Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 74.


__ADS_3

"Hana.. "teriak Dea kaget mendapati gadis cantik yang lama tidak ia lihat.


" Apa kabar De..? " tanya Hana tersenyum senang.


"Baik.. kamu sekarang tinggal disini? " Dea tanya balik.


"Iya.. aku mulai kerja disini seminggu yanga lalu" jelas Hana.


Sama seperti Mario, Hana adalah teman masa kecil Dea, cuma dia harus pindah ke luar kota sejak duduk di bangku SMP membuat mereka jarang bertemu bahkan berkomunikasi.


"Gak nyangka bisa ketemu kamu disini" ujar Dea senang.


"Kenalin ini Rayhan sahabat aku" ucap Dea memperkenalkan sahabatnya.


"Hai.. Rayhan.. " sapa Ray pada Hana.


"Hana.. "


Setelah berkenalan mereka berencana melanjutkan kesibukan masing-masing.


"Kamu mau kemana Han.. gabung sama kita aja gimana? " tanya Dea menawarkan.


"Gak De.. kapan-kapan aja gue ada perlu di luar" jawab Hana canggung.


"Oke.. sampai ketemu lagi kalau begitu, Hati-hati ya..." ucap Dea mengakhiri obrolannya.


Ray dan Dea mencari keberadaan Leo, dan yang dicari ternyata tidak sendiri ia bersama dengan seorang gadis cantik duduk disebelahnya.


"Hai.. " sapa Dea mendekati mereka berdua diikuti oleh Ray.

__ADS_1


"Sorry lama, kita sholat dulu tadi" ucap Ray ikut duduk di samping Dea.


"Ini siapa Le.. imut banget" tanya Dea tersenyum pada sosok imut tersebut.


"Kenalin dia Cerry.. " jawab Leo memperkenalkan gadis yang bersamanya.


"Hai aku Dea, senang berkenalan denganmu" ramah Dea.


Mereka berempat ngobrol dan setelah itu jalan bareng ke mall menghabiskan waktu bersama mumpung lagi kumpul.


"Andai ada Mario juga disini" halu Dea.


"Dia sudah janji bakalan dateng saat nikahan lo" celetuk Ray.


"Ish.. oh ya Mama bilang Mario udah membaik dan sudah mengingat semuanya termasuk tentang kita" cerita Dea bersemangat.


"Kapan-kapan kita akan mengunjunginya bersama" usul Leo.


"Apaan sih gila ya lo" sungut Dea.


"Pasti dia setuju De, apasih yang gak buat lo" celetuk Leo.


"Kalian berdua sama aja, yuk Ferry kita tinggal aja" ajak Dea menggandeng tangan Ferry melipir ke toko accessories diikuti Ray dan Leo dibelakangnya sambil tertawa senang menggoda Dea.


Vibrasi telpon mengagetkan Dea yang sedang melihat-lihat accessories bersama Ferry.


"Bentar Cerr gue angkat telpon dulu ya" pamit Dea pada Ferry kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat Bos galaknya yang menelpon.


"Hallo.. " jawab Dea sedikit takut.

__ADS_1


"Apa kau sudah sampai dirumah? " tanya Sean sambil mengemudikan mobilnya.


"Aku.. Aku masih jalan ke mall" ucap Dea takut.


"Dengan siapa dan dimana? " tanya Sean penuh penekanan.


"Bareng temen.. gak berdua kok kita berempat, kamu dah makan? " Dea sedikit mengalihkan pembicaraan.


"Aku masih dijalan" jawab Sean.


"Oke.. langsung pulang saja istirahat, setelah ini aku langsung balik kok" ucap Dea.


"Baiklah.. hati-hati, jaga sikap dan jangan pulang terlalu malam" pesan Sean.


"Iya sayang.. kamu juga jangan lupa makan malam ya, dah.. " pamit Dea menutup ponselnya.


"Hufff.. untung dia gak nekat nyusulin kemari" batin Dea memijat pelipisnya dan berjalan menghampiri Cerry lagi.


"Cerr udah belum.. balik yuk udah malam" ajak Dea.


"Iya udah yukk" jawab Cerry.


"Ray.. Le.. yuk balik" seloroh Dea.


Akhirnya tepat jam 9 malam mereka kembali pulang. Cerry bersama Leo dan Dea diantar Ray.


"De.. yang tadi temen lo waktu kecil? " tanya Ray penasaran.


"Yang mana.. " tanya Dea belum mudeng.

__ADS_1


"Oh.. Hana maksud lo? " ucap Dea lagi membuat Ray mengangguk.


"Kenapa.. naksir lo" goda Dea.


__ADS_2