SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
PREWEDDING


__ADS_3

SEGENGGAM LUKA


BAB 64 || PREWEDDING


~TEH IJO~


SELAMAT MEMBACA JANGAN LUPA like ❤


Mentari bersinar dengan cerah secerah hati seseorang yang tengah bersiap untuk melakukan jadwal pemotretan pagi meskipun hati keterpaksaan. Jika bukan karena sebuah kontrak yang terlanjur ditandatangani, Pita tidak akan mau untuk melakukan pemotretan, apalagi untuk memperagakan sebuah busana terbaru untuk gaun prewedding. 


Pita yang tengah di dandani oleh seorang perias terkenal serasa larut dalam momen tersebut. Bagaimana tidak, saat Pita menatap pantulan dirinya di meja rias, dirinya terlihat sangat cantik dengan gaun yang sudah melekat indah di tubuhnya.


"Gaun ini sangat cocok untuk anda, Nyonya," ujar sang perias.


Pita tersenyum sinis. Meskipun cocok, ini hanya untuk sekedar pemotretan gaun saja, bukan untuk prewedding nya.


Ah, Pita segera menggelengkan kepala saat pikirannya terlalu jauh dalam berharap.


"Silahkan, anda sudah ditunggu di luar," imbuhnya lagi.


"Iya saya tahu. "


Pita memang tahu siapa partnernya kali ini, semoga saja Rey tidak merasa cemburu kepada lawannya nanti. Karena tema prewedding pasti akan ada momen mesra yang akan Pita lakoni nanti.


Dengan berbalut jas hitam, tubuh Rey terlihat lebih gagah dari biasanya. Beberapa kali menyeka keringat yang merembes keluar seolah ingin menghapus riasan tipis di wajahnya. Hampir 1 jam lamanya Rey menunggu Pita berias. Memang kalau perempuan itu paling lama jika sudah berias. Apalagi jika sudah mengukir alis, tapi bukankah Rey sudah menyewa perias yang paling terkenal? Harusnya bisa siap lebih cepat dan hasilnya cetar membahana.


Rey terlihat sangat gugup saat melihat Pita sudah melangkah mendekati dirinya.


Mata Rey saling bertemu saat jarak sudah dekat.


Pita mengernyit saat orang yang sedang menunggunya adalah Rey. Bukankah seharusnya adalah model pria lain, bukan Rey. Apakah Rey sengaja menggantikan orang tersebut karena merasa cemburu?


"Rey," sapa Pita.


Rey tersenyum lebar saat melihat Pita secantik bidadari yang baru saja turun dari kayangan untuk, bidadari saja bahkan bisa lewat. Udah janda aja tetep cantik gimana pas masih perawan, hati Rey saling bersahutan.


"Cantik banget sih, cintaku ini?" goda Rey


Pita tertawa kecil saat mendengar panggilan baru untuk dirinya. Rey yang suka nyeleneh membuat telinganya gatal.

__ADS_1


"Kok ketawa sih? Lucu ya?"


Pita menghela nafas bertanya. "Kamu ngapain disini? Bukanya jadi photographer, malah gantiin modelnya. Punya calon suami brondong, cemburunya akut." sindir Pita.


"Siapa juga yang cemburu? Aku tidak menggantikan modelnya, tapi aku memang modelnya. Kalau gak percaya, tanya aja sama pak Haji," kekeh Rey.


"Korban kartun Adit Sopo Jarwo nih," gerutu Pita.


Tak ingin membuang waktu lama, Riyan segera meminta sepasang insan yang hendak melakukan foto prewedding untuk segera bersiap karena tempat yang akan di kunjungi ada tiga tempat. Namun, Rey meminta Riyan untuk mengabadikan momen tersebut di Studio terlebih dahulu.


Pita yang tidak tahu apa apa merasa sangat bingung dengan semua yang telah dipersiapkan. Pita tidak berpikir jauh, yang ia tahu hanya untuk memperagakan busana gaun pengantin, tidak mengetahui jika Rey telah menyiapkan kejutan dadakan untuk Pita yaitu keduanya akan melakukan foto prewedding.


"Rey … Apa ini? Coba jelaskan dulu, aku gak mengerti apa yang kalian bicarakan tadi!" Pita memaksa Rey untuk berterus terang. 


"Idih … Kalau udah tua ya kayak gini, gak peka!" gerutu Rey.


"Kita akan melakukan foto prewedding tante sayang. Kan bulan depan kita nikah! Jadi harus ada foto prewedding dan cetak foto undangan," lanjut Rey lagi.


Pita menganga tak percaya. Yang benar saja, berarti Pita sedang di kerjai oleh Riyan. Berarti Rey sudah merencanakan ini dari jauh jauh hari dan Riyan ternyata sudah bersekongkol dengan Rey.


"Riyan …" Mata Pita menatap Riyan yang sedang menggaruk kepalanya


"Maaf … Aku dipaksa berondong jagung ini!" Tunjuk Riyan kearah Rey.


"Udah dong, nanti aja marahnya! Sekarang kita foto dulu. Udah netes terus ini keringat," ujar Rey.


.


.


.


Di dalam sebuah ruang rawat, Danar terbaring tak bersemangat karena sejak kemarin tak ada kehadiran Pita datang menjenguknya. Danar masih sangat berharap jika Pita masih menyimpan perasaan kepada dirinya meskipun itu mustahil terjadi.


Terdengar gesekan pintu ruangan menandakan ada seseorang yang akan masuk. Danar sudah mempersiapkan diri dan yakin jika itu adalah Pita. Namun, mata Danar membulat seketika saat melihat siapa sosok yang tengah ia tatap.


Lelaki yang selama ini menaruh rasa dendam kepada dirinya karena wanita pujaan hatinya lebih memilih laki laki lain. Ibarat kata, cinta bertepuk sebelah tangan.


Dia sahabat Danar, bahkan sahabat dekat seperti persahabatan Pita dan Jihan pada saat itu. Namun, ternyata persahabatan keduanya hancur saat wanita yang puja Ilham lebih memilih Danar yang tidak ada apa apanya dibandingkan dengan dirinya.

__ADS_1


"Apa kabar Danar Prasetyo?" sapa Ilham.


Saat mengetahui itu adalah Ilham, Danar segera membuang muka. Merasa malu akan keadaannya saat ini yang terlihat menyedihkan.  Danar sudah bisa menebak jika kehadiran Ilham hanya untuk menghina dirinya mengingat kondisi Danar yang sekarang.


"Lama tidak bertemu membuatku sedikit terkejut dengan penampilanmu yang terlihat … terlihat menyedihkan."


Ilham mencoba menghampiri Danar lebih dekat. Tak pernah disangka jika pada akhirnya Danar akan berpisah dari Pita mengingat keduanya saling mencintai. Memang, takdir tak ada yang tahu.


"Aku turut prihatin atas apa yang telah menimpamu saat ini. Tapi kamu masih beruntung calon adik ipar ku mau membiayai pengobatan mu, bahkan aku dengar kamu juga akan menjalani pengobatan di USA, sungguh mulia sekali hati calon adik ipar ku." 


Danar yang mendengar ucapan Ilham merasa tidak paham apa yang tengah dibicarakan oleh Ilham.


"Maksud kamu apa?!"


"Santai bro …! Ingat kesehatanmu!"


Danar hanya bisa menghela nafas beratnya. Mencoba sabar, anggap saja yang ada di hadapannya saat ini adalah iblis yang sedang menjelma menjadi sosok manusia.


"Baiklah, kedatanganku kesini hanya untuk menyampaikan kabar bahagia dari keluarga besar istriku bahwa adiknya akan menikah bulan depan. Apakah kamu tahu siapa calon istrinya?" kekeh Ilham


"Aku tidak peduli dan juga tidak mau tahu. Apa urusannya denganku?" ketus Danar.


Ilham masih tersenyum sinis melihat wajah Danar yang angkuh meskipun sudah tidak berdaya lagi. Ilham sangat ingin melihat bagaimana Danar berekspresi saat tahu bahwa Pita adalah calon adik iparnya? Wanita yang sangat mereka pujaan pada masanya? Meskipun sudah mempunyai kehidupan baru lantas tak membuat Ilham menutup luka hati dan kekecewaan hatinya hingga Ilham di terpaksa dijodohkan oleh Asiah, kakak Rey. Dunia memang sempit bukan?


"Dunia ini ternyata sangat sempit, sejauh apa kita berlari pada akhirnya akan bertemu kembali. Mungkin inilah kata yang pantas untukku. Bisa bertemu lagi dengan Pitaloka yang berperan sebagai adik ipar ku, bukan sebagai istri Danar prasetyo." Lagi lagi Ilham terkekeh pelan.


"Calon adik ipar ku ternyata mantan istrimu dan wanita pujaan ku, Pitaloka," pungkas Ilham.


🍃BERSAMBUNG 🍃


HAI HAI ... MOON MAAP BARU BISA UP, SEMOGA KALIAN TIDAK KECEWA ❤


DAN TEH IJO MEMINTA MAAF 🙏🏻🙏🏻 JIKA DIANTARA READER TEH IJO YANG KE KICK DARI GC AUTHOR KARENA KEMARIN SEMPAT ADA PEMBERIAN GC. JADI YANG INGIN GABUNG LAGI KE GC GREEN_TEA SILAHKAN DAN PATUHI ATURAN GC.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


OH IYA, SEPERTI BIASA TEH IJO MAU REKOMEN NOVEL BAGUS UNTUK KALIAN. JANGAN LUPA SINGGAH YA, SAMBIL MENUNGGU NOVEL INI UP LAGI.


NOVEL : BAYANG CINTA DUDA BERANAK SATU

__ADS_1


AUTHOR : FAIZ BELLZZ



__ADS_2