
SEGENGGAM LUKA
BAB 82. || TAWARAN ILHAM
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA...
Dua hari sudah berlalu dan hari ini adalah jadwal kepulangan Rey ke Negerinya sendiri. Ingin cepat sampai di rumah, Rey memutuskan untuk ikut penerbangan awal. Sebenarnya cuaca sedang tidak bagus, tetapi Rey tetap berusaha untuk sampai rumah tepat waktu.
Di dalam kamar, Pita yang sedang kurang fit merasa sangat bahagia mendengar kabar kepulangan suaminya. Seuntai senyum mengembang luas, tak sabar untuk segera bertemu dengan Rey dan memberikan sebuah kekuatan indah dalam rumah tangga mereka.
Dua garis merah yang masih terlihat samar karena Pita masih telat dua minggu, itu menandakan bahwa telah ada nyawa yang sedang hidup di dalam perutnya. Tak hentinya Pita mengucap rasa syukur atas karunia yang diberikan kepada dirinya, karena tanpa ia minta Tuhan memberikan anugerah terindah kepada dirinya.
Pita masih enggan untuk bangkit karena
perutnya selalu bergejolak. Sudah dua hari ini Pita merasakan hal yang aneh dalam dirinya. Mendadak ia tak selera untuk makan dan lidahnya hanya ingin mengecap rasa asam saja.
Untuk mengurangi rasa bosan, Pita memilih untuk berselancar ke akun sosial medianya sambil mengecek apakah ada orderan terbaru. Baru saja Pita masuk dalam beranda utama, matanya dikejutkan oleh sebuah berita yang mengatakan bahwa ada sebuah pesawat yang tergelincir dan saat belum di ketahui siapa saja korbannya karena bangakai pesawat telah hancur.
Pita menahan sesak di dada mengingat jenis pesawat yang di tumpangi Rey sama persis dengan pesawat yang jatuh ini. Dengan gusar, Pita berusaha menghubungi nomer ponsel Rey yang sudah tidak aktif lagi.
"Astaga, Rey. Mudah-mudahan kamu tidak ikut dalam penerbangan ini."
Kesal tak ada jawaban, Pita memilih segera menghubungi mertuanya dan meminta bantuan agar mereka memastikan bahwa Rey tidak ada dalam pesawat tersebut.
"Sudah, kamu jangan nangis gitu. Mudah-mudahan Rey tidak ada dalam pesawat itu." Ibu Rey menenangkan perasaan Pita. Setelah mendapat kabar dari Pita kedua orang tua Rey langsung meluncur ke apartemen menemui Pita.
"Kalian tenang saja, ayah sudah menghubungi teman ayah untuk melacak keberadaan Rey. Tapi ... besar kemungkinan Rey ada di dalam pesawat itu," lirih ayah Rey.
"Yah, apa yang ayah katakan?" Kini giliran ibu Rey yang menjadi panik.
__ADS_1
Ayah Rey membuang kasar nafasnya lalu menatap istri dan menantunya.
"Kita hanya bisa berdoa, semoga Rey baik baik saja."
*.*.*.*
Begitu hancur hati Pita saat sebuah kabar teredus di daun telinganya. Bener, Rey adalah salah satu korban dari penumpang pesawat tersebut. Berita tersebut juga belum bisa memastikan bahwa Rey selamat atau tidak karena sampai saat ini korban terus bertambah dan tidak ada yang selamat.
"Rey kamu harus selamat," teriak Pita.
Saat ini Pita tengah menjalani perawatan ringan di rumah sakit karena sempat mengalami drop, apalagi mengingat Pita tengah hamil muda yang mempengaruhi kesehatannya.
"Ibu, tenang. Mas Rey pasti selamat. Sekarang tenangkan diri ibu."
Yuna tak kalah shock saat ayah Rey menelpon dirinya untuk membantu menjaga Pita. Tak hanya Pita yang drop, Aminah ibunya Rey juga harus mendapatkan perawatan karena penyakit jantungnya kambuh.
"Yun, ayo kita cari Rey. Aku yakin dia pasti selamat. Karena Rey punya hutang kepadaku," rengek Pita.
Sejenak Pita terdiam dan mengelus perut ratanya. Ia baru saja sadar bahwa ada sebuah nyawa yang sedang hidup di dalam perutnya. Nyawa yang selama ini sangat ia dambakan. Mana mungkin Pita akan menyia-nyiakan karunia terbesar dari Tuhan ini.
"Tapi kamu harus bisa pastikan bahwa Rey selamat dari kecelakaan itu," pinta Rey.
Yuna membuang kasar nafas beratnya. Memangnya dia paranormal bisa memastikan keadaan Rey. Yang benar saja.
"Iya, saya akan pasti mas Rey tidak apa-apa. Lagian ayah mertua Anda juga tidak tinggal diam. Beliau sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu keadaan mas Rey," terang Yuna.
Hati Pita sedikit tenang mendengar pengakuan dari Yuna dan berdoa Rey segera kembali menemui dirinya dalam keadaan utuh dan sehat wal Afiat.
Kondisi Pita semakin memburuk setelah satu minggu tak ada kabar mengenai suaminya. Bahkan dari dan kabar yang tersebar tak ada korban yang selamat. Hal itu membuat Pita kembali shock dan harus di rawat lagi keruma sakit. Bukan hanya Pita, ibu mertuanya saja juga sedang menjalani kesembuhan dan tidak bisa menemani Pita, hanya Asiah yang hilir mudik untuk gantian menjenguk ibu dan juga adik iparnya.
Mata Pita membulat lebar saat mengetahui siapa yang sedang menghampirinya. Dengan derap langkah yang nyaring, Ilham menghampiri Pita dengan seuntai senyum penuh makna. Pita mengedarkan penglihatan ke segala penjuru arah, seolah sedang mencari keberadaan Yuna.
__ADS_1
"Dia sedang pulang untuk mengambil sesuatu," ucap Ilham, seolah tahu apa yang sedang Pita cari.
"Mau apa kamu?" ketus Pita.
"Aku kesini hanya untuk berbela sungkawa atas kepergian adik iparku yang hilang jasadnya sampai saat ini belum juga ditemukan," lirih Ilham.
"Diam! Jaga ucapan mu! Rey tidak mungkin meninggalkan aku!" teriak Pita.
"Santai ... sebenarnya aku juga berpikir begitu, tetapi anak buah yang dikerahkan oleh ayah mertua kita terlalu payah, tidak bisa menemukan keberadaan Rey, bahkan sekalipun itu jasadnya."
Darah Pita mendidih. Sungguh ia tidak terima jika ada yang mengatakan Rey sudah meninggal. Rey masih hidup!
"Diam! Jika niatmu hanya untuk menjatuhkan mental ku, kamu salah. Pergi dari sini sekarang juga!" usir Pita.
Lagi-lagi Ilham tersenyum licik, seolah ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Aku bisa saja mencari dimana Rey saat ini bahkan sekalipun itu jasadnya. Aku bisa langsung mengerahkan anak buahku untuk mencari keberadaannya dan membawa kehadapan mu saat ini juga, tapi semua itu tidak murah, Ada harganya yang harus kamu bayar," kata Ilham.
Pita mendongak. Ada setitik harapkan tetapi saat mendengar kata bayaran, Pita mana sanggup membayar. Pasti jumlah yang di keluarkan jauh lebih besar. Pita hanya terdiam masih berpikir keras untuk menerima tawaran dari Ilham.
"Tenang ... aku tidak butuh uang. Uangku sudah banyak dan tidak akan habis hanya untuk mencari semut kecil seperti ini. Jika kamu setuju, menikahlah denganku, aku akan jadikan kamu sebagai ratuku seperti harapanku yang sudah kandas," tawar Ilham.
Seketika Pita mengeleng kasar. "Gila kamu ya! Ham, ingat kamu udah nikah. Dan istri kamu itu adalah kakaknya Rey. Kamu gak ada empati sama sekali dan malah manfaatkan keadaan seperti ini untuk sebuah obsesi mu sendiri ."
"Pit, asal kamu tahu, aku sudah lama menantikan kesempatan seperti ini agar kita bisa bersatu membangun rumah tangga yang indah. Apakah kamu tak bisa membalas cintaku?"
Pita tersenyum sinis. "Kamu tidak mencintaiku, Ilham. Kamu hanya terobsesi saja. Sekarang fokuslah untuk membalas cinta istrimu yang terabaikan. Berdamailah dengan masa lalu karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa membalas perasaanmu! Sekarang keluarlah, aku ingin sendiri!" usir Pita.
Tanpa mereka sadari sepasang telinga mendengarkan dengan jelas pembicaraan Pita dan juga Ilham. Sepasang mata juga telah berkaca-kaca mengetahui sebuah fakta yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. Ingin marah tetapi itu percuma dan tidak akan pernah bisa untuk mengubah kenyataan. Asiah memilih segera pergi dari depan pintu kamar rawat Pita sebelum Ilham hendak keluar. Terlambat jika Asiah meras hancur karena nyatanya perasaan Asiah sudah hancur selama ini.
MOHON MAAF BARU BISA UP KARENA NASKAH YANG SUDAH DI KETIK TADI MALAM HILANG SEBELUM DI SAVE. MOHON DI MAKLUMI OTHOR YANG KULI SERABUTAN TIDAK BISA ON TIME 🙏🙏
__ADS_1
MANA JEJAK KALIAN?