


"Tuan Mario mau menemui kita besok pagi Bos" ucap Ken.


"Bagus, dimana..? "tanya Sean.


"Di apartemen nya" jawab Ken singkat.


Sean menutup ponselnya dengan meninggalkan senyuman manis, ia berharap Mario bisa memberikan info mengenai buah hatinya.


******


Keesokan hari nya seorang anak laki-laki sedang merengek minta es cream pada Daddy nya.

__ADS_1


"Daddy.. Kenzo mau escream" rengek nya.


"Sebentar sayang, Daddy selesaikan ini dulu ya" jawab Mario.


"Oke.. " jawab anak kecil itu.


"good boy.. " Mario mengusak rambut Kenzo gemas hingga terdengar suara bel menggema.


Mario sudah hendak beranjak membukakan pintu saat Kenzo tiba- tiba Kenzo menghadangnya.


"Biar Kenzo yang buka Dad" jawab Kenzo berjalan menuju pintu.


"Hallo sayang, Mario ada gak? " tanya Ken pada Kenzo.


"Daddy sedang sibuk.. " jawab Kenzo membuat Sean dan Ken saling pandang.


"Ada yang nyari Daddy.. " ucap Kenzo polos.


"Ini teman Daddy sayang.. " jelas Mario pada Kenzo.


"Silahkan masuk Tuan-Tuan.. " ucap Mario mempersilahkan.


"Terima kasih" jawab Ken dan Sean bersama an.


"Silahkan duduk, kenapa kalian tiba-tita mencariku kemari" ucap Mario menohok sambil membawa Kenzo dalam pengukuannya.


"Maaf Tuan Mario, kami tidak sengaja melihat Nona Dea pas rapat kemarin, dan Bos ingin bertanya apakah anak Bos bersamanya.

__ADS_1


" Kenapa kalian tidak menanyakan langsung padanya" tantang Mario.


"Aku sudah mencoba bicara padanya, tapi dia benar-benar belum memaafkanku.


" Ini Kenzo.. dia anakmu" celetuk Mario memperkenalkalkan.


" Benarkah, tapi mengapa dia memanggilmu Daddy" tanya Sean.


"Dia sudah terbiasa memanggilku Daddy semenjak masih bayi , dan harusnya kamu bersyukur karena aku mau menggantikan sosokmu selama ini" kesal Mario.


"Oke aku percaya.. " Jawab Sean asal.


"Sini sayang.. " sapa Sean pada anaknya tapi Kenzo menggeleng lemah.


"Sayang, dia adalah Daddy kandungmu.. apa kamu tidak mau menyapanya" bisik Mario pada Kenzo yang masih ada di pangkuannya.


Sean mulai berkaca- kaca melihat anaknya tidak mau mendekat padanya, Sean sangat terpukul dan mengerti kenapa anaknya itu tidak tau tentang dirinya sama sekali.


"aku sudah berusaha untuk mengenalkanmu padanya tapi mungkin dia masih belum terbiasa saja" jelas Mario.


"Ayo Ken peluk Daddy mu, dia sengaja kesini kerena kangen denganmu" bujuk Mario.


"Tapi kenapa Momy gak bilang kalau Kenzo punya Daddy lain lagi" tanya Kenzo kepo.


"Itu karena dia tinggalnya jauh.. ayo mendekatlah dia benar-benar kangen padamu" ucap Mario dan akhirnya Kenzo pun mendekat kearah Sean dan memeluknya.


"Sayang.. maafkan Daddy ya.. " sendu Sean pada anaknya.

__ADS_1


"Hentikan..jangan sentuh dia, Ken kemari.. "


__ADS_2