
SEGENGGAM LUKA
BAB 71 || SAH
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA, MARI KITA DOAKAN SEMOGA PITA DAN REY MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH, MAWADAH WA RAHMAH UNTIL JANNAH. AMIN
Satu minggu seperti satu tahun lamanya. Begitulah yang dialami oleh kedua anak manusia yang sedang dimabuk asrama, cepat ingin bertemu dan melepaskan rasa rindu yang menggebu.
Pagi ini, semua orang yang berada di rumah Rey sudah heboh mempersiapkan dirinya masing masing. Begitu juga dengan Rey yang telah berpakaian rapi dengan balutan kemeja putih serta jas hitam yang melekat sempurna pada tubuhnya.
Tak ada perias atau seseorang yang membantu mempersiapkan dirinya untuk menyambut acara sakral yang akan menjadi sejarah dalam hidupnya.
Sebuah peristiwa yang akan mengikat dua insan dalam ikataan yang suci yaitu pernikahan, dimana keduanya bersatu atas nama cinta.
Setiap manusia bisa memilih tetapi, takdir Tuhan tidak akan pernah ingkar. Mungkin kita harus salah memilih dalam pasangan hidup tetapi, percayalah Tuhan telah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik untuk bisa membimbing kita dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Cerita cinta yang tiba tiba datang tanpa pernah terpikirkan, kini akan berakhir di sebuah pelaminan impian kedua mempelai.
"Sudahlah Rey, ngaca seribu kali juga gak akan berubah," ledek ayah Rey.
"Setidaknya aku terlihat lebih gagah, Yah."
Rey tersenyum puas melihat pantulan dirinya di dalam kaca meski degup jantungnya terus saja berirama mengiring hembusan nafasnya.
Rasa gugup pasti jelas ada, karena ini adalah pengalaman pertama dalam hidup Rey.
"Yah perasaan ayah sewaktu ingin menikahi ibu gimana? Apa deg degan kayak gini?" tanya Rey.
Ayah terdiam sambil mengingat lagi peristiwa puluhan tahun yang lalu saat hendak menikahi ibunya Rey.
"Lupa Rey. Tapi ada yang tak bisa ayah lupakan waktu itu," kata ayah Rey.
"Apa itu?" tanya Rey antusias. Mana tahu Rey bisa belajar dari ayahnya cara mengurangi rasa gugupnya.
"Sewaktu mau buka puasa," celoteh ayah Rey.
"Buka puasa." Rey membeo.
Ayah Rey menepuk pundak anaknya lalu membisikan kalimat yang membuat mata Rey membulatkan matanya.
.
.
__ADS_1
.
Disisi lain, Pita tengah dirias oleh seorang MUA artis terkenal. Itu semua adalah permintaan dari Rey.
Rey ingin calon istrinya terlihat cantik saat menjadi ratu meski hanya satu hari di atas panggung pelaminan.
Meskipun ini bukan pernikahan yang pertama kali untuk Pita tetapi, dirinya diperlakukan sangat istimewa oleh kedua belah pihak keluarga, baik keluarga Rey maupun keluarganya sendiri.
Pita bahagia karena ayahnya sangat mendukung dan terlihat sangat bahagia saat hendak menyerahkan dirinya kepada calon suaminya.
Ret telah berhasil menaklukan kerasnya hati sang ayah.
Di sebuah aula gedung hotel yang telah disewa jauh jauh hari hanya untuk mengikrarkan sumpah pernikahan antara dua insan yang ingin mengikat janji suci, Rey terlihat gagah dengan jas hitam serta sebuah kopiah yang menutup kepalanya.
Dirinya sudah tak sabar untuk mengikrarkan sumpah di hadapan para saksi dan pak penghulu yang juga sudah tak sabar untuk menikahkan lelaki muda dihadapannya.
Sesekali Rey mengusap keringat yang keluar membasahi wajahnya. Rasa gugup benar benar nyata saat Rey mendengar bahwa calon mempelai wanita sudah tiba.
"Jangan gugup. Tetap rileks," bisik ayahnya.
Rey berusaha menetralkan detak jantungnya yang terus bergemuruh.
Rey, kamu pasti bisa.
"Ya ampun Rey, Pita cantik banget. Sumpah!" lirih Asiah yang duduk tepat di belakangnya.
"Beneran coba lihatlah!"
Rey membuang kasar nafasnya saat merasakan sosok yang dipersilahkan duduk disampingnya.
Kebaya putih yang bersinar seperti menyilaukan matanya. Hati Rey semakin bergerumuh kuat.
Sekilas Rey melirik Pita dengan malu malu.
Ya ampun … Serius gak sih ini Pitaloka, janda muda yang akan aku nikahi? Kok rasanya rasanya beda ya? Jangan jangan pengantinku ditukar?
Tak ingin salah langkah, Rey membuka sedikit kain putih yang menutupi kepala Pita.
"Maaf hanya ingin memastikan saja apakah dia benar calon istri saya atau bukan. Saya hanya takut pengantin saya lari," jelas Rey. Hal itu mengundang tawa para tamu yang turut hadir dalam acara tersebut.
"Yang benar saja kau! Mana mungkin kami menukar anak kami," sahut Nadine.
"Iya maaf calon Ibu mertua, saya hampir tak mengenali calon istri saya sendir," terang Rey. "Habisnya dia cantik sekali," imbuh Rey lagi.
Gelak tawa memenuhi ruangan. Sang penghulu pun juga menahan tawanya.
__ADS_1
Klien yang satu ini memang luar biasa mampu membuat semua orang tertawa.
"Sudah, cukup. Bisa kita mulai acaranya?" tanya pak penghulu.
Rey menetralkan nafasnya sebelum menjabat tangan pak penghulu yang akan menjadi wali nikahnya Pita sebab, ayah Pita yang non Islam tidak bisa menikahkan anaknya secara syariat islam meskipun dia adalah ayah kandungnya.
Ayah Pita pun menyerahkan sepenuhnya kepada penghulu yang ia tunjuk Sebagi wali nikah untik anaknya.
"Jangan gugup. Nanti kau salah sebut nama anakku pula," bisik ayah Pita.
"Iya, makanya cepetan dong suruh pak penghulunya nikahkan saya biar gak semakin gugup berkelanjutan," lirih Rey.
"Nampak sudah tak sabar lagi kau ini," lirih ayah Pita.
Di hadapan para saksi dan penghulu Rey mengucapkan ikrar pernikahan dengan lantang.
"Saya nikahkan dan kawinkan engakau Reyhan Al-Azam bin Abdulah dengan Pitaloka Siregar binti Hamzah Siregar dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Suara pak penghulu begitu lantang dengan satu kali tarikan nafas. Tak terasa air mata ayah Pita menetes begitu saja menyaksikan anaknya telah dipinang oleh lelaki yang dianggapnya lebih bertanggung jawab.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Pitaloka Siregar binti Muhammad dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Sekali tarik dengan suara lantang juga, Rey telah berhasil meminang Pita, tinggal menunggu suara para saksi mengatakan kata sah.
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu.
"SAH." Suara serentak menggema di ruangan tersebut.
"Alhamdulillah," ucap penghulu.
Dengan arahan pak penghulu, Pita mencium punggung telapak tangan Rey, begitu juga dengan Rey, sebelum mencium kening Pita, Rey meniupkan sebuah doa di kening sang istri.
Rey mencium kening Pita dengan lembut sebelum keduanya mengucapkan janji Sighat taklik talak pernikahan.
🍃BERSAMBUNG🍃
Alhamdulillah, kita doakan ya sodara sodara. Mana nih kado kalian untuk pengantin baru ini 😀
Rey sama Pita cuma minta di sawer bunga atau kopi syukur di kasiv vote. Rey dan Pita gak minta hati kok 😀😀
Oh iya, selagi menunggu kisah lembaran baru bronis dan jamu, mampir dulu nya di Karya Author CRAZY_GIRLS
JUDUL NOVEL : GADIS OLENG MENCARI CINTA
AUTHOR : CRAZY_GRILS
__ADS_1