
SEGENGGAM LUKA
BAB 62 || CEMBURU
~TEH IJO~
*cuma mau ingetin, yang punya vote, boleh vote novel ini ya 🙏🏻 jangan lupa juga tekan like. oke 👍🏻 *
SELAMAT MEMBACA ...
Dengan posisi yang ambigu, membuat jantung Pita berdebar lebih kencang hingga Rey mampu mendengarkan degupan jantung Pita yang sedang ia tindih. Bukan sengaja, tetapi saat Pita terjatuh, tangan Pita menarik tangan Rey hingga keduanya jatuh bersama.
Rey tersenyum lepas saat melihat wajah Pita sangat merona seperti buah tomat.
Kesempatan langka untuk bisa menyentuh Pita lebih intim meskipun Pita memang sudah pernah bersentuhan dengan mantan suaminya.
"Tante deg degan ya? Sama, aku juga," lirih Rey.
Pita yang menyadari posisinya segera mendorong tubuh Rey agar menjauh karena Pita merasa malu. Sambil memegang pipinya, Pita kembali beranjak.
"Tan, tunggu mau kemana?" cegah Rey.
"Bukan urusanmu Rey, aku akan kemana. Toh kamu juga akan pergi kan?"
"Kenapa? Tante mau ikut? Ya udah aku siap siap dulu."
"Eh, siapa yang bilang mau ikut? Aku akan pergi ke Cafe."
Begitulah, perdebatan kecil mengiringi Rey saat bersiap siap. Mata Pita membulat lebar saat melihat tampilan Rey sangat berubah drastis. Bergaya layaknya seorang pegawai kantoran. Rey yang terlihat lebih gagah membuat Pita tak berkedip saat melihatnya.
"Tan." Rey menjentikkan jarinya di depan wajah Pita.
Pita yang tersadar segera membuang muka.
"Kenapa? Tante kagum sama pesonaku? Itu harus! Karena calon suami tante sekarang adalah seorang founder sekaligus CEO terkeren sejagat pernovelan milik Teh ijo."
"Sepertinya Teh ijo sedang oleng saat menciptakan karakter seperti kamu. Awas aku mau pergi."
Kedua anak manusia beda usia itu akhirnya meninggalkan apartemen dan berjalan bersama menuju parkiran.
Pita yang melihat jam di arjorinya merasa terkejut, perasaan dia hanya berada sebentar di apartemen milik Rey dan tahu tahu sudah hampir pukul satu siang. Lama juga ya.
"Rey aku akan pergi sendir."
Pita menolak saat Rey berniat akan mengantarnya.
"Kenapa? Emang tante mau kemana?" tanya Rey.
"Aku mau ke rumah sakit," jawab Pita.
__ADS_1
Langkah Rey terhenti sejenak. "Tante sakit?" Rey penasaran.
"Tidak."
"Lalu?"
"Aku hanya ingin memastikan bang Danar."
"Apa …!"
Rey sangat terkejut saat mendengar pengakuan dari Pita, calon istrinya yang akan menemui mantan suaminya. Yang benar saja, apakah selama kepergian Pita telah menghidupkan hatinya yang redup bersama dengan Danar? Lalu, apakah usahakan akan sia sia begitu saja.
Rey seketika teringat, sejelek-jeleknya cinta pertama dia adalah yang akan menguasai hatinya. Hal itu memang bener Rey rasakan karena saat ini Pita- lah yang menguasai hati dan menjadi pemilik hati Rey yang sejatinya.
"Kamu udah baikan sama dia?"
Pita mengangguk pelan.
"Mengapa?" Rey merasa dunianya saat ini sudah hancur. Melihat semangat Rey memudar Pita berkata, "Aku hanya ingin menolong bang Danar karena dia sekar sedang berjuang melawan penyakitnya."
"Lalu … Aku yang berjuang untuk tante tidak tante hargai," gumam Rey.
Meski samar, sekilas Pita masih bisa mendengar dengan jelas.
Rey terpaksa mengikuti Pita ke rumah sakit untuk menemui Danar. Wajah Rey sangat terkejut saat melihat perubahan tubuh Danar yang mulai mengurus.
Oh, jadi dia kena karma. Batin Rey.
Pita mengenalkan Rey pada Danar. Danar yang terlihat pucat hanya tersenyum getir melihat penampilan Rey yang tak sebanding dengan dirinya. Wajar saja jika Pita lebih memilih Rey ketimbang dirinya. Selain tampan Rey juga terlihat lebih muda.
"Danar." Danar milih mengenalkan namanya terlebih dahulu.
"Udah tahu." Rey sedikit tidak suka dengan Danar yang dianggap sok dekat dengan dirinya.
🍃 🍃 🍃
Rey tidak pernah menyangka bahwa Pita akan dekat lagi dengan mantan suaminya. Apakah itu sebabnya Pita menjadi dingin dan ketus kepada dirinya dan meragukan atas cintanya.
Rey yang mencoba menahan gemuruh dadanya hanya bisa pasrah saat Pita memperhatikan Danar ketimbang dirinya.
"Oh ya Tan, aku seperti harus ke kantor. Aku duluan yan."
Pita yang mendengar hanya mengernyit. Sejak kapan Rey bekerja di kantor. Memang jika hati sedang cemburu apapun bisa dilakukan termasuk berbohong.
"Ya udah aku ikut." Pita hanya ingin menjebak Rey saja tetapi siapa yang menyangka Rey tidak protes dan menyanggupi keinginan Pita.
Danar yang melihat ada setitik rasa kebahagiaan Pita saat bersama dengan Rey merasa yakin jika saat ini Pita tengah jatuh cinta dengan Rey. Itu artinya tidak akan ada harapan dirinya untuk bisa merajut lagi kisah yang telah usai bersama dengan Pita.
Egoiskah jika Danar sangat berharap bahwa Pita akan bisa kembali ke dalam pelukannya?
__ADS_1
Tak ada lagi celotehan dari Rey yang membuat Pita sangat yakin jika Rey tengah kesal kepada dirinya. Merasa tidak enak dengan sikap Rey yang mengacungkan dirinya Pita pun memecahkan keheningan.
"Rey kamu marah?" tanya Pita.
"Tidak."
"Bohong, tuh buktinya itu hidung kamu kembang kempis," goda Pita.
Rey hanya tersenyum tipis sambil terus menyetir. "Itu kamus aku Tan, tante dah copy paste. Mau kena denda?"
"Kamu tuh kalau lagi jealous kelihatan banget tahu, pakai ngaku mau le kantor. Emang sejak kapan kamu kerja di kantoran? " kekeh Pita.
Sesaat mobil Rey menepi membuat Pita bingung dengan gemuruh dada yang membumbung tinggi, tetapi Pita yakin Rey tidak akan berbuat macam macam.
Rey menatap Pita yang membuang muka lalu ia berkata, "Tan, aku tuh sayang banget sama tante makanya aku tuh berjuang untuk mempertahankan tante meski sikapku sudah salah tidak berterus terang dan membuat tante merasa tersakiti." Rey menjeda ucapanya. Matanya lurus memandang ke depan.
"Kalau tante tanya apakah aku marah jawabannya tidak. Kalau tante tanya apakah aku cemburu jawabannya jelas iya. Aku memang sedang cemburu dengan kedekatan tante sama mantan suami tante yang udah nyakitin tante. Aku tuh … merasa diacuhkan sementara aku sudah berjuang. Katakan aku egois, sangat berharap bahwa tante juga benar benar akan mencintaiku seperti aku mencintai tante tapi sudahlah, aku tidak akan memaksakan diri."
Mendadak hati Pita menjadi teriris. Apakah dirinya sudah sangat kelewat dalam menguji Rey. Pita sendiri malah merasa menyesal.
Rey melanjutkan lagi perjalanan hingga berhenti di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi.
"Turun, Tan. Sebenarnya aku ingin memberikan kejutan ini, tapi seperti tante tidak peduli ya sudahlah, gak usah menjadi kejutan."
Pita masih tidak bisa mencerna ucapan Rey dan membawa langkahnya masuk ke dalam. Sebelum itu mata Pita menangkap sebuah logo gedung bertulis PR beauty.
Tak sampai disitu, matanya juga diperlihatkan saat semua karyawan tunduk dan memberikan hormatnya kepada Rey.
Pita benar benar tidak mengerti dengan semua ini.
"Oh ya Tan, tante nunggu aja di ruang kerjaku. Aku ada meeting sebentar. Ini ruanganku." Rey membuka pintu sebuah ruang kerja. Katakan Pita sedang tidak bermimpi. Sejak kapan Rey menjadi seorang CEO?
Tak ada kata yang bisa keluar lagi saat Rey hendak berlalu.
"Kalau ada apa apa hubungi Lala, sekertaris aku yang ada di depan tadi ya," pesan Rey sebelum benar benar berlalu.
Pita masih tidak percaya, ia menyapu semua ruangan dengan mata elangnya dan pandangan itu terhenti pada sebuah meja yang menampakan sebuah bingkai foto kecil. Sebuah foto dirinya dan Rey sedang berpose bersama.
"Rey, sebenarnya permainan apa yang sedang kamu permainan?"
🍃 BERSAMBUNG 🍃
SELAMAT HARI SENIN, HARI INI TEH IJO MAU REKOMENDASIKN SEBUAH NOVEL DARI TEMEN TEH IJO YANG WAJIB KALIAN BACA
JUDUL NOVEL : CINTA KECILNYA MAZ
AUTHOR : YANKTIE INO
__ADS_1