
Jam 11 siang mereka telah menyelesaikan meetingnya dan sebelum kembali ke kantor Sean berinisiatif untuk mampir makan siang terlebih dahulu.
"Sebelum kembali kita cari makan dulu ya" ajak Sean.
"Baiklah"
"kau pesanlah dulu aku mau ke toilet sebentar" ucap Sean kemudian berlalu menuju toilet.
Saat sedang asyik menunggu pesanannya tiba-tiba Dea dikagetkan dengan sapaan seseorang.
"Dea.. " sapa seseorang dan langsung memeluknya.
"Firman..sejak kapan kau berada di kota ini? " tanya Dea antusias.
"Beberapa bulan yang lalu aku kembali ke kota ini, aku bekerja disini" jelas Firman.
"Benarkah.. "
Firman adalah saudara jauh Dea, mereka dibesarkan bersama hingga suatu keadaan memisahkan mereka, orang tua Firman berpisah dan Firman dibawa oleh ayahnya ke luar pulau. Mereka asyik mengobrol melepas rindu hingga tanpa Dea sadari dari kejauhan Sean menyaksikan kedekatan mereka.
"Kenapa saat bersama orang lain kau bisa tertawa lepas seperti itu, sedangkan saat bersamaku kau begitu jutek dan pembangkang" lirih Sean kesal, matanya sudah memerah menahan amarahnya. hingga saat laki-laki yang bersama Dea pergi ia berinisiatif untuk menghampiri Dea.
"Ayo kita kembali saja" ajak Sean tiba-tiba dengan wajah datarnya.
"Lho.. katanya mau makan dulu, aku sudah memesannya tadi" heran Dea saat Sean memaksa kembali.
"Aku sudah tidak lapar lagi"
__ADS_1
"Kok bisa.. makan apa? "
"Makan hati.. " jawab Sean kesal sampai masuk ke dalam mobil. Dea sungguh tidak mengerti dengan Bosnya ini, semalam tiba-tiba manis dan sekarang kenapa jadi marah-marah gak jelas gini, Dea semakin pusing dibuatnya, apalagi saat Sean mengemudikan mobilnya dengan kencang membuat semakin takut saja.
"Berhenti.. berhenti aku bilang" teriak Dea karena Sean lebih mengencangkan laju mobilnya.
Ada apa denganmu sebenarnya? " tanya Dea dengan begitu panik, dan setelah itu Sean menepikan mobilnya dan menatap Dea dengan tajam.
"Ada apa.. kenapa kau terlihat marah begitu? "
"Jelaskan..! " bentak Sean penuh penekanan.
"Jelaskan apa, aku tidak mengerti maksudmu" Dea semakin bingung.
"Siapa laki-laki tadi"
"Saudara.. kenapa bisa terlihat sangat romantis seperti itu" kesal Sean.
"Romantis.. kenapa kau jadi begitu posesif padaku, aku bebas melakukan apapun tanpa meminta ijinmu kan? "
"Tidak mulai sekarang" ucap Sean penuh penekanan.
"Kenapa? "
"Karena aku mencintaimu.. aku tidak suka kau berinteraksi dengan pria manapun selain aku" Sean meraih tangan Dea dan mengecupnya lembut, Dea masih terpaku dengan jawaban Sean, ia tidak percaya dengan ucapan Bos nya itu.
"Cinta.. aku sudah bilang padamu kalau aku tidak mau masuk ke dalam hidupmu kan, jadi tolong hargai keputusanku" lirih Dea memohon.
__ADS_1
"Tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan keseriusan ku padamu, setelah itu kau boleh mengambil keputusan.. tolong buka hatimu untukku.. " mohon Sean dengan sendu.
"Kumohon jangan seperti ini, aku tidak mau saat hati ini sudah terpaut nanti tiba-tiba akan kecewa " sendu Kiran.
"Itu tidak akan terjadi, tolong beri aku waktu 2 minggu untuk meyakinkanmu" mohon Sean menggenggam erat jemari Dea.
"Bagaimana kalau orang di masa lalumu tiba-tiba hadir" tanya Dea serius.
"Siapa maksudmu..aku tidak pernah menjalin hubungan serius dengan wanita kecuali satu orang dan dia sudah pergi jauh meninggalkanku"jelas Sean.
" Kemana..? "
"Aku tidak tau.. dia menghilang tanpa kabar" jawab Sean.
"Aku takut dia akan kembali dan kau akan meninggalkanku nanti"
'"Aku tidak tau apa yang terjadi nanti, yang aku tau hanya aku mencintaimu saat ini dan ingin lebih dekat denganmu, tolong buka hatimu untukku" pinta Sean untuk yang ke sekian kali membuat Dea akhirnya dengan ragu mengangguk lirih.
"Terima kasih.. " ucap Sean berseri melajukan mobilnya tanpa melepas genggaman tangannya pada Dea.
"Lepaskan tanganku dan fokuslah kedepan" ucap Dea agak risih.
"Biarkan seperti ini, aku masih bisa fokus kok" jawab Sean keras kepala membuat Dea menghembuskan nafasnya.
"Dan aku mohon jaga batasanmu saat kita sedang di kantor" pinta Dea.
"Apa..maksudmu kau ingin menyembunyikan hubungan kita dari orang kantor? "
__ADS_1
"Iya.. "