
Akhirnya siang itu mereka tertidur tanpa drama hingga tepat jam 4 sore terdengar ketikan pintu menggema.
Tok
Tok
Dea mulai terusik dan berjalan membuka pintunya.
"Ada apa Ma.. " tanya Dea saat terlihat Mama mentembul dibalik pintu.
"Kalian sudah bangun, bersiap-siaplah sebentar lagi MUA akan segera datang meriasmu" pesan Mama.
"Iya Ma, Dea mandi dulu" jawab Dea.
Setelah menutup pintu Dea berencana untuk mandi tapi ia melihat ranjang tengah kosong.
"Kemana dia? " lirih Dea.
Dea clingukan mencari sosok yang beberapa jam lalu resmi menjadi suaminya, tapi tiba-tiba..
"Grppppp" Sean memeluknya dari belakang membuat Dea menjerit.
"Aaahh... " Dea berteriak reflek.
"Stttt.. pelankan suaramu sayang, Orang-orang bisa dengar" bisik Sean ditelinga Dea sambil menutup mulutnya.
"Kau mengagetkanku.. " lirih Dea.
"Benarkah.. " Sean meletakkan dagunya di pundak Dea dan mengecupnya singkat.
"Lepaskan.. aku mau mandi" pinta Dea memberontak.
"Gak mau.. sudah PW" manja Sean.
"Mama bilang kita harus segera bersiap-siap " ucap Dea menginterupsi.
"Gimana kalau mandinya bareng aja, biar cepet" goda Sean.
"Hah.. gak, itu bukan solusi nanti bakalan lama" tolak Dea.
__ADS_1
"Janji gak akan nakal.. " rayu Sean lagi.
"Tidak ada tawar menawar, cepet lepasin" rengek Dea.
"Kasih booster dulu baru aku lepas" ucap Sen memberi penawaran.
"Booster apa? " tanya Dea dan Sean memberi kode menunjuk pipinya.
"Ckk.. " cebik Dea tapi ia menuruti permintaan Sean tanpa perdebatan.
"Cup" Dea memberi kecupan singkat di pipi Sean.
"Disini juga" interupsi Sean. dan Dea menurutinya.
"Disini juga" Sean menunjuk bibirnya.
"Kok malah ngelunjak sih" kesel Dea tapi ia tidak bisa menolak, berniat memberi satu kecupan singkat tp karena Sean menarik tengkuknya maka terjadilah pertemuan benda tanpa tulang sore itu hingga Dea merasa kehilangan nafasnya dan memberontak.
"Hemmp.. " Dea berusaha mendorong tubuh Sean.
"Maaf sayang.. terlalu bersemangat" ucap Sean terkekeh geli.
"Maaf sayang, oke silahkan mandi" ucap Sean melepaskan Dea.
Malam telah tiba, tamu-tamu juga sudah datang termasuk sahabat dan rekan bisnis Sean.
"Wee.. akhirnya laku juga lo Tuan Sean yang arogan" ledek Alex.
"Apaan sih lo, gue orang nya lembut kok" ucap Sean sombong.
"Iya deh yang udah nemu pawang" sindir Ken.
Sean asyik bercanda dengan teman-temannya sementara Dea yang kini bersama Meta sedang mojok di sisi ruangan menikmati kudapan sedap yang sayang untuk dilewatkan.
"Akhirnya lo udah jadi mantan perawan De.. " ledek Meta.
"Apaan sih, gue masih perawan kok.. statusnya aja yang beda" mereka tertawa bersama hingga akhirnya sebuah panggilan mengagetkan mereka.
"De.. " sapa Ray di ikuti oleh Leo bersama pasangannya.
"Kalian.. " ucap Dea bersemangat dan clingukan.
__ADS_1
"Mario mana, jangan bilang dia ngingkari janjinya lagi" cemberut Dea.
"Mungkin dia masih diperjalanan" jawab Ray.
"Awas saja kalau dia ingkar lagi, gue gak bakalan mau ketemu dia seumur hidup gue" ancam Dea.
"Sayang.. " sapa Sean menghampiri istrinya di tengah para sahabatnya.
"Ayo ketengah.. acara segera dimulai" ajak Sean diangguk i oleh Dea.
Pembawa acara sudah membuka acaranya diawali dengan pemotongan kue setelah itu berdansa diiringi musik yang syahdu.
"Seneng banget bisa sampai tahap ini, setelah perjuangan panjang dapetin hati kamu, tolong jaga hati hanya buat aku" pinta Sean di tengah-tengah dansa nya.
"Justru kamu yang harus jaga hati buat aku, mengingat banyak sekali pengagum super fanatik yang masih suka mengejarmu" kesal Dea.
"Iya sayang.. hati aku sudah penuh akan namamu jadi sudah tidak bisa diisi nama yang lain lagi" gombal Sean.
"Mulai deh Receh nya" sindir Dea.
Mereka berdansa hingga alunan musik romantis itu berhenti dan dilanjutkan oleh hiburan artis lokal menemani acara terakhir yakni jamuan kudapan yang sudah dipersiapkan.
"Selamat menempuh hidup baru Tuan Sean, semoga menjadi keluarga yang harmonis" ucap salah satu rekan bisnisnya menghampiri mereka.
"Aku ke toilet dulu ya" pamit Dea berbisik di telinga Sean.
"Iya sayang.. apa perlu ditemani? " tawar Sean.
"Gak usah, kamu temani saja tamu-tamu kamu aku akan segera kembali" ucap Dea sebelum pergi. Dea clingak-clinguk mencari seseorang yang dia tunggu sehingga ia tidak melihat seseorang berjalan dihadapannya dan..
"Brukkk.. " terjadilah tabrakan dengan salah satu pelayan yang membawa minuman dingin hingga tumpah ke baju Dea.
"Maaf Nona saya tidak sengaja" ucap pelayan itu ketakutan.
"Iya tidak apa-apa, biar aku bersihkan" jawab Dea ramah berjalan ke kamar mandi, ia membersihkan minuman dingin yang membasahi gaunnya. Saat keluar dari kamar mandi ia di kagetkan oleh seseorang yang sedang bersandar di depan toilet tersenyum manis.
"Mario.. " lirih Dea berkaca-kaca.
"Hai.. " sapa Mario merentangkan tangannya membuat Dea berhampur ke pelukannya meluapkan segala rasa yang selama ini terpendam di dada.
__ADS_1