
Berita kematian Ilham sudah menyebar luas ke penjuru kota. Wajar saja, karena Ilham keluarga Ilham adalah seorang konglomerat terkenal. Kasus ini bukanlah kasus yang dianggap remeh oleh pihak keluarga dan saat ini polisi tengah menyelidiki kasus ini.
Pita yang berada di apartemen seorang diri merasa ketar-ketir dengan keselamatan Rey. Ia takut jika perbuatan Rey akan menemui batunya di kemudian hari. Masih mending jika Rey di penjara, jika Rey dibunuh, Pita akan menjanda dan anaknya akan menjadi anak yatim.
Pita tidak habis pikir mengapa Rey bisa nekat melakukan perbuatan kriminal yang akan membahayakan dirinya.
Saat Pita sedang gelisah, suara bel pintu apartemen berbunyi. Dengan penuh rasa ketakutan, Pita mencoba untuk membuka pintu tersebut.
"Asiah," lirih Pita.
Tanpa disuruh masuk, Asiah segera masuk dengan penuh rasa ketakutan yang kuat. Pita tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada kakak iparnya.
"Kamu kenapa? Ada apa?"
"Kami harus bantu aku. Pokoknya kamu harus bantu!" tegas Asiah.
Pita semakin tak mengerti dengan ucapan Asiah yang mendadak minta di bantu. Sebelum meminta penjelasan, Pita memberikan minum terlebih dahulu agar Asih merasa tenang.
Setelah dirasa sudah cukup tenang, Pita segera mencari tahu apa yang sedang terjadi kepada Asiah.
"Cerita aja, kalau aku bisa bantu aku pasti akan bantu kamu," ucap Pita.
Mata Asiah menatap Pita dengan penuh harap meskipun ia sendiri merasa malu akan sikapnya yang pernah menghina dan mencuci Pita. Tapi itu tidak penting, yang terpenting sekarang bagaimana dirinya bisa aman.
"Pit … Ilham mati dan polisi sedang mencariku. Aku takut, Pit."
Mata Pita melebar sambil menutup mulutnya. Apa jadinya jika Asiah tau ternyata pelakunya adalah sang adik sendiri?
"Lalu apa hubungannya dengan kamu, Aish? Kan bukan kamu pelakunya," ucap Pita.
__ADS_1
Seketika mata Aisah menatap tajam kearah Pita. "Kamu tau bukan aku pelakunya? Padahal semua orang menuduh aku yang membunuhnya Pit, karena kasus perceraian kami dan akhirnya polisi mencariku."
Pita menatap sendu ke arah kakak iparnya. Kasihan sekali saat ini Asiah sedang menjadi kambing hitam.
"Kamu tenang. Kita bisa jelaskan kepada polisi."
"Gimana bisa tenang, semua keluarga Ilham tau kalau hubungan kami tidak baik sebelumnya. Pit tolong aku."
Pita tidak tahu harus berbuat apalagi. Apakah ia akan mengaku bahwa Rey pelaku sebenarnya atau membicarakan Asiah menjadi kambing hitam? Tiba-tiba perut Pita terasa sakit. Ia mengeluh kesakitan membuat Asiah merasa ketakutan.
"Kamu kenapa, Pit?"
"Aduh … sakit, Aish. Sakit perutku." Pita terus memegangi perutnya dengan suara merintih.
"Aku gak tau kamu kenapa? Aku gak mungkin bawa kamu ke rumah sakit bisa-bisa aku di tangkap, Pit." Asiah sangat panik.
"Dimana ponselmu?"
Dengan gusar, Asiah mencari ponsel Pita dengan cara menelpon nomornya. Saat dering ponsel telah ditemukan, Asiah segera menghampiri Pita untuk membuka kode ponselnya.
Tak butuh waktu lama setelah mendapatkan kabar dari Asiah Yuna segera meluncur menuju apartemen Pita. Saat ini pikiran Yuna sudah tidak karuan lagi, ia takut terjadi sesuatu kepada mantan majikannya yang sedang hamil muda. Sepanjang perjalanan Yuna berkomat-kamit melafalkan doa untuk Pita agar dia baik-baik saja.
Yuna terkejut saat melihat Pita yang meringkuk di sofa sambil meringis kesakitan sementara itu Asiah terlihat sangat ketakutan saat melihat Yuna datang.
"Kamu gimana sih! Adik ipar kesakitan kayak gini bukannya diantar ke rumah sakit malah nelpon orang," gerutu Yuna.
Yuna segera membawa Pita ke rumah sakit dengan bantuan satpam keamanan, karena Pita yang sudah tidak kuat lagi untuk berjalan.
"Kemana lagi, ini suaminya? Istri sakit bukannya nongol malah ngilang. Suka banget tuh orang ilang-ilang timbul kayak jin," gerutu Yuna.
__ADS_1
Semoga aja Pita baik-baik aja ya 😊
Sambil nunggu bab selanjutnya mampir dulu di karya salah satu teman teh ijo ya
JODOHKU DI DEPAN MATA
karya : MPHOON
Blurb :
Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.
Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.
Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.
Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.
Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?
Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.
Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?
Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.
Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya.
__ADS_1