SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
TRAGEDI 1 M


__ADS_3

SEGENGGAM LUKA


BAB 48 || TRAGEDI 1 M


~TEH IJO~


SELAMAT MEMBACA ❤


"Jadi ngapain rupanya kau jauh jauh datang kesini?" tanya ayah Pita lagi.


"Mau melamar tante Pita."


Dengan segera Rey menutup mulutnya yang hilang kendali. Lidahnya begitu cepat terselimpit membuatnya siap siap mendapatkankan tausiah rohani dari ayah Pita. Apa jadinya jika anak perempuannya sudah menerima lamaran tanpa sepengetahuan darinya. Bisa bisa Rey dicincang lembut oleh ayah Pita.


Amzah, ayah Pita mendelik. Menatap Rey sangat tajam hingga bola matanya hendak keluar.


Matilah kau Rey. Habis riwayatmu!


"Kau jangan sembarang ya! Butet sudah bersuami, apa pula mau kau lamar dia?" sentak ayah Pita.


"Kan dulu itu, Pak. Sekarang kan mereka sudah bercerai." sela Rey.


"Mulut kau jangan macam macam! Atas dasar apa kau bilang Butet sudah bercerai?" geram ayah Pita.


Seorang ayah yang tidak tahu menahu atas masalah yang dihadapi anaknya karena memang Amzah pada dasarnya tidak menyukai Danar itu tidak mempercayai ucapan Rey yang dibilang hanya mengarang cerita saja.


Mana mungkin anaknya bercerai sementara Pita sangat mencintai Danar hingga rela meninggalkan keluarganya.


"Serius kok, Pak. Saya juga jadi saksi di pengadilan," celoteh Rey.


"Baguslah jika mereka telah bercerai. Tak perlu repot repot ku pisahkan," lirih Amzah yang masih bisa terdengar di daun telinga Rey.


Rey kembali mengernyit saat mendengar sebuah pengakuan kecil dari mulut ayah Pita sendiri bahwa dia terlihat sangat bahagia atas perpisahan Pita dengan Danar.


"Asal kau tahu, sampai kapanpun aku tak pernah setuju hubungan anak itu. Tak ada itikad baik pun  samaku," ujar ayah Pita.


"Wih… Parah. Mertua sendiri dikacangin," celoteh Rey. Eh… Tapi ngomong gomong bapak setuju gak kalau tante Pita saya nikahin?" 


Ayah Pita menoleh, lagi lagi tatapan mata yang menusuk. Entah bagaimana responnya saat mendengar celotehan Rey yang apa adanya.


"Sanggup rupanya kau bayar sinamot ?" tantang ayah Pita.


Rey yang tidak tahu apa itu sinamot masih terdiam sejenak. Mencoba menanyakan kepada ayah Pita meskipun rasanya malu. Maklum Rey tidak pernah mendengar kata tersebut selama ini. Ayah Pita menarik nafas berat dan menjelaskan apa itu sinamot. Setelah Rey tahu apa artinya dengan semangat Rey menyanggupi tantangan dari ayah Pita.


"Berapa memangnya sinamot untuk tante Pita, Pak saya jabanin?" Terlihat Rey sedikit sombong agar ayah Pita yakin kepada dirinya.


"Serius rupanya kau sanggup bayar Sinamot untuk Butet? Butet lulusan S-2 lho." Lagi lagi ayah Pita masih meragukan Rey.

__ADS_1


"Jangankan S-2, S-10 pun saya jabanin," sombong Rey lagi.


"Sombong kali kau? Tau rupanya kau berapa sinamot untuk Butet?"


Rey menggeleng cepat. "Tidak."


"Sinamot untuk Butet…" Ayah Pita terdiam sejenak memikirkan harga yang akan dia berikan kepada Rey. "200 Juta, bagaimana, sanggup nya kau? Kalau kau sanggup besok juga aku nikahkan kau dengan Butet." tantang ayah Pita yang sebenarnya hanya mengetes saja, dia tidak akan mungkin memberikan harga setinggi itu. Hanya ingin mencoba mengetes Rey karena terkesan menyombongkan diri.


Bukannya terkejut Rey malah kegirangan mendengar ucapan ayah Pita.


"Jangankan 200 juta, 1 M pun saya sanggup asal bapak restui hubungan saya dengan anak bapak." Rey semakin menyombongkan diri.


"Gila kau ya! Tapi… Tak apa lah, lumayan 1 M, bisa beli ladang lagi aku, bah." Ayah Pita tertawa.


"Kalau itu kemauanmu aku bisa apa, aku restui 1000%. Bagaimana mana?" lanjut ayah Pita sambil menaik turunkan alisnya.


"Waow… Ini baru keren, Pak. Saya suka gaya bapak. Bagaimana deal?" Rey mengulurkan tangannya untuk berjabat seolah sedang bertransaksi untuk mencapai kata sepakat.


Ayah Pita tanpa pikir panjang segera menjabat tangan Rey. "Oke deal." kata ayah Pita dengan lantang.


Waow… Amazing. Harus aku gadaikan dulu Studio. Hati Rey menangis sambil tertawa. 


Mood ayah Pita berubah drastis setelah menyepakati harga sinamot untuk Pita. Kapan lagi dapat uang 1 M kalau tidak mimpi disiang bolong. Ada kesempatan kok dibuang, kan sayang. Ayah Pita benar benar sangat puas dengan kesepakatannya bersama dengan Rey.


Suasana malam yang meriah membuat Rey merasa tidak terlalu nyaman karena harus mencium asap rokok yang banyak dan tuak suling yang menyengat di hidungnya.


Bukannya tadi udah deal? Sidang apa lagi ini?


"Rey, sini kau!" panggil ayah Pita.


Rey mengangguk lalu duduk diantara mereka. Terlebih ada Yuna dan Pita yang turut hadir dalam sidang malam ini.


Udah kayak narapidana aja idupku disini. Dikit dikit harus sidang, untuk aku cinta sama anaknya.


Rey melempar isyarat pada Pita  agar memberi tetapi Pita hanya mengedikkan  bahunya. Dia sendiri juga tidak tahu apa maksud dari perkumpulan malam ini.


Tanpa membuang waktu, ayah Pita segera mengutarakan apa yang hendak mereka bahas malam ini. Berbeda dengan malam sebelumnya, saat ini wajah ayah Pita terlihat lebih sumringah dan lebih bersahabat.


Pertama tama anggota keluarga besar Pita tidak percaya jika rumah tangganya dengan Danar sudah berakhir di pengadilan karena Pita sengaja menutupi dari keluarganya, terutama kepada sang ayah. Ia tidak ingin direndahkan dan disalahkan oleh ayahnya. Saat itu juga Pita menatap Rey dengan jengkel, sudah mengatakan hal itu terlebih dahulu kepada ayahnya. Namun, hal tak terduga pun terjadi saat ayah Pita mengatakan ingin menikahkan Pita dengan pria lain.


Pita protes tidak setuju dengan perjodohan dari ayahnya karena saat ini dirinya sudah memiliki seseorang yang mencintai dirinya, terlebih masa iddah juga belum habis.


"Tidak! Aku tidak mau dijodohkan! Dalam Agamaku sekarang, seorang wanita tidak boleh menikah lagi sebelum masa iddah perceraian habis," tolak Pita.


"Berapa lama rupanya masa itu?" tanya ayah Pita.


"Tiga bulan," jawab Pita.

__ADS_1


"Kau yakin tidak mau tahu siapa laki laki yang akan menikahimu dengan sinamot 1 M?" tekan ayah Pita.


Seketika semua mata yang turut hadir dalam sidang malam ini membulatkan dengan sempurna. 1 M bukan jumlah uang yang sedikit, bisa dipastikan calon dari orang yang akan dijodohkan oleh Pita adalah anak raja yang kaya raya. Biasanya untuk titel yang kelar S-2 hanya berkisaran sekitar 170 jutaan saja. Dan ini bisa menawar Pita dengan 1 M, sungguh diluar nalar.


"Bapak aja yang nikah." Pita tidak tertarik dengan perjodohan yang akan dilakukan oleh ayahnya.


"Jangan sembarang kau, Tet! Kau pikir ibu akan setuju?!" protes Nadine. "Dasar anak durhakim kau!" serunya lagi.


"Sudah… Sudah kenapa pula malah kalian yang ribut? Lagian kalau aku menikah lagi mana bisa kudapat wanita sehebat ibumu. Meski hanya hebat di ranjang." Ucapan ayah Pita melemah di akhir kalimat membuat Nadine mendelikkan matanya yang mengandung aura kegelapan.


"Apa kau tidak ingin tahu siapa laki laki itu?" tanya ayah Pita lagi.


"Tidak," ketus Pita.


"Yakin?"


"Sudah ku katakan aku tidak tertarik!" kesal Pita.


"Baiklah Rey, sepertinya Butet tidak tertarik denganmu. Kau lelaki hebat penuh dengan perjuangan. Semoga kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari Butet."


Seketika Pita terbelalak akan penuturan ayahnya kepada Rey. Tunggu… Apakah itu artinya lelaki yang akan memberikan sinamot kepada dirinya adalah Rey.


Apakah Rey sudah bisa berhasil menyakinkan ayahnya? Sungguh diluar nalarnya.


"Tunggu…!" teriak Pita saat melihat ayahnya hendak meninggalkan tempat tersebut.


"Maksud bapak, bapak akan nikahkan aku dengan berondong ini?" 


"Sebenarnya iya. Tapi kau terlalu cepat menolak, jadi ya… sudahlah. Lupakan saja."


"Kenapa bapak gak bilang kalau orang itu adalah Rey? Kalau tau, mana pula aku tolak. Aku mau pake banget kok kalau harus dinikahkan sekarang."  Katakan saja cinta kadang membuat orang akan keadaan dan status. Pita tidak peduli, yang penting bagi dirinya adalah bisa bersama dengan Rey dengan restu dari keluarga. Karena restu keluarga terutama restu orang tua akan menentukan nasib kebahagiaan rumah tangga seorang anak.


.


.


.


.


*Sinamot : Sejumlah uang yang harus diberikan oleh pihak mempelai laki laki kepada mempelai perempuan sebelum melaksanakan pernikahan sebagai tanda bahwa dia lebih tepatnya mengambil perempuan ( biasanya orang akan bilang membeli, tapi othor kurang setuju sih. )


Semakin tinggi ritelnya seamkin tinggi pula harga sinamotnya. Sinamot bukan mahar ya 😊


lebih kurang seperti itu 🙏🏻 mohon maaf jika salah. itu yang othor ketahui sih 😊


MON MAAP ATURAN INI BAB UNTUK SIANG TADI TAPI OTHORNYA KETIDURAN 🤭🤣

__ADS_1


__ADS_2