
SEGENGGAM LUKA
BAB 73 || MENANAM UBI
~TEH IJO~
BELUM CUKUP UMUR DILARANG BACA! PLEASE SKIP AJA. DOSA TANGGUNG MASING MASING 🤣
SELAMAT MEMBACA ..
Wajah Pita mulai memanas menahan rasa malu. Sudah sejak tadi Pita memendam rasa geram akibat mulut lemes suaminya yang asal njeplak saja. Pita pun akhirnya menarik tubuhnya untuk menjauh dari Rey.
"Eh, seriusan gak pakai bra?" Rey ingin memastikan lagi karena sangat merasa penasaran.
"Kamu bisa diem gak sih, Rey. Gak usah dibahas napa?" gerutu Pita.
Rey tertawa pelan melihat wanita yang baru saja ia pinang tadi pagi sedang salah tingkah.
"Udahlah, gak usah malu gitu. Kayak gak pernah ada yang liat aja. Tapi … kok aku jadi penasaran gimana rasanya ya? Gimana kalau kita coba dulu?"Â
Seketika tubuh Pita membeku seakan jantungnya ingin berhenti detik ini juga. Meskipun ini bukanlah pernikahan pertama baginya tetapi, Pita tak memungkiri rasa gugup dan malu yang menyelimutinya begitu besar. Apalagi mulut Rey sangat lemas sekali untuk mengucap.
"Gimana mau kan? Mandinya nanti aja! Kan sayang malam pertama di lewatkan gitu aja, gak bisa buat cerita untuk waktu yang akan mendatang."
"Rey kamu mau apa?" Pita terkejut saat Rey menarik lembut tubuh Pita dari belakang dan mengecilkan leher hingga ke punggung yang masih terbuka.
__ADS_1
"Idih … gimana sih? Ya mau buka puasa sambil nanam ubi super lah," bisik Rey tepat di daun telinga Pita, membuat wanita itu bergidik ngeri.
Mulut mungkin bisa berkata tidak karena rasa malu, tapi tubuhnya tidak menolak oleh sentuhan yang diberikan oleh Rey.
Pita memejam, kali ini keduanya sudah saling berhadapan. Entah darimana, saat ini kedua bibir telah menyatu dan saling bertukar saliva. Pita yang tidak terlalu pandai sangat kewalahan saat mengimbangi pergulatan bibir dengan Rey.
Sesekali Rey berulah jahil, menggigit bibir Pita yang terasa kenyal. Sontak saja pukulan kecil mendarat di punggung Rey.
"Kamu ya," omel Pita saat melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas yang masih memburu.
"Gemes sih," kekeh Rey.
Meski merasa kesal, Pita tidak menolak saat Rey melancarkan aksinya lagi. Kali ini Rey mengecupi leher Pita dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
"Buka ya?" bisik Rey.Â
Pita merasa malu saat dua gundukan yang menggantung tak menggunakan penutupnya lagi, sebab gaun Pita yang dikenakan tadi sudah mendukung menyokong dua cup aset berharganya.
Pita langsung menutupi dengan kedua tangannya menyilang.
"Gak udah malu kita kan udah sah. Mataku juga gak dosa bahkan tanganku juga gak dosa buat menyentuh, meraba dan me … "
Belum sempat Rey melanjutkan ucapannya Pita sudah melemparkan sebuah bantal ke wajah Rey dan segera masuk ke bawah selimut. Rey hanya tertawa pelan sebelum pada akhirnya memangsa Pita yang malu malu tapi mau.
Pita benar benar hanya bisa pasrah saat Rey menjelajahi tubuhnya tanpa celah. Hingga Rey berhenti di pintu kebun yang rindang sambil menelan kasar ludahnya.
__ADS_1
"Sayang, nyicip sedikit boleh?"Â
Sabar Pita, ini ujian.
"Banyak juga gak papa kok," lirih Pita kesal. Sepertinya Pita harus mempunyai stok sabar yang banyak serta harus menyiapkan mental muka tembok untuk menghadapi kelakuan Rey membuatnya sangat malu.
Dengan penuh rasa bahagia, Rey melepaskan kimono dan langsung menindih tubuh Pita. Mencoba untuk menanam ubi di kebun yang sudah menjadi miliknya.
Pita sedikit merintih saat ubi telah tertanam dalam. Meskipun Pita sudah pernah merasakan, tetapi kali ini ubi dengan bibit super membuatnya merintih nikmat. Rey yang sudah berhasil menanam ubi mencoba untuk menarik ulur, merasakan sensasi luar biasa hingga ke ubun ubun.
Keringat bercucuran deras seiring dengan tempo kecepatan yang Rey gerakkan. Rey benar benar hanyut dalam surga dunia yang baru pertama kali ia rasakan.
Begitu juga dengan Pita, tanpa rasa malu ia merintih di bawah kungkungan Rey. Menikmati setiap sentuhan membuat kebunnya berdenyut luar biasa.
Pita mencengkram bahu Rey dengan kuat saat Rey semakin mempercepat penanaman ubi yang semakin berdenyut kuat. Keduanya sama sama melengkung kuat saat semburan ultraviolet masuk ke dalam kebun Pita.
Sebelum ambruk lunglai kesamping, Rey menyempatkan diri untuk mengecup kening Pita sebagai rasa cintanya karena telah memberikan kebun yang sangat berharga.Â
Akhirnya hasrat yang selama ini terpendam bisa juga tersalurkan dengan ikatan yang sah. Dan semoga saja bibit ubi super dapat menghasilkan bibit yang berkualitas bagus agar cepat berkembang dalam kebun sempit milik Pitaloka.
DAH, SEKIAN DAN SELAMAT BERHALUSINASI 😀😀
SAMBIL MENUNGGU AUTHOR UP KALIAN BACA DULU DEH SALAH SATU NOVEL DAEI TEMEN OTHOR
JUDUL NOVEL ; BERBAGI CINTA : CINTA YANG HILANG
__ADS_1
AUTHOR : MOMY IDA