
SEGENGGAM LUKA
BAB 63 || SUGAR MOMY
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA ..
Pita langsung menodong Rey dengan berbagai pertanyaan yang sudah ia persiapkan sejak tadi. Saat ini yang Pita butuhkan hanyalah sebuah penjelasan dari semua ini.
"Katakan Rey, apa maksud dari semua ini?"
Rey yang baru saja masuk mendapati dirinya seperti seorang tersangka yang sedang menjalani penyidikan dengan berbagai macam pertanyaan. Bingung ingin menjawab dari mana, akhirnya Rey mengajak Pita untuk duduk terlebih dahulu.
"Cepat katakan!"
"Sabar dong, Tan. Tante ini tipe orang yang gak sabaran ya? Ntar kalo kita nikah pasti tante lebih agresif," goda Rey.
"Ngaco mulu."
Rey menatap Pita yang sudah menekuk wajahnya. Sebenarnya semua ini akan menjadi kejutan untuk Pita tetapi, karena Pita sudah menghancurkan mood-nya maka dengan terpaksa Rey akan mengatakan semuanya.
"Oke, aku taju tante masih marah dengan kepergianku tanpa kabar dan selama kepergianku, aku tak pernah memberikan kabar. Itu semua aku lakukan untuk tante, untuk memperjuangkan tante. Aku takut jika aku sering menghubungi tante, aku tidak bisa fokus untuk bekerja, maka dari itu aku memutuskan untuk memblokir nomer tante. Aku salah aku minta maaf."
Rey menjeda untuk membuang nafas beratnya sebelum melanjutkan lagi penjelasannya.
"Asal tante tahu, demi untuk memenuhi janjiku kepada ayah calon mertuaku, aku harus bisa mendapatkan uang 1 M setelah masa iddah tante habis. Atas saran dari ayahku, aku pergi ke Vietnam untuk memulai membuka usaha di sana. Siang malam aku mencoba untuk terus bekerja agar bisa menjadikan usahaku menjadi terkenal dan aku beruntung besar. Dan inilah hasil kerja keras itu, kerja keras untuk memperjuangkan tante. Jadi gimana tante udah siapkan untuk menikah denganku? Aku udah menyiapkan uang sinamot untuk tante."
Pita menahan nafasnya untuk beberapa detik saat mengetahui alasan kepergiannya hanya untuk memperjuangkan dirinya. Tetapi cara Rey tetap saja salah, pergi begitu saja tanpa memberikan kabar kepada dirinya.
"Tan, gimana?"
"Ah, apa?" Pita tersentak.
"Maukan menikah denganku?"
🍃 🍃 🍃
__ADS_1
Didalam sebuah ruangan, Danar sedang menjalani beberapa pemeriksaan sebelum melakukan cuci darah dan berharap Pita akan datang untuk menjenguknya lalu mengatakan Abang tidak harus kuat aku yakin abang sembuh.
Namun nyatanya hingga ia siap menjalani serangkaian pemeriksaan Pita tak kunjung juga datang.
Seorang dokter berjas putih dengan perawakan tinggi masuk ke dalam ruang rawat Danar.
Danar yang tengah terbaring dikejutkan oleh derap langkah yang semakin dekat.
"Dokter," gumam Danar.
Dokter yang tak lain adalah Dokter Armada alias Mada menatap Danar dengan nanar. Mada yang baru tahu bahwa pasien yang sedang ia tangani adalah mantan suami Pita yang kabarnya telah menyia nyiakan dengan memilih wanita lain yang pada akhirnya juga mencampakan dirinya. Sungguh miris jika melihat kondisi Danar tetapi Mada sangat bangga kepada Pita yang masih peduli dengan orang yang sudah menyakitinya. Sungguh mulia hati Pita.
"Selamat siang pak Danar, bagaimana ada keluhan setelah menjalani pemeriksa tadi? Biasanya pasien akan mengalami mual dan pusing. Aku tidak melihat keluargamu disini jadi aku hanya ingin memastikan saja apakah kamu baik baik saja."
Danar tersenyum miris. Memang benar, tak ada satu keluarga pun yang mendampingi dirinya karena memang Danar sudah tidak memiliki keluarga yang tersisa lagi. Jika saat itu, Pita adalah satu satunya keluarga yang dimiliki, namun sekarang Pita bukan siapa siapa lagi.
"Iya Dok, saya memang sudah tidak memiliki keluarga lagi."
"Terus yang mengantarkanmu kemarin siapa? Bukan istrimu. Dia cantik lho."
Danar memaksakan senyumnya. Hanya orang bodoh yang akan mengatakan bahwa Pita tidak cantik.
"Wah … Baik juga ya? Mantan istri mau mengantar mantan suaminya berobat bahkan berharap bisa sembuh dari penyakitnya. Jarang lho ada kasus seperti ini. Sayang… harusnya wanita seperti itu di pertahan. Mengapa bisa sampai kamu lepaskan? Rugi dunia akhirat kamu!"
Mendadak tubuh Danar membeku. Iya, Danar memang mengakui rugi dunia akhirat telah melepaskan Pita. Jika dunia bisa diputar lagi, Danar tidak akan pernah sedikitpun untuk menyakiti Pita, apalagi bermimpi untuk berpisah. Namun, semua telah berubah menjadi bubur dan tak akan pernah bisa membuat Pita kembali ke dalam pelukannya.
"Ah, sudahlah … Aku kan tadi hanya ingin memastikan keadaanmu saja. Kamu harus tetap semangat seperti mantan istrimu yang berharap kamu bisa sembuh. Apakah kamu tidak berpikir, jika mantan istrimu itu masih sangat khawatir dengan keadaanmu?"
Setelah kepergian dokter Mada, Danar mulai berpikir kembali. Memang ada benarnya yang diucapkan oleh dokter Mada. Pita terlihat sangat khawatir saat mengetahui bahwa dirinya sedang menderita penyakit ini. Apakah itu artinya Pita masih menyimpan cintanya. Jika memang seperti itu, Danar harus bisa sembuh agar bisa mengejar cinta Pita lagi.
.
.
.
.
__ADS_1
Akhirnya setelah sekian tujuh purnama, rasa gengsi yang membumbung tinggi, rasa marah seluas samudra dan rasa kesal setinggi Gunung Everest luluh lantah hanya dengan tiga kata mujarab dari seorang pangeran kesiangan yang telah mampu meluluhkan hatinya.
Dengan mau malu tapi mau, Pita mengangguk pelan membuat mata Rey begitu berbinar. Tidak akan pernah sia sia kerja kerasnya selama ini jika Tuhan telah berkehendak.
Malam ini Rey sengaja membawa Pita ke rumah utama sebagai rasa keseriusan untuk menikahi Pita. Sebelum menemui ayah Pita, terlebih dahulu Rey memperkenalkan Pita kepada keluarga besar Rey, meski keluarganya telah mengenal Pita saat masih kuliah.
"Kenapa, Tan?" Rey mengernyit saat Pita tak kunjung keluar dari mobil. Rasa gugupnya tiba tiba datang begitu saja. Bagaimana kalau keluarga Rey menolak kehadiran Pita karena status Pita yang seorang janda.
"Bisa gak sih gak panggil aku tante terus! Ntar orang pikir kamu sugar momy ku! Aku masih muda, usia kita juga hanya berbeda empat tahun, masa kamu panggil aku tante terus sih?" gerutu Pita.
Pita yang merasakan kegugupan ditambah lagi Rey yang hobi panggil tante. Apa kata keluarga Rey nanti, bisa bisa mereka mengira Pita memang tante tante yang butuh belaian kasih sayang.
"Jadi aku panggil apa dong? Kalau aku panggil Pita itu gak sopan karena kamu lebih tua dariku. Kalau aku panggil Dek, lha kamu kan yang lebih tua. Nah … aku panggil Mbak aja ya?"
"Rey … ! Bisa gak sih kamu itu serius? Kamu yakin mau panggil aku mbak di hadapan semua keluargamu? Yang bener aja, Rey!" Emosi Pita mendadak naik satu tingkat.
Pita tidak habis pikir mengapa hatinya bisa luluh dengan berondong jagung seperti Rey yang suka nyeleneh gak jelas seperti ini.
"Jadi maunya aku panggil apa dong? Ayang? Lebay, geli di telinga. Sayang? Kan sama aja dengan ayang. Nah … kalau beb aja gimana?"
Pita masih terdiam mempertimbangkan sebutan yang pas dan enak di dengar, tetapi tidak berlebihan.
"Jadi mau di panggil apa?" Rey menunggu jawaban dari Pita. Bibir Pita sedikit terangkat, karena telinga Pita telah terbiasa di panggil sayang maka Pita ingin sebutkan itu Rey berikan kepada dirinya.
"Malah senyum gak jelas," gerutu Rey.
🍃 BERSAMBUNG 🍃
Panggil apa ya enaknya. Dua orang yang berbeda akan bersatu, gimana mau jalani kalau gak ada yang mau ngalah?
Jangan lupa terus pantengin cerita terus. Jangan lupa like dan beri hadiah jika kalian sayang Author 😊
HALO HALO NIH AUTHOR MEMBAWA LAGI REKOMENDASI NOVEL DARI EMAK ONLINE BIN SABAR YANG SELALU TERDZOLIMI penulis GENDENG BERSERTIFIKAT.
JUDUL NOVEL : TERJERAT CINTA BERONDONG KAYA
AUTHOR : LIANA KIEZIA
__ADS_1
( widih, bakalan saingan nih sama berondong jagung 🤣)