Sahabat Sejati

Sahabat Sejati
BAB 34.


__ADS_3

Sean sangat kesal melihat kedekatan Dea dengan laki-laki yang katanya sahabatnya itu, Sean masuk ke dalam lift khusus menuju ruangannya.


"Gadis ceroboh kau benar-benar mau bermain-main denganku rupanya" geram Sean.


Tok


Tok


"Masuk" teriak Sean saat mendengar ketukan pintu.


"Permisi Pak" ucap Dea memasuki ruangan Bosnya.


"Ada apa? " tanya Sean dengan tatapan dinginnya.


"Ini jadwal bapak hari ini" ucap Dea memberikan agenda Bosnya.


"Bacakan saja dan setelah itu keluar" ketus Sean.


"Ya ampun bikin kesel banget nih Pak Bos, untung ganteng, kalau gak udah gue umpat tuh orang" batin Dea sambil merengut.


"Kenapa malah melamun? "


"Maaf Pak" Dea segera membacakan jadwal Bosnya dan setelah itu dia pamit keluar dengan wajah kesal.


"Permisi Pak.."pamit Dea


"Hmmm.. " jawab Sean singkat menambah kekesalan Dea.


Setelah keluar dari ruangan Bos nya Dea benar-benar sangat kesal, ia menggerutu sampai ke meja nya dan hal itu tak luput dari penglihatan Ken.


"Anda kenapa Nona" tanya Ken tiba-tiba mengagetkan Dea.


"Ya ampun.. Bapak bikin kaget aja" sontak Dea sambil menekan dadanya karena kaget.


"Aneh aja lihat orang ngomel sendiri" ucap Ken menahan tawanya.

__ADS_1


"Gak apa-apa hanya sedikit kesal aja Pak" jawab Dea menyeringai.


"Bos di dalam gak? "


"Iya.. "


"Tumben hari ini dia agak pendiem, lo kasih apa? " goda Ken pada Dea.


"Bapak bisa aja"


"Ken tersenyum dan beranjak masuk ke ruangan Bosnya tidak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Pagi Bos" sapa Ken begitu masuk ke ruangan dan mendapat tatapan sengit dari Bos nya.


"Santai Bro cuma mau mengingatkan nanti siang ada meeting di luar" Ken mencoba mencair kan suasana hati Bos nya yang sepertinya sedang panas.


"Aku sudah tau, bilang saja pada Dea suruh ber siap-siap" ucap Sean datar.


"Siap Bos.. " Ken pamit keluar dan menemui Dea.


"Siap Pak.. apakah anda akan ikut? " tanya Dea.


"Tidak.. kau akan pergi berdua dengan Bos" jawab Adit membuat Dea mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa..? bukankah enak pergi berdua dengan Bos? " goda Ken sambil berlalu membuat Dea menatap sengit.


***


Siang itu Dea dan Sean melakukan meeting dengan rekan bisnisnya di sebuah cafe tidak jauh dari kantornya. Saat meeting sedang berlangsung Dea menerima panggilan dari ponselnya yang saat itu tepat berada di atas meja disamping Sean, terlihat nama My Love disana membuat Sean terbelalak. Dea segera mengambil ponselnya dan ijin untuk mengangkat ponselnya.


"Permisi.. saya angkat telpon dulu Pak, silahkan dilanjutkan. " ijin Dea.


Sean mengangguk dan Dea pun melipir mengangkat telpon dari Rey.


"Hallo ya Rey.. "

__ADS_1


"De.. lo dimana? "


"Di cafe deket kantor, nanti gue share alamatnya" jelas Dea.


"Masih lama gak meeting nya? "


"Gak, mungkin sebentar lagi selesai"


"Ok,masih ada waktu istirahat, gue jemput lo sekarang"


"Ok.. " jawab Dea menutup panggilannya dn kembali duduk di tempat Bos nya.


"Maaf Pak lama menunggu" ucap Dea.


"Baiklah Tuan Sean Terima kasih atas kerja sama ini, semoga kedepannya berjalan dengan lancar, saya permisi" pamit rekan bisnis Sean undur diri.


"Baik, Sama-sama Tuan, Terima kasih juga atas kerja samanya" Sean menjabat tangan rekannya.


Setelah kepergian rekannya Dea segera merapikan berkas-berkas dan Sean menunggunya dengan tatapan menghunus.


"Sayang.. " teriak Rey yang sudah tiba di cafe, sontak membuat Dea dan Sean mencari asal suara.


"Hai.. " teriak Dea melampai yang membuat Sean semakin kesal saat Rey sudah mendekat dan berucap manis pada sekretaris nya.


"Sudah meeting nya? " tanya Rey tersenyum manis pada Dea.


"Iya.. sudah" jawab Dea agak risih.


"Selamat siang Tuan Sean, boleh saya pinjam Dea sebentar, kami ada janji ke toko perhiasan" ucap Rey membuat Dea terbelalak kaget.


"Apa.. apa maksudmu Rey, ini tidak ada pada skenario yang kita buat" batin Dea menatap tajam pada Rey.


"Ya kan sayang.. " tanya Rey pada Dea membuat Dea gelagapan.


"I.. iya.. "

__ADS_1


__ADS_2