
SEGENGGAM LUKA
BAB 34 || KEJUTAN
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN!
Awas kalau gak ninggalin jejak 🔪🔪
...Salahkah jika aku berharap lebih kepadamu...
...sementara kita berbeda?...
Ucapan Yuna masih terngiang di kepala Danar saat dirinya tidak diterima kerja di beberapa perusahaan dengan alasan yang sama yaitu belum membuka lowongan kerja lagi. Danar benar benar sadar akan semua dosa yang telah ia lakukan apalagi Danar telah berzina dengan Jihan saat masih menjadi suami Pita. Harusnya Danar bisa membimbing Pita mengingat Pita adalah seorang mualaf namun dengan bodohnya Danar tergoda oleh rayuan maut Jihan yang membuat Danar harus kehilangan semua aset yang dia miliki. Menyakitkan sekali usaha yang ia rintis dengan tangan kosongnya berpindah tangan kepada orang lain meskipun itu adalah orang yang pernah ada dalam hatinya dan sekarang hidup Danar hanya mengandalkan Jihan. Danar sendiri juga tidak tahu apa pekerjaan Jihan, yang Danar tahu Jihan akan pamit berangkat kerja pagi hari dan akan pulang pada pukul 10 malam.
Malam ini tanpa ada angin dan hujan tiba tiba saja Danar mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajiban sebagai umat muslim yang telah lama ia tinggalkan. Danar benar benar ingin meminta ampunan kepada Allah atas apa yang telah ia lakukan selama ini hingga Danar sangat kesulitan untuk mencari pekerjaan lagi.
Setelah shalat tangan Danar terulur mengambil sebuah alquran yang pernah Danar berikan kepada Pita saat keduanya sedang jalan jalan. Entah kenapa Alquran itu bisa masuk ke dalam koper Danar.
Danar membaca ayat ayat suci dengan suara merdunya. Ayat yang terlupakan oleh dirinya selama ini karena sibuk mengejar duniawi.
Nafas Danar mendadak terasa sesak dan panas setelah membaca beberapa ayat saja. Kepalanya juga mendadak terasa pusing dan merasa mual. Danar yang tidak tahan menahan gejolak di dalam perutnya segera berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi dalam perutnya.
Danar sangat terkejut melihat apa yang ia keluarkan dari dalam perutnya. Bagaimana mungkin bisa darah segar yang mengucur keluar dari dalam mulut Danar. ( Sebenarnya bukan darah sih, tapi Othor ganti )
Setelah dirasa sudah cukup Danar segera membersihkan mulutnya tak lupa ia juga membersihkan kamar mandi yang mendadak berubah menjadi merah.
Danar terduduk lemas di meja makan sambil menuangkan air minum. Tubuhnya terasa sangat lemas tak bertenaga lagi seolah Danar baru saja di hajar oleh seseorang. Danar merasa sangat heran dengan kejadian tersebut.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pita berteriak akibat mimpi buruk membuat Yuna yang mendengar jeritan minta tolong langsung terbangun dari tidurnya. Sungguh Yuna sangat khawatir jika sesuatu buruk telah terjadi kepada Pita.
__ADS_1
Beruntung kamar Pita tidak dikunci, Yuna pun bisa langsung masuk untuk memastikan keadaan Pita. Ternyata Pita tengah mimpi buruk. Yuna segera membangun Pita yang merasa sangat ketakutan dan terus berteriak minta tolong sesekali menyebut nama Danar. Yuna tahu jika Pita sedang bermimpi buruk.
"Bu, bangun Ibu." Yuna menggoyangkan kaki Pita agar segera sadar dari mimpi buruknya.
Pita pun tersentak dan langsung bangkit dari tidurnya dengan keringat yang sudah mengucur deras. Seperti mimpi Pita benar benar buruk hingga membuat nafas Pita naik turun tak beraturan.
Yuna segera memberikan air putih agar Pita segera sadar.
"Ibu… Ibu mimpi buruk ya?" tanya Yuna.
Tatapan Pita kosong lurus kedepan. Mimpi yang begitu terlihat nyata.
"Dimana Bang Danar, Yun?"
Yuna mematung sesaat ketika Pita menanyakan keberadaan Danar. Bukankah keduanya sudah bercerai? Tentu saja Danar tidak ada disini, Ibu.
"Pak Danar?" Yuna bermonolog.
"Yun, aku baru saja bermimpi buruk terhadap bang Danar. Aku takut terjadi sesuatu terhadapnya. Mimpi ini seperti nyata, Yun. Bang sedang dibawa hantu berwajah buruk dan bang meminta tolong, Yun." Pita menceritakan mimpinya kepada Yuna tanpa terlewatkan, karena bagi Pita itu benar benar nyata.
Pada akhirnya Yuna harus menemani Pita hingga tertidur bahkan Yuna tidak diizinkan untuk pergi dari kamarnya. Alhasil Yuna pun tidur satu ranjang dengan dengan Pita.
Pita terbangun dengan kondisi mata bengkak akibat tidak bisa tidur setelah mengalami mimpi buruknya.
Pita memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut. Saat Pita menoleh ternyata Yuna sudah tidak ada di ranjangnya, hanya ada guling yang mengapit tidurnya.
Hari ini sebenarnya Pita libur tetapi karena Riyan mengatakan ada sedikit masalah dengan keadaan Studio maka terpaksa Pita harus ke Studio sekarang. Setelah sarapan Pita langsung segera meluncur ke studio dengan ditemani oleh Yuna.
"Yan, ada masalah apa?" tanya Pita heran.
Riyan hanya cengengesan saat melihat ekspresi wajah Pita sangat khawatir. Sebenarnya Riyan ingin jujur, tetapi takut jika Pita menolak untuk datang. Ini semua menyangkut tentang Rey.
Riyan baru saja bisa menghubungi Rey dan ternyata saat ini Rey sedang dalam perjalanan menuju ke Studio tetapi Rey menyuruh untuk merahasiakan dari Pita.
__ADS_1
Karena Riyan yakin bahwa Rey sebenarnya sedang menyiapkan kejutan untuk Pita maka Riyan berinisiatif untuk memanggil Pita.
"Ditanya malah cengengesan," gerutu Pita.
"Sebenarnya bukan masalah sih, cuma kejutan," ujar Riyan.
Pita semakin tidak mengerti apa yang sedang direncanakan oleh Riyan saat ini.
"Kejutan apa sih?" Pita benar benar merasa sangat penasaran.
"Tunggu aja nanti juga datang kejutannya," timpal Riyan lagi.
"Wah… Pasti Ibu menang lotre, nih," ujar Yuna kegirangan.
Tidak menunggu lama sebuah mobil yang sangat Pita kenali berhenti di depan gedung Studio. Jantung Pita seolah ingin berhenti berdetak saat ini juga. Sungguh Pita benar benar tidak percaya akan sosok yang sedang keluar dari mobil dengan badan tegap serta kacamata yang menempel di depan matanya.
Pita sudah merindukan sosok tersebut. Ingin sekali Pita meneriaki dan memaki karena pergi tanpa pamit dan kabar berita yang seakan membuat Pita hampir gila.
Kini Rey telah datang kembali. Seuntai senyuman Pita sunggingkan, ternyata ini yang dikatakan kejutan oleh Riyan.
Namun hal tak terduga harus Pita lihat, ternyata Rey tidak datang sendiri melainkan bersama dengan seseorang wanita yang sangat cantik. Bahkan jika dunia memuji dirinya cantik, maka wanita tersebut paling cantik.
Pita menahan nafasnya saat Rey membukakan pintu lalu menggandeng tangan tersebut. Kedatangan Rey disambut meriah oleh para crew tak terkecuali Pita yang ikut menyambut kedatangan Rey.
Mata Rey menyorot tajam kearah Pita yang ternyata turut hadir dalam penyambutannya. Bukankah Rey sudah mengatakan jangan memberitahukan ini kepada Pita. Lalu mengapa Pita bisa berada disini?
Pita yang melihat Rey menggandeng mesra wanita tersebut merasakan sesak di ulu hatinya. Jadi inikah yang disebut dengan sebuah kejutan. Mata Pita mengarah tajam kepada Riyan. Riyan segera menggeleng tidak tahu apa apa.
Setelah Rey masuk kedalam, Pita tidak sanggup untuk menyaksikan kemesraan antara Rey dan wanita tersebut hingga Pita memutuskan untuk meninggalkan gedung Studio tersebut dengan rasa sesak di hatinya.
Yuna segera mengejar Pita. Seperti hati Pita akan hancur untuk kedua kalinya.
"Bu… Ibu. Tunggu!" teriak Yuna.
__ADS_1
Teriakan Yuna memancing Rey untuk menoleh lagi kebelakang. Terlihat wajah ringkih telah berlari menjauh menuju jalan raya. Ada rasa sesak di hati Rey melihat Pita namun apa daya dia tidak punya pilihan lainnya.