
SEGENGGAM LUKA
BAB 72 || PENGANTIN BARU
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA
Hampir satu hari berada diatas singgasana pelaminan membuat sepasang pengantin merasa lelah dan ingin segera beristirahat. Mata yang sudah mengantuk serta kaki yang juga ikut pegal meski itu hanya duduk dan berdiri.
Ayah Pita juga menggelar tarian adat dari pulau samosir sana untuk memeriahkan acara pesta anak bungsunya. Tarian semacam ini adalah tarian wajib ketika acara pernikahan berlangsung.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Satu persatu tamu undangan juga telah membubarkan diri. Hanya tinggal keluarga kedua mempelai yang tersisa.
Rey bersandar di bahu Pita karena merasa sangat lega, acaranya berjalan dengan lancar meski ia merasakan lelah yang berkepanjangan.
"Kita tidak usah pulang. Nginep aja disini. Ayah sudah memesan kamar untuk kita semua," ucap ayah Rey.
"Pas-lah itu. Aku sudah lelah Sekai," sahut ayah Pita.
"Kalian pergi saja dan istirahatlah dulu. Kami masih ingin bercengkrama dengan besan ayah," pesan ayah Rey.
"Ayah tau aja kalau aku memang sudah lelah," balas Rey.
"Sayang, ayo kita beristirahat," ajak Rey pada Pita.
Pita mendongak lalu mengiyakan ajakan Rey karena dirinya juga sudah lelah.
Pita berjalan pelan di belakang Rey karena harus mengangkat gaunnya agar bisa berjalan, sebab gaun yang Pita kenakan menyapu lantai. Ditambah lagi heelsnya yang sedikit tinggi membuatnya sedikit kesusahan untuk berjalan.
__ADS_1
Saat hendak masuk ke dalam lift, Rey baru menyadari bahwa istrinya masih tertinggal di belakang. Jangan ditanya lagi wajah Pita saat ini yang diabaikan oleh Rey.
"Astaga … aku lupa." Rey menepuk jidatnya lalu menghampiri Pita ke belakang.
Tanpa aba aba, Rey segera mengangkat tubuh istrinya ala bridal style membuat Pita sangat terkejut. Desiran aneh menjalar di seluruh tubuhnya membuatnya terus ternganga.
"Pegangan nanti jatuh. Badanmu ternyata berat juga ya," ujar Rey.
Pita seakan terhipnotis oleh ucapan lelaki yang telah resmi menjadi suaminya ini. Bahkan saat ini Pita baru bisa melihat wajah sempurna milik suaminya dari dekat. Ternyata wajah Rey sangat mulus.
Pita mengalungkan kedua tangannya ke leher Rey dan membenamkan kepalanya di dada milik suaminya.
Dengan jelas Pita dapat mendengar detak jantung Rey yang berirama sangat keras.
"Rey, kamu deg degan ya?" celoteh Pita.
"Gimana gak deg degan. Seumur umur baru kali ini aku gendong anak orang, mana berat lagi."
.
.
.
Sesampainya di kamar hotel yang telah disiapkan oleh orang tuanya, mata Rey terkesima atas pemandangan di dalam kamar yang telah disulap seindah mungkin dengan ukiran bunga mawar di atas tempat tidur.
"Emang pengantin baru harus identik dengan bunga kayak gini ya?" Rey telah berhasil meletakkan Pita di ranjang.
"Mana ku tahu," sahut Pita.
__ADS_1
"Lha, bukannya kamu udah pernah nikah? Oh iya, terus kita ngapain? Langsung menanam ubi apa bobok aja?"
Celoteh Rey mampu membuat wajah Pita merona. Yang benar saja Rey menanyakan hal seperti itu kepada Pita meskipun dirinya telah pernah menikah.
"Ya sudah pikir nanti aja. Aku lelah ingin segera beristirahat tapi aku mau mandi dulu."
Setelah kepergian Rey, Pita terus memegangi dadanya, berharap jantungnya tidak lepas.
Tidak butuh waktu lama, Rey telah kembali dengan balutan kimono yang telah disediakan oleh pihak hotel.
"Dah, gantian mandi sana biar segar!" titah Rey.
"Tapi, mana bisa aku melepaskan gaun ini, Rey," protes Pita.
"Kalau butuh bantuan itu bilang, biar aku tahu. Gitu aja sewot."
Pita membulatkan matanya saat tangan Rey sudah berhasil menurunkan resleting bagian belakang. Kulit mulus terpampang nyata di hadapan Rey. Seolah takjub, karena ini adalah pertama kali Rey bisa melihat kulit Pita lebih dalam. Rasanya rasanya ada aliran semacam sengatan menjalar dalam tubuhnya. Apakah Rey akan merasakan sengatan seperti ini terus jika tengah bersama dengan Pita? Ah, pikir nanti itu.
"Kamu gak pakai bra ya?"
🍃BERSAMBUNG🍃
Sambung nanti lagi ya 😀 jejak kehadiran mohon ditinggalkan biar tambah imun buat othor hehehe
SAMBIL MENUNGGU UP LAGI, MAMPIR NOVEL TEMEN OTHOR YA, CERITA SERU.
JUDUL NOVEL : GAIRAH CINTA CEO BLASTERAN
AUTHOR ; KISS
__ADS_1