
Akhirnya Rey menuruti keinginan Pita untuk mencari rujak yang diinginkan.
Di bawah terik panas, Pita menyusuri pusat perbelanjaan terbesar di kotanya. Karena di pinggiran jalan pasti akan ada yang menjajakan berbagai macam jenis kuliner, termasuk apa yang sedang ia inginkan.
Dengan cepat Pita langsung mendapat letak dimana tempat penjualan rujak segar. Meskipun bukan asli penduduk kota tersebut, tapi Pita sudah sangat hafal jika datang ke pusat perbelanjaan ini, karena selama kuliah, tempat ini adalah tempat yang hampir setiap Minggu ia kunjungi.
"Kamu mau?" tanya Pita pada Rey.
Rey menggeleng sambil menahan air ludahnya yang. Ia bergidik ngilu saat Pita mulia menyantap buah yang menurutnya terasa masam.
Rey terus saja memperhatikan Pita yang tengah lahab kemudian turun ke perut yang masih rata. Rey berpikir keras agar bisa mengingat Pita. Ia tidak ingin terlalu lama melupakan orang yang menyandang status istrinya. Pastinya itu akan lebih menyakitkan dilupakan begitu saja.
Tiba-tiba Rey mengaduh sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit akibat memaksakan diri untuk mengingat sosok Pita.
Pita langsung tersentak, ia sangat terkejut saat Rey mengaduh kesakitan.
"Kamu kenapa?" Pita sangat panik.
Rey berusaha keras menahan rasa sakitnya agar Pita tak terlihat khawatir, tetapi rasa sakit itu kian menjalar hebat.
*
*
*
Pita langsung memapah Rey masuk ke kamar dan segera memberikan obat untuk Rey. Meskipun dalam keadaan mual, Pita tetap mendampingi Rey hingga lelaki itu tertidur.
Pita memandangi wajah Rey. Ia perlahan membelai pipi yang mulus. Hatinya terasa sakit karena Rey yang sama sekali tak mengingat dirinya.
__ADS_1
"Rey, kapan kamu akan mengingatku kembali? Aku rindu."
Ternyata hingga sore menjelang, Pita ketiduran di atas sofa dengan keadaan menyandar serta sebuah buku panduan kehamilan yang masih di pangkuannya.
Rey yang sudah bangun mendekati Pita. Bukannya membangunkan, Rey malah membenarkan posisi tidur Pita dengan meluruskan tubuhnya serta mengganjal kepalanya dengan bantal.
Perlahan Rey mengambil buku yang sedang dibaca oleh Pita yang membuatnya ketiduran. Halaman demi halaman Rey buka hingga akhir halaman. Kini manik mata Rey menatap wajah lelap wanita yang menyandang gelar sebagai istrinya. Dari hasil yang ia baca bahwa wanita hamil itu dilarang stres karena bisa memicu keguguran.
Mendadak hati kecil Rey terasa sakit saat membaca keguguran. Rey tidak ingin hal itu terjadi. Jika benar Pita adalah istrinya, maka anak itu adalah anaknya. Tangan Rey dengan terulur dengan ragu untuk menyentuh perut Pita.
Hai penghuni di dalam sana, apa maafkan Dady yang tak mengingat mommy kamu. Tapi Dady akan berusaha agar Daddy segera ingat. Kamu jangan nakal ya.
Pita terbangun. Pertama yang ia cari adalah keberadaan Rey. Ia mencari ke segala penjuru ruangan tapi tak ada batang hidungnya, membuat Pita terlihat kecewa.
Rey, kamu kemana sih?
Tak lama Pita mendengar suara pintu dibuka. Pita tersenyum lebar saat pelakunya adalah Rey yang sudah menentang sebuah kantong plastik berisi berbagai makanan, buah-buahan dan beberapa stok susu untuk Pita.
"Dari supermarket, makan yuk."
Malam ini tak seperti malam-malam sebelumnya. Pita merasa sangat bahagia karena perlakuan Rey kembali manis kepada dirinya meskipun Rey belum bisa mengingat tentang Pita.
"Kamu bisa ceritakan mengapa aku bisa menikahimu? Padahal usiaku masih muda, lho. Tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Apa kita pernah melakukan sesuatu hingga membuat aku harus menikahimu?"
Pita menatap Rey yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi dengan perasaan kesal.
"Aku juga tidak tahu mengapa kamu bisa menikahiku, yang aku tau saat itu kamu kerja keras selama 3 bulan untuk mengumpulkan 1 M untuk memenuhi syarat dari ayah jika ingin menikah denganku." Pita menatap Rey. Mata keduanya saling bersitatap.
"Dan perlu kamu ingat, kita tidak melakukan apa-apa menikah. Aku hamil murni anak kamu, tolong jangan ragukan anak ini, Rey. Aku sudah bisa kuat saat kamu tak sedikitpun mengingatku dalam ingatanmu. Aku mohon ini kali terakhir kamu meragukan anak ini."
__ADS_1
Ada rasa sakit yang menusuk hingga ulu hati. Sebenarnya Rey tidak bermaksud untuk membuat Pita bersedih.
"Aku minta maaf. Aku janji tak akan mengulanginya."
Pagi telah menyingsing. Pita terbangun karena merasa mual.
Lagi-lagi ia mencari keberadaan Rey yang tidak ada di mana-nama.
Setelah hilang ingatan, kini Rey punya kebiasaan baru. Selalu pergi tanpa pamit. Mata Pita memancing saat melihat satu gelas susu hangat dan roti bakar diatas meja makan dengan sebuah kertas disamping.
Maaf aku pergi sebentar. Aku lihat kamu yang tidur dengan pulas jadi tak tega untuk membangunkan.
Jangan lupa minum susunya sampai habis biar gak mual. Dan, ada roti panggang, aku tidak tahu kamu suka atau tidak tapi aku yakin anak kita pasti suka.
@Rey
Kalimat terakhir membuat Pita mengembangkan senyum lebarnya. Awalnya Pita sangat takut jika saat Rey kehilangan sebagian memorinya, dia membencinya dan lebih memihak kepada kakak dan ibunya. Nyatanya, Rey masih bisa berbuat manis terhadap dirinya seolah Rey tidak melupakan dirinya.
🌼 Bersambung 🌼
Maaf ya up-nya gak bisa kayak dulu lagi, Author kejar waktu juga buat nulis Novel Baru HIDDEN BABY. Kalian singgah dong, biar rame, ada baby Arga yang comel 😀😀
Oh iya, pagi ini ada rekomendasi novel bagus untuk kalian judulnya ANTARA JERITAN DAN HARAPAN
BLURB :
NB : novel ini masih dalam tahap revisi
Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental, Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya
__ADS_1