Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 21.


__ADS_3

Dihari pertamanya bekerja Dea merasa canggung dan deg-degan.


"Kok jadi deg-degan gini sih, semoga semuanya lancar" lirih Dea, ia berjalan memasuki gedung yang menjulang tinggi itu.


"selamat pagi Nona, selamat bergabung di kantor kami." ucap salah satu staf.


"Terima kasih"senyum Dea mengembang dan menuju ke lantai atas tempat Bos nya berada.Sesampainya di dalam lift Dea berpapassn dengan Ken.


" Selamat pagi Tuan Ken? "


"Selamat pagi Dea, apa kau sudah siap bekerja? "


"Siap tuan" jawab Dea " meskipun terpaksa" batinnya merongrong.


"Baiklah ayo aku tunjukan ruanganmu" Dea mengangguk dan mengikuti Ken. Mereka berdua berjalan menuju sebuah ruangan dan setelah sampai Ken menjelaskan apa yang harus ia lakukan.


"Emm.. Dea, apa kamu sudah punya kekasih? " tanya Ken tiba-tiba


"Apa? " teriak Dea kaget


"Maaf Dea aku hanya bercanda" senyum Ken


"Aduh.. senyumnya bikin sakit jantung" batin Dea


"Kenapa Anda bertanya begitu"ucap Dea canggung.


" Jangan terlalu formal gitu dong kalau sedang berdua gini, biar enak kerja sama kita" pinta Ken


"Baiklah" ucap Dea.


"Bos belum datang, nanti kamu bisa serahkan berkas ini kalau dia sudah datang" ucap Ken seraya memberikan sebuah berkas berwarna merah.


"Siap Pak" jawab Dea.

__ADS_1


"Tolong biasakan panggil Ken saja kalau sedang berdua, kita berteman mulai sekarang" ucap Ken mengulurkan tangannya.


"Baiklah, " jawab Dea menjabat tangan Ken.


Akhirnya Ken dan Dea semakin terlihat akrab sehingga mereka bisa bekerja sama dengan baik.


Sekitar jam 8 pagi Sean tiba diruangannya, setelah beberapa menit terdengar ketukan pintu.


tok


tok


"Masuk" uacapnya


Terlihat seorang gadis masuk dengan menundukkan wajahnya.


"Permisi Pak, ini berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Dea sambil menyerahkan map berwarna merah ke meja Sean.


"Apa ada lagi yang ingin kau katakan? " tanya Sean kemudian.


"Tidak Pak" jawab Dea


"Kalau begitu keluarlah, aku akan mempelajarinya dulu" semirk Sean membuat mata Dea membola.


"Apa, permisi Pak" pamit Dea dengan nada kesalnya ia pun mengumpat lirih"dia mengusir ku.. dasar Bos gila, selalu saja bikin kesal" umpat nya berjalan keluar.


"Apa kau mengumpat ku? "


"Tidak Pak.. permisi" senyum Dea terpaksa


Sean tersenyum melihat tingkah sekretaris barunya itu, setelah bertemu beberapa kali ia merasa Dea adalah gadis pertama yang menolak pesonanya.


"Bos apa berkasnya sudah kamu Terima? " tanya Ken nyelonong masuk.

__ADS_1


"Apa-apaan kamu Ken, bisa tidak kalau masuk ketuk pintu dulu" kesal Sean.


"Maaf Bos" jawab Ken memegang tengkuknya dan Sean mendengus kesal.


"Bos aku rasa aku mulai tertarik dengan Dea, dia gadis yang sangat cerdas Bos" Ken menengadah membayangkan wajah Dea sambil tersenyum.


Sean mulai jengah melihat tingkah asistennya dan melemparkan bolpoin ke wajah Ken.


"Apaan sih Bos bikin kaget aja" sungut Ken


"ngayal aja kamu"


"Apa kau tidak merasa dia gadis yang sangat unik Bos, aku yakin kalau sudah mengenalnya kau akan jatuh cinta padanya"


"Tidak mungkin" elak Sean


"Kenapa tidak mungkin dia sangat sesuai dengan kriteria mu"


"Ken apa kau tidak ada pekerjaan selain membahas hal yang tidak penting ini? " ucap Sean datar.


"Baiklah maafkan aku Bos, nanti siang kau akan ada pertemuan dengan Tuan bagas di cafe biasa, dan kali ini Dea yang akan menemanimu karena aku ada urusan di kantor cabang" ucap Ken


"Apa.. ini pertemuan penting Ken, apa dia bisa meng handle ini semua? " khawatir Sean


"Kau jangan khawatir Bos, aku sudah mengajarinya dan aku yakin dia mampu karena dia adalah gadis yang cerdas" jawab Ken yakin.


"Baiklah terserah padamu saja"


Dan Akhirnya makan siang telah tiba Sean bersiap pergi bersama Dea ke sebuah pertemuan, di dalam mobil.


"Apa kau sudah menyiapkan semua berkasnya? " tanya Sean saat sudah tiba di mobil.


"Sudah Pak" jawab Dea singkat

__ADS_1


__ADS_2