
SEGENGGAM LUKA
BAB 75 || AYAH YANG TEGAS
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA
Rey dan Pita tengah menjadi rebutan oleh orang tua mereka. Tapi kali ini bukan dari pihak ayah tetapi, dari pihak kedua ibunya yang menginginkan Pita. Nadine bersikeras agar Pita pulang ke rumahnya terlebih dahulu, sedangkan Aminah juga menginginkan menantunya untuk pulang ke rumahnya. Pita merasa pusing dengan kedua wanita yang sama sama tak mau mengalah, meski sudah tua.
"Aku tak mau tahu, Butet harus pulang ke rumahnya dulu!" Nadine menarik tangan Pita.
"Gak bisa gitu dong, dia harus pulang ke rumah suaminya, dia udah menikah. Udah jadi milik suminya." Aminah juga menarik tangan Pita yang sebelah.
"Tak bisa!"
"Bisa!"
"Stop!" Pita menghempaskan tangannya yang sedang diperebutkan, membuat kedua wanita yang disebut ibu itu terdiam.
"Maaf, bukan Pita ingin kasar. Tapi Pita tidak ingin direbutkan seperti ini. Bu, Pita sudah menikah dengan Rey, jadi kemana pun Rey pergi aku harus mengikutinya." Pita memberi pengertian kepada Nadine, ibunya.
Sebelum melanjutkan lagi, Pita membuang nafas kasarnya. "Dan lagi … Maaf Bu, bukan Pita ingin melawan tapi, Pita harus pulang bke rumah dulu untuk mengemas barang barang Pita." Kini Pita memberi penjelasan kepada Aminah.
"Baiklah," ucap Aminah lesu.
Mobil melaju dengan kecepan sedang. Kedua orang tua Pita duduk di bangku pengemudi, sedangkan Pita duduk di depan dekat Rey. Beberapa kali Rey melirik Pita sambil mengembangkan senyum kecilnya membuat ayah Pita hanya menggelengkan kepala.
"Hhmm … " Ayah Pita berdeham.
"Kau kalau bawa mobil tengok jalan!" tegus ayah Pita yang merasa muak dengan Rey dan anaknya saling mencuri pandangan.
"Iya ayah mertua," jawab Rey seingkat.
Kayak gak pernah muda aja dia.
Sesampai di rumah Pita, kedatangan mereka di sambut oleh Yuna.
Yuna ikut bahagia atas pernikahan sang majikan, lalu memeluk tubuh Pita seraya memberi selamat.
__ADS_1
"Selamat ya, Bu. Akhirnya ibu nikah sama bronis putih manis," bisik Yuna.
"Ibu udah buka puasa berapa trip?" bisik Yuna lagi.
Pita segera menjauhkan tubuh Yuna. "Kepo."
Saat ini ayah Pita tengah berbicara serius kepada Pita dan juga menantunya, membicarakan tentang masa depan mereka kelak. Banyak petuah yang ayah Pita wejangankan kepada sepasang pengantin baru yang ada di hadapannya.
"Bagaimanapun cerita aku tak mau tahu, kau harus tinggalkan semua aset milik lelaki brengsek ini. Dari rumah ini dan juga usahanya. Meskipun semua sudah atas namamu, aku tetap tak sudi kau masihakan dari hasil usahanya terlebih kau sudah menikah. Hargai suamimu. Dimana lagi kau akan mendapatkan daun muda seperti dia," tegas ayah Pita.
Ucapan sang ayah memang ada benarnya. Tak seharusnya Pita serakah atas sesuatu yang bukan hak-nya. Pita sengaja merampas harta Danar saat itu hanya untuk pembuktian atas cinta Danar kepada dirinya. Selain itu, Pita juga berniat mengamankan harta Danar dari wanita penggoda rumah tangganya
"Tapi Yah, semua sudah sah atas namaku."
"Ayah tidak mau tau! Memangnya kau ikut merintis usaha dia? Tidak kan? Lalu kau punyak hak apa atas semua hartnya, sedangkan ku saja tak memiliki anak dengannya. Kau tak punya hak sama sekali atas semua harta Danar, mengerti maksud ayah kan?"
Pita hanya tertunduk lemah sambil merenungkan ucapan sang ayah. Kali ini Pita benar benar merasa dirinya sangat serakah, menguasai harta yang bukan miliknya
"Sudahlah, kembalikan saja pada Danar. Lagian aku mampu menjamin hidupmu. Aku juga tidak mau makan dari hasil usaha orang lain, karena aku sanggup memberikan apa yang kamu mau, bahkan seluruh dunia sekalipun jika aku mampu," tambah Rey.
Pita benar benar merasa sangat terharu, meski mulutnya lemas tapi Rey memang bisa diandalkan. Buktinya saja dia bisa menempati janji kepada ayahnya.
.
.
.
.
Dua hari telah berlalu, kini saatnya kedua orang tua Pita untuk kembali ke kampungnya, mengingat acara pernikahan Pita sudah berjalan dengan lancar dan Pita sudah pindah ke apartemen milik Rey.
Pita masih memeluk erat tubuh Nadine, seolah tidak rela untuk berpisah dengan ibunya.
"Sudahlah, kalau rindu kau bisa ajak suamimu pulang kampung," bujuk Nadine.
"Sekalian saja suruh suamimu belikan jet agar kau bisa terbang ke Medan kapan pun kau mau," sahut ayah Pita.
"Tenang saja ayah mertua, aku pasti bisa beli kok beli jet pribadi untuk Butet tersayang," kekeh Rey.
__ADS_1
Setelah pesawat telah benar benar lepas landa, Pita dan Rey baru meninggalkan Bandara. Keduanya tidak langsung pulang melainkan singgah sejenak ke Studio sebelum lanjut lagi ke kantor.
Disana Pita menjadi kerubungan dari para crew perempuan dan juga model seperjuangan Pita. Memberi ucapan selamat kepada sang pengantin baru, meski mereka juga sudah datang ke acara pernikahan tetapi rasanya tidak puas. Mereka masih tak menyangka jika Pita mampu mengikis kerasnya hati Rey.
"Selamat ya, Pita. Akhirnya perjuangan kakak tidak sia sia," ucap Maura.
ⁿ
"Makasih ya, Ra. Eh, gimana perkembangan hubunganmu dengan … "
Belum sempat Pita meneruskan ucapannya Maura sudah menutup mulut Pita dengan jari telunjuknya.
"Sstt … jangan keras keras, Mbak. Nanti ada yang dengar, aku kan malu," bisik Maura.
"Lho, kenapa?" tanya Pita heran.
"Dia kan Playboy, masa iya aku termakan omonganku sendiri, jadi bahan ghibahan anak anak nanti," jelas Maura.
Setelah menyelesaikan urusan di Studio, Rey segera melanjutkan perjalanannya lagi menuju kantor barunya. Sepanjang perjalanan, tak henti Rey menggenggam tangan Pita sesekali mencium tangannya.
Meskipun ia mengemudi dengan satu tangan, hatinya benar benar melayang saat Pita melebarkan senyum lebarnya yang sangat memabukan.
"Sepertinya aku harus ambil cuti sebulan deh," tutur Rey.
Pita mengernyit. "Kamu mau ngapain ambil cuti sebulan?"
"Mau bulan madu ke Eropa, siapa tahu bisa ketemu Han Hyo Jo," ujar Rey.
"Heh, itu artis idola aku, Rey. Tapi sejak kapan dia pindah ke Eropa?" Pita terlihat bingung.
"Sejak saat kamu mengikat hatiku," gelak tawa Rey terdengar renyah. Pita tidak habis pikir dengan Rey yang kadang cuek, dingin tapi kadang bisa membual seenak jidatnya sendiri.
🍃BERSAMBUNG🍃
Hai ... haii selagi menunggu novel ini Up lagi singgah dulu si novel punya temen Othor ya. Ceritanya gak kalah seru kok.
JUDUL NOVEL : TERJERAT RINDU MAFIA
AUTHOR : FAIZ BELLZZ
__ADS_1