SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
Season 2 : Bagian 3


__ADS_3

Pita mengalami pendarahan ringan. Beruntung saja janinnya tidak keguguran.


Saat ini dirinya hanya butuh beristirahat dengan tenang dan tanpa stres.


Yuna merasa sangat shock saat mengetahui Pita mengalami pendarahan ringan, pasalnya ia tahu jika Pita melakukan pekerjaan berat apa pun.


Yuna menghampiri Pita yang tengah beristirahat. Dari wajahnya Yuna bisa membaca bahwa Pita sedang memikirkan sesuatu.


"Ibu nungguin mas Rey?" tanya Yuna.


"Percuma ditungguin Yun, dia tak akan pernah datang kesini," lirih Pita.


"Sabar ya, Bu."


Yuna tetap memberikan semangat untuk Pita. Ia berusaha untuk menjadi tempat bersandarnya saat Rey tidak ada.


Sementara itu, di luar ada sedikit keributan. Yuna yang merasa sangat penasaran segera melihatnya keluar.


Jantung Pita telah berdebar lebih kencang, ia sudah bisa menebak bahwa itu adalah polisi yang hendak mencari keberadaan Rey. Saat ini Pita tak bisa menyembunyikan rasa ke kekhawatirannya.

__ADS_1


Namun, dugaan Pita salah besar. Ternyata yang datang adalah mertua dan juga Danar. Entah mengapa Danar bisa sampai di rumah sakit, padahal Yuna tak memberi tahu jika Pita sedang masuk rumah sakit.


"Kamu itu cuma mantan suaminya Pita, jadi gak ada hak kamu untuk berada disini. Harusnya yang berada disini itu suaminya."


"Saya hanya ingin menjenguk saja, tidak ada niat lain." Danar membela diri.


"Halah, alasanmu saja." Aminah dengan tatapan sinis melarang Danar untuk masuk ke dalam ruang rawat Pita. Abdullah, ayah Rey tidak bisa berkata apa-apa lagi dan memilih menasehati Danar agar sabar untuk menghadapi istrinya.


Kasus perceraian Asiah dan meninggalnya Ilham membuat ibunya Rey terpukul berat hingga tidak bisa mengontrol emosionalnya. Ditambah lagi setelah Asiah resmi bercerai, perusahaan milik ayah Rey terjun payung hingga ke dasar, sama seperti perusahaan yang baru saja dirilis oleh Rey juga ikut terjun payung akibat gudang utama terbakar hebat.


"Iya, Om. Saya tau. Saya hanya sedikit khawatir kepada Pita karena Rey tidak ada disampingnya," ucap Danar.


Abdullah menautkan alisnya, memangnya Rey pergi kemana. Disaat bibirnya hendak membuka untuk bertanya, terdengar lagi suara teriakan dari dalam ruangan.


Aminah sedang memarahi Pita karena telah membawa laki-laki lain saat suaminya sendiri sedang tidak ada.


Disisi lain, Rey sudah mendengar bahwa Pita telah masuk rumah sakit dan Asiah tengah menjadi kejaran dari pihak yang berwajib.


Ia tidak bisa membayangkan jika anak dalam kandungan Pita meninggal. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana caranya mengembalikan perusahaan yang telah jatuh ke dasarnya.

__ADS_1


"Pastikan kejadian saat itu tak ada yang mengetahuinya!" seru Rey.


"Semua sudah aman, Bos."


"Bagus."


Rey terpaksa mengumpankan sang kakak dalam kasus ini, agar ia bisa leluasa untuk mencari bukti-bukti tentang kesengajaan dan kecurangan yang membuat perusahaan terjun payung.


Tetapi untuk saat ini Rey tidak bisa untuk menemui Pita, di luar belum aman untuk dirinya. Bisa saja lawan langsung bisa mencurigai dirinya dalam kasus ini. Lebih baik menghilang untuk sementara waktu, menunggu situasi normal baru akan menjalankan misi selanjutnya. Jika memang benar dugaan Rey, maka ia juga harus memancing seseorang itu melalui istrinya. Cepat atau lambat semua akan terbongkar, hanya menunggu waktu saja.


Pita sudah bisa dibawa pulang. Tetapi Aminah yang tak bisa mengontrol diri terus menyalahkan Pita atas apa yang sedang terjadi di keluarganya.


"Coba saja kamu tidak muncul di depan Rey, pasti hidupnya tidak akan seperti ini. Dia rela berjuang untuk kamu, kenapa harus kamu? Kehadiranmu hanya menghancurkan rumah tangga Asiah. Karena kamu Asiah bercerai dari suaminya dan lihatlah, dia malah nekat membunuh mantan suaminya," teriak Aminah.


Ayah Rey yang turut mendampingi Pita meminta agar Pita memaklumi sikap ibu mertuanya yang sudah kelewat batas. Dan berharap Pita tidak memasukkan kata-kata itu kedalam hatinya.


Rey kamu dimana? Pulanglah aku dan anak kita membutuhkan mu. Siapapun kamu Rey, aku akan tetap mencintaimu. Aku merasa tak sanggup jika harus berjuang sendiri.


Sambil menunggu novel ini up, mampir dulu di novel Momoy Dandelion dengan judul novel Pura Pura Miskin

__ADS_1



__ADS_2