
Sore hari Dea sudah sampai di jogja, ia dan Bosnya sudah berada di depan sebuah hotel untuk menginap di sana.
"Selamat sore Tuan, apa ada yang bisa kami bantu? " tanya salah satu petugas disana.
"Reservasi atas nama Sean Alexander" tegas Sean.
"Baik tunggu sebentar"
Setelah menunggu beberapa saat petugas itu menyerahkan kuncinya pada Sean.
"Ini kuncinya Tuan. . semoga Tuan dan Nyonya menikmati liburannya, silahkan" ucap Petugas itu ramah.
"Apa hanya 1 kunci" tanya Sean keheranan.
"Kamar yang di pesan atas nama Tuan Sean hanya 1 kamar Tuan" tegas petugas tersebut.
"Tapi kami berdua, apa bisa kami pesan kamar 1 lagi" mohon Dea.
"Maaf Nona, kamar disini sudah penuh" jelas petugas tersebut.
"Apa..? " Dea menatap tajam ke arah Sean.
"Ada apa kau menatapku begitu" Sean menahan tawanya.
"Apa ini rencanamu Tuan Sean" kesal Dea.
__ADS_1
"Aku tidak tau apa-apa, sudahlah waktu hampir gelap sebaik kita istirahat dulu diluar juga sedang hujan petir kita tidak punya pilihan lain" cuek Sean dan beranjak. Dea mengikuti Bosnya sambil menggerutu dan tanpa ia sadari Sean berhenti mendadak dan Dea menabrak punggungnya.
"Kenapa kau berhenti tiba-tiba? " omel Dea.
"Apa kau tidak melihat kita sudah sampai dipintu lift! " kesal Sean akhirnya.
"Dasar gadis pemarah, tapi aku suka" umpat Sean menyeringai dalam hati.
"Masak iya gue harus satu kamar dengan Bos galak ini.. oh ya ampun andai saja ada Mario disini, hotel ini adalah salah satu hotel milik keluarganya kan.." keluh Dea dalam hati menyesali dan berjalan memasuki lift. Didalam lift tidak ada obrolan serius sampai akhirnya Lift itu berhenti mendadak dan lampunya padam, sontak Dea langsung melompat memeluk Sean dari belakang dengan tubuh gemetar.
"Hei.. ada apa denganmu, kau membuatku kaget saja" teriak Sean.
"Maafkan aku, biarkan seperti ini sebentar.. aku mohon " pinta Dea sendu dibalik punggung Sean.
Sean terdiam sesaat merasakan tubuh Dea yang gemetar.
"Ya Tuhan gadis bar bar sepertimu pun masih ada yang kau takuti" ejek Sean terkekeh geli.
"Diam kau" ketus Dea sambil melepaskan pelukannya.
"Ada apa dengan lift ini" kesal Sean
Dengan sedikit kesal Sean berusaha menghubungi orang diluar agar bisa menyelamatkan mereka, Sampai beberapa waktu terdengar suara memberitahu kalau tim hotel sedang berusaha memperbaiki lift yang bermasalah.
"Ya ampun sampai kapan kita di dalam sini" keluh Dea ketakutan.
__ADS_1
"Hei gadis bar bar apa kau tidak bisa tenang, bukankah masih ada orang lain di sampingmu jadi kau tidak usah takut" tegas Sean tapi dibalas cuek oleh Dea dan akhirnya dia pun duduk meringkuk di pojokan.
Sean berusaha menghubungi Ken tapi tidak tersambung.
"Kau benar-benar menyusahkanku Ken" kesal Sean sambil menendang dinding Lift sehingga membuat goncangan yang membuatnya terjatuh menimpa Dea. Dalam gelap Dea merasakan hembusan nafas di dekat wajahnya membuat jantungnya berdetak kencang.
"Ya ampun jantungku.. " lirihya.
"Kenapa, apa kau menikmatinya" ledek Sean dari atas tubuhnya, Dea yang mendengar ledekan Sean segera tersadar dan mendorong tubuh Sean dengan keras.
"Auw.. dasar gadis bar bar" rintih Sean.
"Kau benar-benar mencari kesempatan dalam kesempitan pak Bos galak.
" Jangan sombong, bukankah kau juga menikmatinya " semirk nya
"Ih.. ngarep, sorry anda bukan tipe saya "
"Begitu.. " tantang Sean mendekat dan mengungkung tubuh Dea di dinding dan mendekatkan wajahnya hendak mencium Dea.
"Kau menantang ku gadis bar bar, akan aku buktikan kalau kau akan segera jatuh cinta padaku" janji Sean.
"Tak mungkin" kekeh Dea membuang muka.
Saat tengah asyik menggoda Dea tiba-tiba ponsel Sean berdering.
__ADS_1
"Ya Ken..! "