
SEGENGGAM LUKA
BAB 83 ||. PERMINTAAN NYELENEH
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA
Memendam luka satu tahun lamanya membuat Asiah sudah terbiasa dengan luka hatinya, berpura-pura bahagia diatas rasa pedihnya. Namun, satu hal yang membuat hatinya kian teriris, manakalah sebuah kenyataan besar baru saja ia ketahui. Ternyata wanita yang masih tersimpan dihati suaminya tak lain adalah sang adik iparnya sendiri. Sungguh dunia yang tak seluas daun kelor. Saat ini Asiah tidak bisa berpikir lebih banyak lagi. Dua kenyataan pahit harus ia telan diwaktu yang bersamaan. Tentang sang adik yang belum ada kabar kelanjutannya dan tentang perasaan suaminya untuk Pita.
Apakah Asiah akan menyalahkan Pita atas nasib cintanya yang tak terbalas atau pasrah dan memilih melanjutkan kehidupan barunya. ( Tunggu dia punya kontrakan sendiri ya 😊 )
Satu minggu berlalu.
Hingga sampai ditik ini tak ada kabar tentang kondisi Rey. Bahkan media telah memberitakan bahwa semua penumpang tidak ada yang selamat dari kecelakaan pesawat tersebut.
Dengan berat hati yang mendalam, kedua orang tua Rey memutuskan untuk mencari tahu lagi tentang Rey karena bangkai pesawat sudah di evakuasi. Semua korban tak ada yang bisa dikenali lagi. Bahkan kedua orang tua Rey sudah merelakan jika garis kehidupan Rey telah berakhir.
Seminggu juga di orang tua Rey menggelar acara doa bersama serta mengadakan tahlilan. Jika Rey masih selamat, semog dia baik-baik saja dan segera pulang, tetapi jika Rey tak terselamatkan semoga dosa-dosanya. diampuni dan di beri tempat terindah di alam sana.
Dengan mata yang sembab Pita menatap bingkai foto dirinya dan Rey yang sedang memakai gaun pengantin. Usia pernikahan yang baru seumur akar toge harus berakhir dengan rasa pilu. Namun, dalam relung hatinya Pita yakin jika Rey masih hidup karena tidak ada barang bukti kepemilikan Rey yang ditemukan dalam lokasi tersebut.
__ADS_1
Saat ini dia harus berusaha sendiri bagaimana caranya bisa menemukan Rey sebab orang tua Rey sudah turun tangan dengan kasus ini. Bukan tidak. Menyayangi sang anak, tetapi akan lebih kasihan lagi Rey banar benar telah tiada dan mereka masih menangisi keberadaan Rey.
"Bu, anda harus makan terlebih dahulu," bujuk Yuna.
Semenjak kabar kecelakaan tersebut, Yuna memilih menamani Pita tinggal di apartemen. Saat ini kesehatan mental Pita lebih utama dari pada menjaga rumah milik Danar terlebih saat ini Pita tenga
"Aku tidak lapar," lirih Pita.
Pita selalu saja menolak untuk makan, ia masih berharap Rey segera pulang dan memeluk hangat dirinya seperti hari-hari yang berlalu. Hanya kauasa Tuhan yang bisa mengembalikan Rey ke dalam pelukannya.
Kabar duka yang menimpa Rey sampai di telinga Danar yang sedang menjalani pengobatan di luar Negeri. Hal itu membuat Danar memutuskan untuk mengakhiri pengobatannya meskipun baru berjalan satu bulan. Saat ini berada disisi Pita adalah hal yang paling utama
Hari berlalu hari, bulan berlalu bulan. Kini tepat satu bulan, tak ada kabar berita tentang Rey. Mungkin satu kata yang bisa terucap yaitu ikhlas. Meskipuj sulit, tetapi Pita harus ikhlas menerima kenyataan bahwa Rey telah tiada.
Pita menggeleng lemah. "Tidak. Untuk apa aku menjemput dia?" ketus Pita.
"Ya ... kali aja Bu, anda rindu," seloroh Yuna
"Yun, dia hanya sebatas masa lalu. Hatiku sudah terikat oleh Rey. Aku yakin dia pasti akan pulang demi anak ini." Pita mengelus perut datarnya. Usia kandungan yang masih muda, kurang lebih seru bulan lebih dua minggu. Masa-masa dimana Pita masih mengalami morning sicknees . Setiap pagi Pita merasa mual dan mengeluarkan isi perutnya. Begitu juga dengan indera penciuman yang sangat tajam dan lebih sensitif.
"Bu, anda tidak ingin makan apa gitu?" tanya Yuna.
__ADS_1
Lagi-lagi Pita menggeleng lemah. "Tidak."
"Biasanya sih kalau orang hamil muda itu permintaan suka nyeleneh lho, Bu," terang Yuna. "Ibu hebat disaat hamil muda gak pengen apa-apa," lanjut Yuna lagi.
"Siapa yang bilang aku tidak ingin sesuatu?" Pita mendongak, menatap Yuna dengan tatapan sendu.
"Ibu ingin apa biar saya belikan," tawar Yuna.
"Serius?"
"Dua rius, Bu," jawab Yuna cepat.
"Baiklah saat ini aku ingin kamu bawakan Rey pulang. Karena saat ini aku hanya menginginkan Rey."
Yuna seketika menelan kasar ludahnya dan segera melipir ke dapur untuk m ngambil air minum. Kalau tau permintaan Pita akan seperti ini, Yuna tidak akan pernah melemparkan tawaran kepada Pita. Ingin rasanya Yuna menarik kembali apa yang telah ia ucapkan. Bagaimana bisa Yuna membawakan Rey kesini, tidak mungkin Yuna mati terlebih dahulu untuk menemukan Rey dan menyuruhnya untuk pulang.
🌼 BERSAMBUNG 🌼
AYO DONG, BANTU NOVEL INI BANGKIT LAGI 🙄 BRONIS JAGUNG MANIS TERJUN BEBAS ðŸ˜ðŸ˜
MANA DUKUNGAN KALIAN ( NODONG 🔪🔪)
__ADS_1
CUKUP LIKE, KOMEN SAWER PAKE BUNGA ATAU KOPI, SYUKUR2 KALIAN VOTE 😄