
SEGENGGAM LUKA
BAB 50 || MERASA KESAL
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA
Pertengkaran kecil mulai terjadi diantara di dalam rumah tangga Danar dan Jihan. Hal kecil saja bisa sampai besar di tambah lagi Jihan yang lebih emosional tidak bisa mengontrol emosinya.
Yang lebih parah lagi Jihan memperingati Danar agar tidak lagi untuk melakukan shalat karena itu hanya sia sia, tidak akan mengubah keadaan. Bahkan tidak akan mengembalikan hartanya yang sudah berpindah tangan kepada Pita.
"Mas itu kerjaannya cuma ngeluyur gak jelas, jadi gak usah ngelarang aku untuk bekerja." Jihan sudah bersiap dengan tas jinjingnya meskipun dalam keadaan perut buncit tak membuat Jihan kesusahan untuk menggunakan heel light dengan tinggi lima senti.
"Kalau bukan aku yang kerja siapa lagi yang akan bayar semua tagihan ini, Mas? Lagian punya harta malah diberikan begitu saja kepada orang lain, kan bikin susah hidup sendiri," lanjut Jihan lagi.
Semakin hari Danar semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Jihan yang dianggapnya semakin nyeleneh tak masuk diakal. Danar semenjak terdiam sejenak, ingin rasanya dia membahas masalah yang telah menimpa dirinya dan larangan dari Jihan untuk sholat tetapi Jihan selalu menghindar dan langsung pergi. Jihan sudah benar benar sangat keterlaluan!
"Ji… kamu mau kemana?" teriak Danar.
Jihan sama sekali tidak menghiraukan, ia segera masuk kedalam mobil yang telah ia pesan.
"Jihan mau kemana sih? Harus aku cari tahu." Danar segera mencari kunci mobilnya, membuntuti Jihan agar tahu apa yang dilakukan Jihan di luar sana.
Awalnya Danar bernafas lega karena tujuan Jihan ke sebuah restoran, mungkin Jihan bekerja disana hingga mengharuskan pulang malam.
Danar hanya ingin memastikan saja jika benar Jihan bekerja disini.
Mata Danar menyapu seluruh ruangan, dia berhasil menemukan sosok Jihan tetapi tidak sedang bekerja, melainkan sedang menyantap hidangan diatas meja dengan seorang laki laki yang tidak asing lagi bagi dirinya. Seorang yang pernah menjadi rivalnya saat berada di kampus beberapa tahun yang lalu dan menurut kabar yang beredar saat itu, dia adalah kekasih Jihan.
Lalu apakah ini… Danar tidak habis pikir dengan kenyataan ini. Apakah Jihan sengaja dikirimkan hanya untuk menghancurkan rumah tangganya bersama Pita? Sungguh keterlaluan!
Danar dengan langkah kasar segera menghampiri keduanya lalu menggebrak meja dengan penuh amarah.
"Bagus!" sentak Danar.
__ADS_1
Mata Jihan kian membulat saat melihat Danar sudah berada di depannya. Berarti Danar mengikutinya secara diam diam.
"Mas Danar," gumam Jihan. Jihan terlihat terkejut dan sangat gugup.
"Santai bro…" Reza tersenyum licik.
"Kau!" Danar menunjukkan jari telunjuk ke arah Reza.
"Lama tidak bertemu, kami semakin galak ternyata," celoteh Reza.
Dada Danar sudah naik turun menahan rasa emosinya yang membumbung tinggi.
"Tidak usah terkejut seperti itu. Kamu pasti akan heran mengapa aku bisa disini berada dengan Jihan kan?" tebak Reza.
"Gimana beb, kasih tau sekarang ajalah. Lagian dia sudah tidak akan bisa mengambil hartanya lagi dari mantan istrinya. Kamu masih yakin ingin bersanding dengan lelaki ini?" tambah Reza lagi.
"Apa maksud kalian?" Danar tidak habis pikir dengan Jihan yang telah tega melakukan semua ini, padahal selama ini Pita sudah sangat baik terhadapnya. Sahabat macam apa ini?
"Tidak, Za! Aku akan tetap bersanding dengan mas Danar. Bagaimanapun keadaannya. Aku cinta sama bang Danar!"
"Tidak! Kamu sedang bercanda kan. Kamu sendiri yang bilang jika rumah tangga mereka sudah hancur kamu akan segera kembali kepadaku."
"Maaf Za, aku gak bisa. Cintaku kepada mas Danar tak akan pernah luntur sekalipun dia tidak punya apa apa."
Kepala Danar semakin pusing mendengarkan sebuah pengakuan yang satu persatu mulai terkuak.
Danar tidak pernah menyangka jika ternyata Jihan memiliki hubungan dengan pria lain dibelakangnya. Apakah ini sebuah karma untuk dirinya yang telah menghianati ketulusan cinta Pita.
Pikiran Danar tiba tiba saja teringat atas ucapan Pita saat itu yang menanyakan apakah dia yakin jika anak yang ada dalam kandungan Jihan itu benar darah dagingnya?
Jangan jangan anak yang sedang Jihan kandung adalah anak dari hasil hubungannya dengan Reza bukan darh dagingnya.
"Stop! Bagus sekali drama yang sedang kalian mainkan? Dan kamu Jihan… aku benar benar sangat kecewa denganmu, bukan hanya masalah hubunganmu dengan Reza tetapi sikapmu yang sudah diluar nalar manusia. Kamu pakai sesuatu untuk memikatku dan menutup hatiku untuk Pita. Pantas saja selama ini aku sangat tergila gila denganmu dan selalu menuruti semua kemauanmu. Ternyata kamu memakai jalan belakang! Maaf… Sekarang aku sudah sadar dan mantra yang kamu berikan sudah luntur, mungkin sebentar lagi akan kembali kepada sang pengirimannya. Oh iya satu lagi, mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Detik ini juga aku talak kamu. Karena tidak ada pernikahan yang sah di mata Negara maka detik ini juga kita bukan suami istri lagi."
Jihan menutup mulutnya, tak percaya akan talak yang diberikan oleh Danar. Tidak! Tidak mungkin ini terjadi, lalu bagaimana dengan nasib anak ini. Jihan tidak ingin melahirkan tanpa suami.
__ADS_1
"Mas… Ingat Mas…! Ingat anak kita. Anak kita butuh kamu." rengek Jihan.
Danat tersenyum sinis. "Bagaimana aku bisa yakin jika itu adalah anakku? Selama ini aku menggauli Pita setahun lebih tetapi Pita tak kunjung hamil. Aku yakin jika itu bukan anakku, melainkan anak dia." Danar menunjuk ke arah Reza yang masih terdiam disamping Jihan.
"Tidak Mas… Ini anak kamu. Anak kita ini mas! Kenapa Pita tidak hamil? Karena dia mandul, Mas." Sebisa mungkin Jihan mencoba untuk meyakinkan Danar agar mempercayai ucapannya tetapi sayang, Danar sudah terlanjur pergi dan tak menggubris ucapannya.
"Ah, sial! umpat Jihan.
🍃 🍃 🍃 🍃
Sama halnya dengan Jihan, Pita juga sedang merasa kesal karena sikap Rey yang dianggap kekanak kanak-kanakan. Setelah mengikat dalam sebuah hubungan sikap Rey berubah jauh membuat Pita merasa tidak nyaman. Jika akan tahu seperti ini Pita tidak akan menerima lamaran Rey malam itu dan akan terus menggantung hubungan mereka tanpa kepastian.
"Nyebelin banget si," keluh Pita saat mendengar bahwa semua jadwal Pita berubah menjadi malam. Bukankah Pita sudah mengatakan tidak biasa untuk bekerja malam karena beberapa hal yang tidak bisa diartikan.
"Keterlaluan banget sih, harus di protes kalau kayak gini."
Waktu yang sudah menunjukkan untuk pukul 1 siang, membuat Pita harus mencari ganjalan untuk perutnya yang sudah lapar.
Rey melihat dari kaca jendela Pita sedang berjalan meninggalkan studio. Bahkan Pita sama sekali tidak mengatakan apa apa kepada dirinya, meminta izin pun tidak.
Rey semakin kesal, ia menganggap Pita terlalu cuek untuk hubungan mereka.
Rey baru keluar saat sebagian orang telah membubarkan dirinya. "Yan," panggil Rey.
"Riyan sedang keluar dengan Pita," suhut crew lainnya.
Dada Rey semakin memanas. Ternyata Riyan diam diam ingin menikung dirinya. Ini tidak bisa didiamkan lebih lama, Rey harus segera menyusul mereka.
Dengan langkah seribu, Rey telah sampai di tempat yang biasa digunakan untuk makan siang. Siapa yang menyangka jika Pita memang sedang berdua dengan Riyan dalam sebuah meja.
Tak ingin tinggal diam Rey segera menghampiri mereka dimana keduanya sedang duduk.
"Bagus ya, gak ada kabarnya ternyata sedang asik berduaan dengan pria lain."
🍃 BERSAMBUNG 🍃
__ADS_1
MOHON TINGGALKAN LIKE 🙏🏻