SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
MISTERIUS


__ADS_3

SEGENGGAM LUKA


BAB 38 || MISTERIUS


~TEH IJO~


SELAMAT MEMBACA !!!


Dilain sisi Danar yang sedang frustasi melangkahkan kakinya tanpa arah dan tujuan lagi hingga Danar tersadar kini mobil yang ia kendarai telah berhenti disalah satu Masjid yang menjadi saksi pernikahannya dengan Pita. Danar menatap bangunan megah tersebut, hingga terselip rasa bersalah ketika sekelebatan memori mengingat sebuah acara sakral dalam hidupnya yang hampir 2 tahun berlalu.


Dengan langkah gontai, Danar masuk kedalam masjid. Niatnya kali ini ingin mengikuti shalat berjamaah karena telah tiba waktu Dhuzur.


Seperti jamaah yang lain, Danar berbaris sesuai shaf dan mengikuti shalat dengan khidmat meski saat shalat Danar merasakan hal serupa seperti malam itu. Kepalanya mendadak pusing, perutnya terasa mual dan seluruh badanya panas hingga bergemetar. Danar ingin  mencoba bertahan hingga shalat selesai, namun nyatanya tidak bisa. Danar lebih memilih meninggalkan shalatnya dan berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan cairan yang telah bergemuruh dalam perutnya. Lagi lagi Danar dibuat terkejut dengan apa yang dialaminya lagi. Ia mengeluarkan cairan merah, darah kental seperti kejadian sebelumnya.


( sebenarnya bukan darah, tapi Othor ganti 😀 )


Nafas Danar naik turun setelah merasa perutnya sudah tidak bergejolak lagi.


Danar pun segera membersihkan kamar mandi yang sudah berubah warnanya agar tidak membuat orang jiik.


Shalat telah usai. Danar temenung diatas anak tangga Masjid. Pikiran ingin mencerna apa yang telah terjadi kepada dirinya mengapa setiap ia melakukan shalat selalu  saja merasa mual yang hebat dan segaran muntah. Kejadian ini sudah 2 kali dialami oleh Danar, Danar yakin ada yang salah dalam dirinya.


Danar merasa terkejut saat bahunya ditepuk oleh seseorang.


"Assalamualaikum, kenapa Mas duduk disini?" tanya lelaki sepuh yang ternyata adalah juru imam di masjid tersebut.


Danar yang terkejut pun segera memjawab salam tersebut.


"Walaikumsalam Abah," jawab Danar.


Abah segera ikut duduk ditangga. Sebenarnya Abah sudah memperhatikan Danar sedari tadi. Abah juga merasakan hawa panas saat berada di dekat Danar.


"Mas sedang memikirkan sesuatu" tanya Abah.

__ADS_1


Danar segera menoleh ke arah Abah. Antara ingin menceritakan dan tidak. Tetapi, jika tidak diceritakan Danar tidak bisa memecahkan masalah ini. Tetapi Danar malu jika menceritakan kelalaiannya telah meninggalkan kewajibannya sebagai umat islam.


Dengan berat hati Danar pun menceritakan kejanggalan yang ia alami.


Abah mendengarkan pengakuan Danar dengan seksama. Abah juga tahu betul apa yang sedang dialami oleh Danar, maka Abah menyuruh Danar untuk kembali lagi ke dalam masjid.


Sebelum itu Abah mengambil sebotol air mineral yang diletakkan di depannya.


Abah menyuruh Danar untuk mengambil air wudhu lagi sebelum Abah membacakan surah surah Alquran kepada Danar. Danar yang patuh segera menuruti perintah Abah.


Jangan ditanya lagi saat Abah mulai membaca surah dalam Alquran. Danar merasakan hal serupa. Namun, kali ini rasanya lebih menyakitkan daripada yang sebelumnya. Danar yang dipegang oleh 3 orang membuatnya tidak bisa bergerak kemana mana. Abah pun telah menyiapkan sebuah tempat untuk menampung apa yang keluar dari mulut Danar. Semakin lama tubuh Danar semakin panas, badannya bergetar hebat hingga keringat jagung bercucuran di wajahnya. Abah berhenti membacakan ayat Alquran kala Danar sudah tidak mengeluarkan cairan darah segar dari mulutnya. Tinggal sisa cairan bening yang keluar, maka Abah menyudahi bacaan ayat ayat tersebut lalu mengusap kepala Danar dengan membisikan sebuah doa.


Tubuh Danar benar benar terasa sangat lemas deru nafasnya masih naik turun merasakan sendi sendinya terasa ngilu.


"Berkumur kumurlah, lalu minum air ini. Sebelum itu baca dulu shalawat 3 kali. Bisa 'kan baca shalawat?" Abah menyodorkan sebuah botol air mineral.


"Bisa, Bah," jawab Danar.


Danar pun segera menuruti apa yang diperintahkan oleh Abah.


🌿       🌿        🌿


Pita tersenyum kecut saat melihat Rey keluar bersama dengan Winda dengan mesra. Bukankah Rey mengatakan tidak menyukai Winda namun, mengapa Rey begitu mesra dengan Winda.


Dasar buaya! Semua laki-laki memang buaya. Ku kira kau rumah ternyata tong sampah!


Tanpa sadar Pita meremas sebuah majalah yang baru saja terbit membuat Maura merasa heran dengan sikap Pita. Padahal dalam sampul tersebut adalah poto Maura.


"Kak Pita!' seru Maura mengambil majalah dari tangan Pita.


Pita tersentak dan segera menyadari kecerobohannya dengan merusak majalah bersampul foto Maura.


"Ah Maura, maaf aku tidak sengaja. Maafkan aku, aku pikiranku sedang kacau," jelas Pita.

__ADS_1


"Gak papa Kak, aku pikir kakak tidak menyukai sampul majalah ini. Kalau kakak sedang ada masalah cerita dong, mana tahu aku bisa bantu."


Pita memaksakan senyumnya untuk menutupi luka hatinya. "Gak papa kok, Ra. Kamu kan tahu kalau aku baru saja bercerai dengan suamiku. Tadi pagi dia menemuiku dan menghina aku. Jujur aku sakit dan kecewa. Aku seperti tidak mengenali lagi siapa dia," jelas Pita. Mamang begitulah nyatanya, Pita sudah berusaha jujur namun, untuk masalah perasaan dengan Rey, Pita tidak bisa menceritakan kepada siapapun, termasuk juga dengan Yuna yang sangat dekat dengan dirinya.


"Kakak yang sabar ya. Pasti ada hikmah dibalik semua ini." Maura turut ikut prihatin atas apa yang tengah menimpa kepada Pita. Maura tidak menyangka, wanita secantik Pita bisa disia siakan oleh suaminya, apa lagi mengejar yang tidak pasti. Karena setiap orang yang merebut milik orang lain dia  bukanlah orang yang baik, pasti dia memiliki sisi keburukan sebelum merebut apa yang dimiliki orang lain. Rasa iri yang berlebihan atau bisa jadi itulah pekerjaan dia yang hobi menghancurkan kebahagiaan orang lain. Terlebih itu seorang sahabat. 


Jika dia seorang sahabat yang baik maka tidak akan pernah berani bermain api dengan suami sahabatnya sendiri. Namun, kebanyakan orang jaman sekarang lebih tertarik kepada suami orang ketimbang anak lajang 🤭


Pita memutar kedua bola matanya saat melihat sebuah buket bunga dan selembar kartu ucapan. Pita bingung karena tidak ada nama pengirimnya, terlebih dalam kartu itu meminta Pita untuk datang menemuinya nanti pukul 7 malam.


Dear yang baca surat ini


Dengan ini aku menyatakan


Ingin bertemu denganmu nanti


Malam pukul tujuh di Restoran 


Bukit Indah. Jangan sampai lupa


^^^From : Aku yang menunggumu.^^^


Pita mengernyitkan dahinya, siapa yang sok menjadi seorang misterius. Mengapa tidak berterus terang saja kepada dirinya jika ingin bertemu.


Pita mencoba menanyakan kepada yang lainnya namun, ternyata mereka juga tidak mengetahui siapa yang sudah mengirim bunga untuk Pita. Yang mereka tahu bunga itu sudah ada sejak tadi pagi di meja Pita. 


"Siapa sih, sok misterius banget," kekeh Pita.


.


.


.

__ADS_1


Hayo ada yang tahu siapa orang misterius ini?


Danar yang udah sadar atau Rey yang ingin minta maaf???


__ADS_2