Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 30


__ADS_3

Setelah meeting selesai Sean meminta Dea untuk ke ruangannya.


"Ke ruangan ku sekarang" ucap Sean datar pada Dea.


"Baik Pak" jawab Dea dengan memutar matanya malas.


"Permisi..Bapak memanggil saya? "


"Kemari.." ucap Adit memanggil Dea.


Dea mendekat dan Sean menatap sekretaris nya itu.


"Makan siang nanti aku ingin kau ikut denganku" tegas Sean.


"Kemana Pak? "


"Bisakah kau tidak banyak bertanya" kesal Sean.


"Tapi Pak saya sudah ada janji" lirih Dea takut.


"Kemana..apa kau ada janji dengan kekasihmu?"


"Apa perlu saya jelaskan kepentingan pribadi saya Pak? " Dea mulai kesal


"Saya Bos nya jadi kamu menuruti perintah saya"


"Tapi itu jam istirahat Pak.. saya berhak menentukan kemana saya pergi, anda tidak bisa memaksa saya.. permisi" Dea meninggalkan ruangan Bos nya.


Hari itu menjadi pagi yang membingungkan bagi Dea, dimana Bos nya marah-marah gak jelas padanya sehingga membuatnya kesal.


Jam makan siang tiba Dea bersiap-siap untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya, ia sangat bersemangat karena sudah lama mereka tidak berkumpul bersama. Di dalam lift ponsel Dea berbunyi.


"Iya Rey ini gue udah mau keluar"


"Aku udah di depan kantor kamu, kita berangkat bareng" ucap Rey mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Sementara itu setelah kepergian Dea, Sean mencari benda pipihnya untuk menghubungi asistennya.


"Siap Bos, apa ada masalah? " terdengar suara Ken dari sebrang.


"Ken suruh anak buah mu mengawasi Dea kemana Dia pergi makan siang dan laporkan padaku" perintah Sean.


"Baik Bos, laksanakan" jawab Ken dari sebrang dan Sean menutup ponselnya.


"Gadis pembangkang, apa kau mau main-main denganku" tantang Sean.


Tepat jam 12 siang Dea dan Rey sampai di Resto langganan mereka.


"Apa mereka sudah sampai Rey? " tanya Dea saat turun dari mobil Rey.


"Aku rasa mereka sudah sampai De.. " jawab Rey berjalan disamping Dea.


"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan mereka Rey" ucap Dea antusias. Setelah masuk ke resto Dea mencari dimana sahabatnya berada hingga sebuah lambaian menyadarkan Dea, ia berlari dan berhambur ke pelukan Leo.


"Gue kangen sama Lo" lirih Dea dalam pelukan Leo.


"Mario mana? " tanya Dea sambil clingak clinguk mencari keberadaan sahabatnya.


"Dia sedang ke toilet" jawab Leo


"Apa kabarmu Rey? " tanya Leo pada Rey.


"Baik, kamu gimana? "


"Aku juga baik"


"Kapan kamu sampai ? "


"Kemarin aku sampai" jelas Leo.


"Hai.. " sapa Mario yang baru gabung.

__ADS_1


"Gimana kabar lo Yo? " tanya Rey.


"Baik Rey, gimana dengan lo? "


"Baik"


"Kok kalian kacangin gue sih.. " kesel Dea.


"Sorry De.. " peluk Leo dari samping. Mereka saling bertukar cerita karena sudah lama tak bertemu dan semua itu tak luput dari pantauan anak buah Ken, dan anak buah Ken juga mengirim foto-foto kebersamaan mereka pada Sean.


***


"Sementara itu di ruangannya, Sean sedang dalam mode buruk karena kelakuan Dea yang menurutnya membangkang.


" Dasar gadis murahan, kenapa dia bisa tebar pesona ke mana-mana begitu" kesal Sean.


"Kalian selidiki siapa mereka dan laporkan padaku" perintah Sean pada anak buahnya setelah melihat foto-foto yang di kirimkan anak buahnya.


"Kenapa kau begitu ingin mencampuri kehidupannya Bos? " tanya Ken yang saat itu sedang berada di ruangan Sean.


"Aku tidak tau Ken, kenapa aku bisa begitu kepo dengan kehidupannya. " lirih Sean


Dea sangat senang bertemu dengan sahabat-sahabatnya hingga ia tidak sadar kalau jam istirahat telah usai dan semua karyawan sudah kembali ke tempat kerja masing-masing.


"Apa kau tidak ingin kembali De..? " tanya Mario


"Iya.. sebentar lagi Yo" jawab Dea.


"Aku takut Bos mu marah dan kamu dipecat" Rey terkekeh geli.


" Kau benar Rey dia sangan Arogan" ucap Dea.


"Benarkah, setauku dia memang sosok yang sangat tegas dan disiplin. " sahut Mario.


"Dan dia juga sangat tampan" Leo meyakinkan

__ADS_1


"Dan juga sombong" batin Dea bermonolog, Dea tidak sadar ada seseorang yang mendengarkan ucapannya itu.


__ADS_2